Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KORPS Adhyaksa telah menerima 166 berkas perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari pihak kepolisian. Kejaksaan memastikan akan proaktif menangani dan menuntaskan seluruh kasus tersebut.
Demikian penegasan Jaksa Agung HM Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (20/9). "Sudah kita terima 166 berkas perkara, di antaranya ada perorangan dan 7 korporasi," ujarnya.
Baca juga: Sumber Air Sedikit Kendala Pemadaman Karhutla
Menurut dia, jajaran kejaksaan tinggi dan kejaksaan negeri di lokasi kebakaran juga sudah diinstruksikan untuk memberikan atensi khusus. Kejaksaan juga tidak menganggap kasus itu sebagai kebakaran biasa, melainkan pembakaran karena dampaknya sangat merugikan masyarakat dan pemerintah.
"Sekarang kita menunggu proses hasil penyelidikannya seperti apa. Nanti jajaran kejaksaan saya instruksikan sejak awal untuk mengikuti perkembangan penanganan kasus ini," kata Prasetyo.
Prasetyo mengaku dalam waktu dekat bersama sejumlah pejabat bidang pidana umum akan turun ke lapangan. Kedatangan itu sekaligus untuk memberikan arahan kepada seluruh jajaran kejaksaan di daerah.
"Kita tahu bahwa pembakaran hutan cukup signifikan jumlahnya tahun ini, seperti di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Riau. Bagaimanapun ini sudah bencana nasional dan ada beberapa yang mengatakan sebagai kejahatan kemanusiaan," tandasnya. (Gol/A-5)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved