Keyakinan Diganti dengan Nalar

Saur Hutabarat/Dewan Redaksi Media Group
26/9/2016 06:00
Keyakinan Diganti dengan Nalar
(ANTARA/Rosa Panggabean)

ATMOSFER pertarungan pilkada Jakarta yang semula bernuansa SARA kiranya berubah menjadi berkompetisi dalam harmoni.

Tiga pasang bakal calon gubernur-wakil gubernur berswafoto ria bersama seraya mengembangkan senyum.

Harian ini kemarin mengekspresikannya dalam kepala berita yang sejuk, 'Lawan tapi Berkawan'.

Ibu kota negara ini diuntungkan beragamnya pilihan dan beranekanya koalisi partai pengusung calon kepala daerah.

Dalam perspektif itu, tidaklah sepenuhnya benar Pilkada Jakarta 2017 merupakan perpanjangan atau penerusan Pilpres 2014, dalam arti meneruskan hanya dua pasang calon dengan koalisi yang sama.

Sebaliknya, pilkada Jakarta sepertinya petunjuk awal perubahan konstelasi dan komposisi koalisi partai sebagai investasi setiap koalisi untuk kandidat Pilpres 2019.

Perkara yang belum di depan mata, tetapi bukan pula tahun yang terlalu jauh untuk dibayangkan dan dicandrakan.

Spekulasi itu sehat bagi demokrasi dan investasi itu perlu disambut baik sebab bangsa ini tidak kelebihan pemimpin.

Lagi pula, bukankah perkara logis belaka bila petahana diusung kembali, tak terkecuali Jokowi?

Karena itu, logis pula bila aksi melahirkan reaksi, memunculkan pikiran untuk menjadikan pilkada Jakarta sebagai ajang 'penetasan' dan 'pementasan' sekaligus.

Bukankah Jokowi pun dientaskan dan dibawa ke pentas nasional dari posisi Gubernur Jakarta?

Apa pun dinamika yang terjadi, satu hal tidak berubah, yaitu mencari figur yang mampu membendung dan menumbangkan elektabilitas Ahok.

Suka atau tidak suka, 10 tahun cakrawala kepemimpinan di negeri ini diwarnai pencitraan kepemimpinan yang santun.

Figur Ahok mencelat keluar dari kesantunan itu. Anehnya, karakternya itu malah membangkitkan elektabilitas yang tinggi.

Apa pasal?

Jawabnya, manakah yang orang pilih, gubernur yang mulutnya jorok, tapi kelakuannya bersih ataukah gubernur yang mulutnya santun, tapi kelakuannya jorok alias malingan, nyolongan, korupsi?

Sebuah kontras terhadap Ahok wajar dicari dan akhirnya terjawab. Pertama dalam jumlah.

Semula diperkirakan Ahok bakal dikeroyok, hanya dua pasang bertarung head to head, ternyata tiga pasang.

Pilkada Jakarta otomatis diperkaya keragaman pilihan, yang dengan sendirinya mencairkan dikotomi pilihan berbasiskan agama, keyakinan, diganti dengan nalar.

Yang kedua figur yang ditampilkan kurang lebih Gubernur Jakarta yang muda dan intelek.

Agus Yudhoyono, Anies Baswedan, juga Sandiaga Uno, semuanya lulusan sekolah AS beneran, bukan sekolah ecek-ecek.

Boleh diasumsikan mereka makhluk rasional dan konseptual.

Turunannya keyakinan digantikan dengan nalar.

Akan tetapi, hemat saya, dasar pencalonan mereka yang paling kuat mereka menjanjikan perubahan dalam gaya memimpin.

Sebetulnya, pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno kurang lebih merupakan varian saja dari nada dasar yang sama, yaitu nada santun.

Kendati diusung koalisi partai yang berbeda, kedua pasangan merupakan produk pencarian figur yang sama: kontras terhadap gaya kepemimpinan Ahok.

Yang penting, sesuai dengan harapan, pilkada Jakarta yang merupakan ibu kota negara menawarkan kompetisi yang menguak cakrawala bahwa yang dipertandingkan nalar, bukan keyakinan. Ahok-Djarot petahana yang berkinerja baik.

Karena itu, program alternatif yang diperdebatkan pasangan calon kiranya menjadi narasi besar dalam diskusi publik, yang turut memengaruhi pilihan warga.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.