Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MBAH Gotho telah tiada. Manusia tertua yang sejak enam tahun lalu ramai menjadi berita itu wafat pada Sabtu (30/4). Nama yang tertera di KTP-nya yakni Sodimejo, populer dipanggil Mbah Gotho. Ia lahir di Sragen, Jawa Tengah, 31 Desember 1870. Jika data itu benar, ia menjadi manusia tertua di dunia abad ini, yang wafat dalam usia 146 tahun 4 bulan. Ia lebih tua 19 tahun daripada Jeanne Calment (Prancis) yang meninggal 1997 dalam usia 122 tahun.
Ia disebut wanita tertua di dunia. Memang belum ada verifikasi valid agar Mbah Gotho masuk Guinness World Records. Menurut Robert Young dari Gerentology Research Group, seperti dimuat dalam Wikipedia berbahasa Inggris, usia Gotho yang diklaimnya sebagai fiksi dan tidak bisa dipercaya. Dasar Gotho ialah sebuah ingatan, yakni ketika Pabrik Gula Gondang, Sragen, diresmikan pada 1880, ia yang masih anak-anak, datang menonton.
Juga anak-anak lain seusianya, yang telah bisa membantu para orangtua mereka membajak sawah. Para dokter Indonesia rupanya juga tenang-tenang saja akan fakta Mbah Gotho. Usaha pembuktian secara genetik justru dilakukan dua dokter dari Amerika Serikat. Pada 10 April lalu mereka mengunjungi kediaman Mbah Gotho di Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, untuk melakukan serangkaian tes DNA (deoxyribose nucleic acid).
Mereka mengambil sampel darah, urine, dan gigi. Hasilnya baru diketahui enam pekan lagi. DNA ialah suatu asam nukleat yang menyimpan segala informasi biologis yang unik dari setiap makhluk hidup. Struktur kimianya berupa makromolekul kompleks yang terdiri atas tiga macam molekul, yakni gula pentosa, asam fosfat, dan basa nitrogen. Peran utama molekul DNA ialah tempat penyimpanan jangka panjang informasi tubuh. Dari tes
DNA inilah nanti bisa ditemukan berapa usia Mbah Gotho. Kenapa harus dokter dari Amerika? Apakah dokter Indonesia tak tertarik melakukan tes serupa terlebih dahulu? Apakah untuk menentukan manusia tertua dari Indonesia mesti menunggu hasil tes DNA dokter Amerika? Faktor apakah yang menyebabkan tubuh Gotho bisa bertahan selama hampir satu setengah abad?
Mestinya tubuh Gotho menjadi kajian menawan bagi ilmu pengetahuan. Menurut kesaksian salah seorang cucunya, Suryanto, dua pekan sebelum wafat, Mbah Gotho pernah dirawat di RSUD Sragen, berlanjut beberapa hari sebelum ajal tiba. Menurut Suryanto, sebelumnya kakek renta ini belum pernah sakit, suntik, atau berobat. Dalam sebuah rekaman gambar yang diwartakan Detik.com, Mbah Gotho mengungkap rahasia panjang usianya, yakni sabar dan ikhlas menerima takdir yang diberikan Sang Mahakuasa.
Media asing seperti The Telegraph dan The Independent pada Agustus tahun lalu telah pula memberitakan fakta usia tua Mbah Gotho. Media Inggris itu membandingkan dengan perempuan Prancis, Jeanne Calment. Ada pula Emma Morano dari Italia yang meninggal dua pekan sebelum Mbah Gotho, dalam usia 117 tahun. Sekali lagi jika benar, usia Mbah Gotho jauh melampaui beberapa wanita yang disebut manusia tertua itu.
Gotho telah menyiapkan kematiannya sejak 1992. Batu nisan lengkap epitaf telah ia siapkan. Karena itu, setiap mendengar ada yang berpulang, ia berkomentar, kenapa bukan dirinya yang dipanggil menghadap-Nya. "Rumput tak lagi ada, tumbuhan tak lagi ada, hewan tak lagi ada, semua telah menjadi gendhing. Anda masih melihat semua itu, tapi bagi saya saat ini telah menjadi gendhing. Saya telah di hadapan jagat ageng itu sekarang, tinggal menunggu saatnya tiba," kata Gotho seperti dimuat Detik.com, tahun lalu.
Maut baru benar-benar hadir dua hari yang lalu setelah ia menanti puluhan tahun. Dengan tubuhnya yang penuh gurat-gurat kerentaan, tahun lalu ia masih bicara dengan bahasa Jawa yang jelas. Suara yang bisa dipahami. Ia memberi nasihat, yang saya kira masih relevan bagi kita sekarang. "Gunakan selalu cermin untuk bertindak. Cermin itu adalah cermin rasa agar kita bisa melihat dengan rasa hati."
Saya kira Mbah Gotho benar. Kita secara kolektif telah alpa becermin. Terlalu banyak peristiwa akhir-akhir ini seperti membuktikan rasa hati kita yang telah mati. Selamat jalan Mbah Gotho menuju keabadian. Meninggalkan kita dalam kefanaan dan kepungan purbasangka serta kedengkian, yang setiap saat berpotensi saling menghabisi.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved