Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN kepala daerah (Pilkada) langsung telah berusia 15 tahun, mulai 2005. Namun dampaknya belum terlihat secara signifikan bahkan persoalan klasik masih banyak terjadi seperti politik uang.
"Saya tim perumus pilkada langsung, saat itu memiliki asumsi sistem ini bisa berjalan baik dengan semua perangkat menjalankan fungsinya dengan baik, terlahir merit sistem, birokrasi membaik dan lainnya. Namun asumsi itu meleset," kata Peneliti Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro dalam webinar bertajuk Pilkada dan Konsolidasi Demokrasi Lokal yang diselenggarakan oleh MMD Initiative, Sabtu (5/9).
Pada kesempatan itu hadir Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan, Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz, dan Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Peeludem) Khoirunnisa.
Siti mengatakan selama 15 tahun usia pilkada langsung belum mampu menjawab persoalan dan aspirasi masyarakat. Pasalnya pilkada dimaknai sebagai ajang perebutan kekuasaan, bukan pengabdian.
"15 tahun pilkada tidak membuat kita lega terkhusus masih maraknya pasangan yang menghalalkan segala cara, dengan tujuan pokoe menang," jelasnya.
Masyarakat dan pemerintah, kata dia, tidak boleh patah arang di pilkada kali ini dalam mengupayakan perbaikan mutu, demokrasi konsolidasi dan substantif. Maka seluruh stakeholder terkait tidak boleh membuat persoalan tambahan dan mengelola pilkada dengan baik.
"Parpol juga mesti menjaga integritas dan taat hukum. Jangan ada lagi eksploitasi masyarakat miskin dengan money politik. Institusi penegak hukum harus profesional dan tidak partisan," paaparnya.
Sayangnya, tahapan awal pilkada saja masih muncul banyak pelanggaran seperti mahar politik untuk pencalonan. Kasusnya seperti terjadi di Jember.
"Itu diutarakan calon independen di Jember, masih menyadarkan kita bahwa modus itu masih terjadi. Jangan-jangan penyimpangan sama juga masih akan terus bertambah. Maka kita pesankan partai politik supaya tidak menghalalkan segala cara," terangnya.
Kalau pilkada di tengah pandemi masih banyak menyimpan masalah klasik seperti itu, Siti meminta pemerintah mengevaluasi total. "Perlu reevaluasi dengan memutuskan pilkada proporsional. Sebab pilkada langsung tidak membawa tujuan utamanya yakni dapat membangun daerah," pungkasnya. (OL-4)
LBH Padang menilai pelaporan pidana terhadap akademikus Feri Amsari sebagai menyempitnya ruang kebebasan sipil dan akademik di Indonesia.
Pemuda diajak untuk aktif menjalankan peran sebagai penjaga persatuan melalui penguatan program kebangsaan di tengah dinamika isu pemakzulan Presiden yang berkembang di ruang publik.
Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia, Haris Pertama, menyoroti munculnya sejumlah gerakan yang mendorong pemakzulan Presiden Prabowo Subianto.
Merah Putih Stratejik Indonesia (MPSI) melaporkan Saiful Mujani atas dugaan ajakan untuk menjatuhkan Presiden di luar mekanisme konstitusional kepada aparat penegak hukum.
DIREKTUR Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus merupakan sikap antidemokrasi dan ketidakmauan menerima kritik.
Setara Institute sebut penyiraman air keras Andrie Yunus (KontraS) sebagai alarm bahaya bagi demokrasi. Polisi didesak bongkar aktor intelektual serangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved