Negara Bahagia

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
27/3/2017 05:02
Negara Bahagia
(AP)

APAKAH secara keseluruhan Anda puas dengan kehidupan Anda hari-hari ini?

Itulah substansi pertanyaan kepada warga untuk mengukur kebahagiaan warga suatu negara.

Hasilnya selama 25 tahun warga Tiongkok tidak bertambah bahagia sekalipun pendapatan nasional mereka meningkat.

Kebahagiaan di AS malah merosot. Yang paling bahagia di bumi ialah warga Norwegia.

Perihal kebahagiaan itu diumumkan pada 20 Maret lalu, yang merupakan Hari Kebahagiaan Dunia.

Pada hari itu, dengan dukungan PBB, World Happiness Report 2017 diterbitkan, disertai pikiran besar bahwa kebahagiaan warga menjadi tujuan kebijakan publik suatu pemerintahan.

Kebahagiaan merupakan produk kehidupan personal, kehidupan sosial, dan kehidupan bernegara.

Parameternya ialah kepedulian, kebebasan, kedermawanan, kejujuran, kesehatan, pendapatan, dan tata kelola pemerintahan. Norwegia penghasil minyak, sekalipun harga minyak anjlok tak ketolongan, warganya paling bahagia. Apa penjelasannya?

Hanya orang Norwegia yang telah berkeliling dunia yang merasa 'berhak' menjawabnya.

Dia ialah Gunnar Garfors, jurnalis muda, 37, warga Norwegia yang telah melanglang buana ke 198 negara (lebih banyak daripada negara anggota PBB yang cuma 193), di antaranya Palestina dan Korea Utara.

Katanya, orang Norwegia bahagia karena punya tiga hal, yaitu hygge, hytta, dan dugnad.

Dugnad ialah menolong tanpa dibayar. Orang Norwegia suka menyumbangkan waktu dan tenaga mereka tanpa hitung-hitungan.

Mirip gotong royong di sini, tapi di masa lalu.

Kini telah berubah menjadi wani piro? Berani bayar berapa?

Hytta ialah kewajiban membangun rumah dari batang-batang kayu.

Yang cantik, katanya, rumah yang dicat putih dekat laut atau di kaki gunung.

Rumah itu menggambarkan pandangan hidup yang tak suka kemewahan.

Hygge ialah berbagi/kebersamaan dengan teman dan keluarga yang diekspresikan dalam kegiatan hiking fyords (mendaki semacam teluk berasal dari tumpukan es yang tebal, berat, bisa sangat dalam dan panjang), dan memetik buah beri di hutan.

Mereka menghirup udara bersih dan mengagungkan alam yang mengandung keliaran.

Human development index Norwegia selalu tergolong terbaik di dunia. Akan tetapi, HDI itu tidak dengan sendirinya berkaitan dengan kebahagiaan bila tanpa hygge, hytta, dugnad.

Warga Norwegia menghormati kesetaraan, bagaikan segalanya.

Pajak di sana tinggi, tapi kesehatan dan pendidikan gratis.

Masih ada tapi yang lain, yaitu uang mereka 'bernilai'.

Mereka pun bergembira ngopi dan ngebir bareng.

Lawan kebahagiaan ialah kesengsaraan, yang antara lain diperlihatkan kesehatan jiwa.

Di awal tulisan ini disebut kebahagiaan warga AS merosot.

Sebanyak 22% warga AS didiagnosis mengidap depresi dan perasaan ketakutan dan kecemasan.

Semoga perkara buruk itu tidak bertambah, di bawah kekuasaan Presiden Donald Trump, yang dinilai suka berbohong.

Bagaimana dengan Indonesia?

Negara ini berada pada peringkat ke-81 dari 155 negara.

Tahun lalu kita berada pada peringkat ke-79 dari 157 negara.

Kurang lebih kita belum bertambah bahagia.

Kesehatan jiwa dinilai berpengaruh, tetapi derita itu diringankan peranan keluarga besar (extended family).

Disimpulkan, membaiknya pendapatan dan pendidikan lebih berdampak kepada kebahagiaan anak bangsa.

Ke sanalah mestinya semua melangkah.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima