Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JUDUL itu tidak bermaksud mendiskreditkan guru.
Judul itu lebih merupakan ekspresi kekhawatiran bahwa kita sepertinya lengah perihal hadirnya guru cabul.
Guru cabul itu ada di sekolah rumah (homeschooling), dosen di suatu perguruan tinggi yang tergolong pusat kecerdasan (center of excellence), bahkan yang sangat memprihatinkan, guru ngaji.
Selintas, yang dicabuli agaknya anak yang berumur 6-16 tahun.
Pencabulan kiranya ditengarai dilakukan guru yang mengidap disorientasi seksual (mencabuli sesama jenis kelamin) atau pedofilia (mencabuli anak-anak).
Mencabuli sesama jenis kelamin, misalnya, dilakukan seorang dosen.
Bukan sembarang dosen, tapi dosen di universitas tersohor di Surabaya, dengan kinerja akademik yang baik.
Sang dosen telah berkarier 20 tahun lebih, berkedudukan di jabatan struktural selaku wakil dekan III fakultas kedokteran gigi.
Ia mencabuli anak berumur 16 tahun. Bukan di kampus, percabulan dilakukannya di tempat sauna.
Karena yang dicabuli sesama lelaki, sang dosen dinilai mengidap disorientasi seksual.
Bukan pedofilia sebagaimana sempat diberitakan.
Apa pun nama penyimpangannya, di mana pun dilakukannya, ia tetaplah dosen cabul.
Yang perlu 'diperiksa' lebih jauh ialah apa yang dilakukannya pada anak didiknya, gadis 13 tahun, di sekolah rumah.
Perbuatan cabul itu direkam dalam video yang tersimpan dalam Whatsapp.
Sang guru membahasakannya, "Dilakukan tanpa paksaan. Direkam juga tanpa paksaan, lalu direkam sebagai koleksi."
Perbuatan cabul itu dilakukan di perumahan di kawasan Tangerang Selatan, di saat rumah kosong.
Anak didik ditengarai diperdayai dengan diiming-imingi permen. Apakah sang guru pedofilia? Entahlah.
Polsek Ciputat sedang menangani kasus itu. Kita tidak tahu apa 'isi' permen itu.
Apakah permen beneran, narkoba, ataukah zat perangsang.
Akan tetapi, apa pun isinya, merekam dan mengoleksi perbuatan cabul orang lain jelas bukan kelakuan guru, apalagi merekam dan mengoleksi perbuatan cabul sendiri.
Betapa mengerikan terhadap anak dan cucu bahwa yang berkelakuan tidak normal itu seorang guru.
Sebaliknya, apakah normal kelakuan orangtua membiarkan guru yang pria dan anak yang perempuan berinteraksi dalam proses ajar-mengajar di rumah yang kosong?
Pertanyaan itu memuat keprihatinan yang mendalam.
Bukankah norma yang ditegakkan orangtua itu perkara yang mulia, bahwa guru makhluk yang dipercaya dan ditiru?
Digugu dan ditiru?
Bukankah seseorang yang dipercaya dan ditiru tidak perlu diawasi? Jawabnya, merupakan kesalahan besar orangtua yang percaya anak perempuannya berduaan dengan sang guru di rumah yang kosong. Guru juga manusia biasa yang bisa tergoda setan.
Sebagai wartawan saya belum pernah menginterviu setan, karena itu tidak tahu persis, seberapa hebat kesukaan setan menggoda guru, khususnya dalam perkara seks.
Faktanya, guru mencabuli murid bukan hanya terjadi di dunia pendidikan keduniawian, tetapi juga di dunia pendidikan kerohanian.
Pengadilan Jakarta Timur memvonis seorang guru ngaji yang mencabuli muridnya yang berumur 6 tahun dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Keputusannya belum berkekuatan hukum tetap, sebab sang guru mengajukan banding dengan alasan bukan dia pelakunya.
Semua ini merupakan guru cabul yang tertangkap atau divonis dalam dua bulan ini (April-Mei 2017).
Berapa banyak guru cabul di negeri ini? Tidak ada yang tahu, sampai kemudian ketahuan, setelah terlambat.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved