Rp10 Ribu Triliun

Suryopratomo/Dewan Redaksi Media Group
26/4/2017 05:31
Rp10 Ribu Triliun
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

PADA peringatan hari ulang tahun ke-19 Kementerian Badan Usaha Milik Negara di Yogyakarta, Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno mengajak jajaran BUMN untuk sama-sama menjawab tantangan. Tahun ini aset BUMN ditargetkan meningkat menjadi Rp7.200 triliun. Pada akhir masa Kabinet Kerja, aset BUMN diharapkan bisa mencapai Rp10 ribu triliun.

Bagaimana strategi untuk menjawab tantangan itu? Pertama, BUMN harus lebih agresif menjadi motor pembangunan. BUMN diminta agar kehadiran mereka bisa semakin dirasakan bagi negeri ini. Kedua, melakukan sinergi di antara BUMN dalam mengembangkan usaha dengan saling menopang dalam pembiayaan dan pengelolaan manajemen. Ketiga, meningkatkan profitabilitas agar bisa menjadi modal untuk mengembangkan usaha.

Menteri Rini mengakui tantangan itu memang tidak mudah dicapai, tetapi bukan mustahil untuk dilakukan. Ia mencontohkan aset BUMN tahun lalu yang bisa meningkat dari Rp5.000 triliun menjadi Rp6.300 triliun. Menarik jika kiprah BUMN yang kita miliki sekarang ini dilihat. Persepsi yang muncul pada kita, BUMN itu ibarat raksasa yang tidak bisa menari. BUMN hanya menjadi bahan perahan direksi dan elite politik sehingga tidak banyak memberikan manfaat kepada rakyat.

Lebih ironis lagi banyak warga tidak tahu perusahaan-perusahaan di bawah naungan BUMN. Perusahaan seperti Bank Mandiri, PT Kereta Api Indonesia, dan PT Garuda Indonesia sering kali dianggap perusahaan swasta biasa. Persepsi itu tidak bisa disalahkan karena BUMN terasa jauh dengan masyarakat. Apalagi sejak zaman Orde Lama, Presiden Soekarno membentuk banyak BUMN, tetapi perusahaan itu bukannya berkembang, malah banyak yang gulung tikar karena salah kelola.

Dalam workshop yang diselenggarakan di kawasan Candi Prambanan akhir pekan lalu, pertanyaan dari mahasiswa Yogyakarta menggambarkan awamnya masyarakat terhadap BUMN. Salah satu narasumbernya ialah Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani. Pertanyaan antara lain, "Untuk apa kita harus membangun tol? Bukankah tol hanya dinikmati orang-orang kaya dan tidak memberikan manfaat kepada rakyat?

Dirut Jasa Marga harus menjelaskan tol dibangun justru untuk menopang kegiatan masyarakat agar hambatannya seminimal mungkin. Sekarang ini dari sekitar 600 km ruas tol yang dikelola Jasa Marga, setiap harinya 1,4 miliar lalu lalang kendaraan ditangani. Atas dasar itu, salah satu tugas jajaran direksi BUMN ialah menyapa dan berkomunikasi dengan masyarakat.

BUMN harus menunjukkan mereka hadir untuk negeri dan apa yang mereka lakukan pertama-tama dilakukan untuk kepentingan masyarakat. Kalau BUMN mampu memberikan pemahaman tentang peran yang mereka jalankan, masyarakat pasti akan mendukung kegiatan BUMN. Dalam kolom ini, kita pernah membahas sovereign wealth fund (SWF). Banyak negara membentuk SWF untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat mereka.

Negara yang memiliki SWF terbesar di dunia ialah Norwegia yang mengelola dana US$850 miliar. Berbeda dengan BUMN, SWF lebih berorientasi untuk mendapatkan untung. Karena itu, SWF banyak ditanamkan di pasar modal atau mengambil alih ekuitas dari perusahaan yang memang menguntungkan. Temasek milik Singapura dan Khasanah milik Malaysia, misalnya, merupakan SWF yang banyak membeli saham perusahaan Indonesia.

Dengan aset sebesar Rp6.300 triliun sekarang ini, BUMN kita tidak bisa dikatakan kecil. Sebanyak 118 perusahaan negara itu sudah memiliki aset yang mendekati nilai US$500 miliar. Kalau pada 2019 nanti bisa ditingkatkan menjadi Rp10 ribu triliun, itu artinya sekitar US$800 miliar dan itu sudah mendekati aset SWF Norwegia. Persoalan yang masih harus dibenahi ialah sisi manajerial dan pemantapan sistem organisasi.

Tingkat keuntungan BUMN tahun lalu baru mencapai Rp163 triliun atau kalau dihitung dari return on assets baru mencapai 2,58%. Tahun ini Menteri Rini menargetkan keuntungan meningkat menjadi Rp205 triliun atau ROA meningkat menjadi 2,84%. Memang untung bagi BUMN bukanlah tujuan. Namun, untung itu diperlukan agar BUMN bisa memperbesar peran mereka ikut membangun negeri ini.

Apalagi sekarang ini pemerintah membutuhkan pembangunan infrastruktur yang masif dan itu tidak bisa sepenuhnya ditopang anggaran negara. Hal lain yang diharapkan dari keuntungan BUMN yang lebih baik ialah untuk memperluas usaha sehingga bisa memperluas lapangan pekerjaan. Tiga tantangan besar yang sedang kita hadapi sekarang ialah kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan. Semua itu hanya bisa dijawab apabila kita mampu melakukan investasi baru dan peran itu salah satunya diharapkan datang dari BUMN.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima