LRT

19/4/2017 05:31
LRT
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

PEKAN lalu saya berkesempatan melihat dari dekat pembangunan light rail transit (LRT) di kawasan Cibubur. Bagi masyarakat Cibubur dan sekitarnya yang setiap hari harus berjuang dengan kemacetan, transportasi massal itu merupakan salah satu alternatif untuk menghindar dari kemacetan di jalur Tol Jagorawi. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pembangunan transportasi umum yang cepat, nyaman, dan aman merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan. Kita tidak bisa membiarkan ketidakefisienan karena macet terus dibiarkan. Kerugian ekonomi akibat kemacetan setiap tahun tidak kurang dari Rp30 triliun.

Memang, tantangan untuk membangun transportasi umum ialah pembiayaannya. Untuk membangun konstruksi LRT dari Cibubur sampai Jakarta saja dibutuhkan biaya sekitar Rp24 triliun. Belum untuk kebutuhan pengadaan kereta ringannya. Sekarang ini jalan yang ditempuh ialah meminta badan usaha milik negara untuk menalangi pembiayaan awal. Sejak memulai pembangunan pada September 2015, PT Adhi Karya sudah menginvestasikan modal sekitar Rp3 triliun, dengan Rp1,7 triliun merupakan penyertaan modal negara.

Dengan dana sebesar itu, proyek pembangunan baru bisa dibangun sekitar 15%. Untuk penyelesaiannya hingga 2019, masih dibutuhkan banyak modal. PT Adhi Karya tidak mungkin lagi menanggung sendiri. Karena itu, mulai dipikirkan untuk mendorong PT Kereta Api Indonesia ikut memiliki proyek dan mendanainya. Dengan belajar dari pengalaman awal 2000 ketika pertama kali kita hendak membangun LRT, jangan sampai proyek ini kembali terbengkalai.

Kita tidak berharap hanya ada tiang-tiang setengah jadi seperti yang sampai sekarang masih berdiri di sekitar Kuningan dan Senayan. Sayang jika modal yang terbatas itu menjadi sesuatu yang mubazir. Mimpi untuk memiliki transportasi massal yang modern memang penuh dengan tantangan. Bukan hanya soal permodalan yang harus dipecahkan, melainkan juga operasinya kelak. Jalur kereta ringan nanti berada 16 meter di atas permukaan tanah.

Seorang yang ahli dalam pengoperasian kereta mengingatkan beberapa hal yang harus dikaji di saat pembangunan infrastruktur itu dilakukan. Pertama, penanganan ketika arus listrik putus dan kereta tidak bisa beroperasi. Bagaimana menurunkan penumpang yang jumlahnya bisa mencapai 1.000 orang? Kedua, ketika terjadi insiden seperti kereta mengalami kebakaran. Bagaimana cara melakukan evakuasi dan mengarahkan penumpang untuk menyelamatkan diri? Kalau beton di kanan dan kiri lintasan menjadi jalur evakuasi, sepanjang jalur harus dibangun dinding pengaman agar penumpang tidak terjatuh dari ketinggian.

Ketiga, kawasan Cibubur merupakan daerah petir. Bagaimana lalu mendesain kereta agar bisa menangkal petir? Karena berada pada ketinggian dan berada di kawasan yang relatif terbuka, LRT akan mudah menjadi sasaran petir. Keempat, bagaimana antisipasi apabila terjadi gempa? Bagaimana LRT yang sedang melaju bisa memperlambat kecepatan tanpa harus membuat penumpang di dalamnya terdorong karena kereta berhenti mendadak?

Terakhir, bagaimana tata cara ketika 10 tahun ke depan lintasan kereta harus mengalami penggantian struktur? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menaikkan dan menurunkan beton dan memasang kembali lintasan relnya? The devil is in details. Tantangan kita sekarang bagaimana merinci semua hal yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pengoperasian LRT kelak. Hal ini tidak bisa dianggap enteng karena akan menentukan sukses atau tidaknya kita membangun transportasi massa yang cepat, aman, dan nyaman.

Semua catatan ini bukan dimaksudkan untuk membuat kita kecil hati. Justru ini harus memacu kita untuk berpikir dan mencarikan jalan keluarnya. Semua ini hanya akan bisa dipecahkan kalau kita berpikiran terbuka dan memiliki orientasi untuk mencari jalan keluar terbaik. Yang pasti kita tidak boleh gagal untuk membangun transportasi massal yang modern. Kalau kita mampu keluar dari kesulitan ini, kita akan lebih cepat untuk meraih kemajuan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.