Madu atau Racun

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
05/10/2016 05:31
Madu atau Racun
(MI/ATET DWI PRAMADIA)

AMNESTI pajak tahap pertama meraih kesuksesan besar. Total pernyataan harta lebih dari Rp3.500 triliun dan uang tebusan sekitar Rp90 triliun. Sewajarnya Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan apresiasi khusus kepada masyarakat dan aparat Direktorat Jenderal Pajak.

Kita akan mampu membangun negara ini apabila ada kebersamaan dari kita semua. Bapak bangsa India Mahatma Gandhi menyampaikan dunia akan mampu menyediakan makanan bagi semua manusia, kecuali jika ada satu yang rakus. Demikian pula negara ini, pasti akan bisa menyejahterakan rakyatnya apabila tidak ada yang egois. Target amnesti pajak bukan mustahil bisa tercapai apabila semua orang mau berbagi beban. Sering disampaikan, jumlah orang superkaya di Indonesia sekitar 2%. Itu artinya ada sekitar lima juta orang superkaya di Indonesia dan itu sudah lebih dari jumlah penduduk Singapura.

Apabila satu juta dari jumlah itu mendeklarasikan aset mereka Rp5 miliar saja, sudah ada deklarasi Rp5.000 triliun dan uang tebus Rp100 triliun. Sayangnya, belum semua kita mau menjalankan kewajiban sebagai warga negara. Peserta amnesti pajak tahap pertama tidak sampai 500 ribu orang. Tambahan wajib pajak baru yang diharapkan memperkuat basis data pajak tidak sampai 15 ribu orang. Kita tidak boleh terlena oleh keberhasilan amnesti pajak tahap pertama. Masih banyak
pekerjaan rumah yang harus kita lakukan. Bukan hanya terus memperbaiki sisi penerimaan, melainkan juga pemanfaatan hasil penerimaan pajak.

Keberhasilan amnesti pajak bisa menjadi madu yang menguatkan, tetapi bisa juga menjadi racun yang mematikan. Madu apabila uang tebus Rp90 triliun dipakai untuk program yang produktif. Dari penyertaan harta sekitar Rp3.500 triliun, tidak ada dampak langsung terhadap kegiatan ekonomi yang bisa dimanfaatkan karena aset-aset itu sudah ada dalam perekonomian kita. Namun, dengan tambahan Rp3.500 triliun, produk domestik bruto Indonesia sekarang di atas US$1 triliun dan ini bisa menjadi modal untuk mendapatkan pinjaman baru luar negeri.

Hal yang bisa langsung memompa perekonomian kita ialah dana repatriasi sekitar Rp135 triliun. Ini adalah modal segar yang bisa masuk ke sistem keuangan. Tinggal bagaimana pintar-pintarnya kita menjadikan dana itu sebagai modal produktif karena beban bunga yang harus dibayar setiap tahun di atas Rp6 triliun. Pemanfaatan hasil amnesti pajak merupakan pekerjaan yang tidak kalah peliknya. Apalagi uang tebus ialah dana yang sekali datang dan bisa langsung habis tahun ini. Kita masih ingat pengalaman 2015 lalu, ketika Ditjen Pajak meluncurkan ‘tahun pembinaan’. Negara mendapatkan tambahan penerimaan pajak dari mereka yang mau memperbaiki surat pajak tahunan.

Penerimaan pajak itu habis untuk membiayai belanja pemerintah dan tahun ini terpaksa kita keluar lagi dengan program amnesti pajak demi menyelamatkan penerimaan negara. Tahun depan target penerimaan pajak akan dinaikkan. Akan tetapi, kalau kondisi perekonomian global masih belum membaik dan transformasi ekonomi belum bisa dilakukan, tidak mudah untuk mendapatkan penerimaan. Kita tidak mungkin mengeluarkan lagi kebijakan perpajakan untuk menyelamatkan penerimaan.

Keberhasilan amnesti pajak akan menjadi racun apabila kita tidak menyadari tantangan besar yang akan menghadang. Laporan terbaru World Economic Forum menunjukkan daya saing Indonesia turun empat tingkat menjadi peringkat 41. Padahal, sudah 13 paket kebijakan dikeluarkan pemerintah untuk menarik investasi. Persoalan yang menghambat investasi belum berubah, yakni korupsi, inefi siensi birokrasi, buruknya infrastruktur, dan buruknya akses ke sektor keuangan. Inilah yang membuat kita harus terus bekerja keras.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima