Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kembali mengingatkan para kepala daerah untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara optimal. Gubernur, bupati, ataupun wali kota diminta tidak meninggal daerahnya turun tangan saat bencana itu terjadi.
"Saya minta gubernur, sampai camat, dan kepala desa kalau daerahnya ada musibah untuk tidak meninggalkan daerah. Harus terjun bersama masyarakat dan aparat lain," kata Tjahjo dalam Pembukaan Pekan Kerja Nyata Gerakan Revolusi Mental 2019 di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (19/9).
Baca juga: Kawasan Berikat Mandiri, Langkah Pemerintah Dorong Investasi
Ia menegaskan keberadaan kepala daerah di wilayahnya penting untuk memastikan penanganan bencana karhutla bisa optimal. Ia pun meminta pemerintah daerah meningkatkan kerjasama dengan TNI dan Polri dalam pengendalian karhutla.
"Sekarang kita dihadapkan pada kondisi alam yang tidak ramah. Ada karhutla di mana-mana. Nanti berganti musim potensial ada lagi longsor dan banjir," ucap dia.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas kebakaran hutan dan lahan sepanjang tahun ini tercatat 328.724 hektare. Luasan itu terdiri dari 239.161 hektare di tanah mineral dan 89.563 hektare di lahan gambut. Sebagian besar karhutla terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Mendagri sebelumnya juga meminta pemerintah daerah tidak menghalangi upaya KLHK untuk perusahaan yang diduga menjadi penyebab karhutla. Kepala daerah dan jajarannya diingatkan melakukan tugas utamanya yakni melindungi masyarakat dari bencana. (Dhk/A-5)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved