Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM debat terakhir yang diselenggarakan program Mata Najwa di Metro TV (27/3), Ahok berkata, "Saya enggak suka bohongin orang untuk pilkada." Pernyataan itu merupakan penutup, yang dikaitkan dengan program Anies Baswedan, yang akan membangun rumah tanpa DP. Untuk seribu rumah diperlukan 350 triliun rupiah. Program Anies itu banyak mendapat kritik, tetapi tetap ia canangkan. Kenapa? Anies mungkin berpandangan, yang namanya kampanye, boleh saja menjual program seideal mungkin. Soal terwujud atau tidak, urusan kelak setelah terpilih menjadi gubernur.
Yang jelas, dalam debat itu, orang menilai bahwa Ahok lebih memaparkan program, sedangkan Anies Baswedan lebih menyerang Ahok. Sedemikian tajam serangan itu sehingga ngawur.
Contohnya, atas pertanyaan Najwa Shihab, bahwa Ahok berani memecat anak buah, apakah Anies berani memecat anak buah, meluncurlah jawaban Anies yang sepertinya gagah berani, padahal ngawur. Kata Anies, tidak mungkin dia tidak berani pecat anak buah. Sekarang saja dia sedang berusaha memecat Pak Basuki jadi gubernur. Dari mana jalannya calon gubernur bisa memecat gubernur?
Kata Ahok, warga DKI Jakarta yang berhak memecatnya. Lagi pula, masa jabatan Ahok sebagai gubernur Jakarta hingga Oktober 2017. Kengawuran jawaban Anies Baswedan itu menuai reaksi berupa meme yang berseliweran di media sosial. Isinya, menampilkan gambar Presiden Jokowi, disertai ucapan, "Yang pecat kamu kan saya, kok dendamnya ke Basuki." Meme lainnya berbunyi, "Hus... Anies belom pernah pecat orang, tetapi pernah dipecat." Bahwa Anies pernah dipecat Presiden Jokowi dari jabatan menteri pendidikan, fakta yang tak terbantahkan. Namun, gencarnya serangan Anies terhadap Ahok, bukan adu program, membuat orang yang semula tak bisa menerima kenapa Anies dipecat sebagai menteri, berubah menjadi sangat paham.
Dalam debat itu publik tak menemukan cerdasnya kecendekiawanan. Apalagi, kearifan mantan seorang menteri pendidikan. Debat publik mestinya mengandung keadaban publik. Forum yang mencerdaskan. Publik yang mengikutinya mendapatkan pemahaman yang lebih sehingga warga yang punya hak pilih, tahu benar kenapa memilih sang calon. Debat publik yang diperkenalkan di zaman demokrasi Athena sesungguhnya mengandung sejumlah syarat. Di antaranya, dalam debat orang berargumentasi dengan logika yang kuat, fakta yang akurat, kaya program, sehingga publik tahu ke mana pemerintahan akan dibawa.
Akan tetapi, tak kalah penting ialah publik dapat membaca karakter orang yang bakal dipilih, terutama kejujurannya. Salah satu soal besar pemimpin bangsa ini bukan kepintarannya, melainkan kejujurannya. Dalam debat publik kiranya juga terbaca orang yang mengagungkan egonya ketimbang tekat memajukan kehidupan kepublikan. Termasuk 'terasakannya' hal-hal yang disembunyikan di balik tutur kata yang santun dan teratur. Bahasa tubuh menunjukkannya. Tak ada pilkada seheboh dan seseram pilkada Jakarta.
Untuk memilih yang terbaik, publik masih patut berharap ada debat Ahok-Anies yang berkeadaban dan mencerahkan. Kemudian, pertarungan pilkada diakhiri dengan spontanitas, bahwa setelah hitung cepat, seusai pencoblosan, calon gubernur yang kalah mengucapkan selamat kepada yang menang. Selebihnya tinggal sejarah yang membuktikan, apakah warga Jakarta salah pilih atau tidak. Yang jelas, pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian, lima tahun tiada berguna.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved