Kepemilikan Negara

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
05/11/2016 05:31
Kepemilikan Negara
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

SAAT menjadi perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad pernah bertemu dengan kalangan pengusaha. Ada satu pertanyaan yang disampaikan, bagaimana tanggapan Mahathir terhadap investasi swasta? Mahathir mengatakan pemerintahannya menyambut baik datangnya investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Mengapa? Menurut Mahathir, setiap kali ada investasi, negara otomatis menjadi 30% pemilik sahamnya.

Dari mana? Dari 30% pajak yang dibayarkan perusahaan ketika sudah meraih keuntungan. Setiap ada investasi swasta, negara pasti menjadi pemegang saham tanpa harus menanamkan modal. Negara cukup memberikan izin dan menciptakan iklim usaha yang baik. Cara pandang Mahathir itulah yang membuat Malaysia bisa maju. Kesadaran birokrasi terhadap investasi dibukakan sehingga tidak ada niatan untuk menghambat. Mereka paham, dengan bekerja baik, negara akan semakin kaya dan kemampuan menyejahterakan rakyat akan semakin besar.

Itulah yang menjadi tantangan kita di Indonesia. Bagaimana membangun kesadaran birokrasi untuk memiliki sikap melayani, bukan melihat pengusaha sebagai orang yang banyak uang dan bisa diperas. Salah satu yang membuat pembangunan industri mengalami perlambatan ialah karena mental priayi. Banyak pejabat baik di pusat maupun di daerah yang berorientasi jangka pendek. Mereka tidak memikirkan manfaat untuk negara, tetapi apa yang segera bisa dinikmati.

Kita lihat yang paling nyata di industri minyak dan gas. Sudah dua tahun terakhir tidak ada satu pun investasi masuk. Penawaran 14 blok minyak yang dilakukan Satuan Kerja Khusus Migas tahun ini nyaris tidak dilirik para investor. Bagaimana mau ada investor masuk kalau antarkementerian tidak bisa membangun sinergi? Anekdot yang sering disampaikan para pengusaha migas, kalau pemerintah meminta izin kepada pemerintah sendiri tidak diberi, bagaimana lalu dengan pengusaha?

Padahal, investasi di industri ini tidak hanya mahal, tetapi juga berisiko tinggi. Tidak usah heran apabila Indonesia berada di peringkat 15 paling bawah dari 120 negara dalam investasi migas. Kondisi ini sangat berbahaya karena dalam periode 10 tahun ke depan, produksi migas kita pasti akan menurun. Kondisi yang sama dihadapi juga oleh industri yang lain. Industri hotel dan restoran terkendala oleh izin domisili yang harus diperpanjang setiap tahun.

Pemerintah tidak berani memperpanjang izin hotel yang sudah terbangun bertahun-tahun kalau tidak ada tanda tangan dari ketua rukun tetangga. Industri otomotif dihadapkan kepada tantangan setelah 2020. Apakah pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai bagian dari rantai pasokan dunia atau sebagai negara yang berdiri sendiri? Kalau pemerintah tidak memberikan arah kebijakan jangka panjang yang jelas, para pemain otomotif dunia tidak akan mengembangkan Indonesia sebagai basis produksi mereka dan pasti berpindah ke negara lain.

Contoh terbaru dari tidak bersahabatnya kita dengan investasi ialah nasib yang harus dialami Semen Indonesia. Investasi triliunan rupiah dari badan usaha milik negara nyaris terbengkalai ketika pabrik yang tinggal beroperasi dinyatakan tak layak dijalankan oleh pengadilan. Kunci jawaban tentang masa depan kita bergantung kepada apa yang menjadi visi Mahathir di atas.

Apakah kita mempunyai orientasi yang sama dengan Malaysia dalam melihat investasi? Investasi swasta dilihat sebagai bagian dari investasi negara yang bisa dinikmati apabila kita memberikan iklim usaha yang baik. Langkah pemerintah untuk mengeluarkan 13 paket kebijakan untuk menarik investasi akan percuma kalau mentalnya masih seperti sekarang.

Kita tidak pernah ke mana-mana kalau tidak bisa menyamakan visi dan menyinergikan pemerintah, swasta, dan masyarakat madani. Negara tidak pernah bisa menjadi besar apabila hanya mengandalkan modalnya sendiri.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.