Inklusif

Suryopratomo/Dewan Redaksi Media Group
10/8/2016 05:31
Inklusif
(ANTARA FOTO/Irfan Anshori)

KITA tentu bersyukur di tengah tekanan perekonomian dunia, Indonesia mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2016. Setelah terjadi perlambatan pada kuartal I, perekonomian kita mampu tumbuh 5,18%. Itu pertumbuhan kuartal II tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kalau kita lihat motor pertumbuhannya, belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat pendorong utama. Ekspor impor masih menunjukkan pertumbuhan negatif. Itu mengindikasikan masih terjadinya perlambatan perekonomian dunia.

Atas dasar itu kita harus merawat kedua motor pertumbuhan tersebut. Kita melihat perekonomian global masih akan berat sehingga kita tidak bisa mengharapkan ekspor segera pulih. Lemahnya permintaan dunia membuat dunia usaha menahan investasi barunya. Mereka lebih fokus mengoptimalkan investasi yang sudah ada. Untuk itulah, pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat. Langkah yang sudah dilakukan ialah mengendalikan inflasi. Kini, tingkat inflasi berada pada level yang terjaga baik.

Yang perlu juga diperhatikan pemerintah ialah jangan sampai ada kebijakan yang menyebabkan kontraksi. Sekarang ini pemerintah sedang gencar berupaya meningkatkan penerimaan pajak. Salah satunya dengan memberikan amnesti pajak. Semua itu harus dilakukan dengan tujuan menarik pajak yang selama ini belum dibayarkan. Jangan sampai sekadar mengejar target penerimaan Rp165 triliun dari amnesti pajak, yang dilakukan mengejar mereka yang sudah patuh menjalankan kewajiban.

Kita memang melihat besarnya antusiasme masyarakat dalam mencari tahu tentang amnesti pajak. Namun, jangan pula diartikan selama ini banyak warga yang menyembunyikan pajak. Apalagi, jika target Rp165 triliun tidak tercapai, pemerintah lalu kalap untuk mengejar wajib pajak. Yang perlu diupayakan ialah bagaimana membangun kesadaran akan tanggung jawab kita kepada negara. Tidak ada seorang pun di seluruh dunia yang dengan sukarela membayar pajak.

Namun, harus dibangun keadilan sehingga orang mau melaksanakan kewajibannya. Tanggung jawab pemerintah sendiri bagaimana membuat pajak yang sudah dibayarkan rakyat mampu lebih menyejahterakan masyarakat. Kalau pajak itu mampu dipakai untuk meningkatkan pendidikan rakyat, memperbaiki kesehatan masyarakat, membangun infrastruktur yang melancarkan kegiatan masyarakat, pendapatan masyarakat akan semakin meningkat.

Itulah yang akan membuat rakyat mau menjalankan kewajiban membayar pajak dan bahkan pajak mereka akan lebih tinggi karena pendapatan mereka semakin meningkat. Kita tidak boleh terlena dengan percepatan pertumbuhan pada kuartal II ini. Tantangan yang kita hadapi ke depan masih berat. Belanja pemerintah menghadapi masalah karena rendahnya penerimaan pajak tahun ini. Hingga Juli penerimaan pajak baru mencapai 33% dari target Rp1.360 triliun dan mustahil lima bulan terakhir akan bisa mendapatkan sisanya.

Hal lain yang harus menjadi perhatian, bagaimana pertumbuhan itu bisa dirasakan semua orang. Pengalaman banyak negara termasuk Amerika Serikat, pembangunan yang sekadar mengejar pertumbuhan sangat berbahaya karena menimbulkan kesenjangan. AS pun berupaya mengoreksi arah pembangunan agar lebih inklusif. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika memberikan kuliah umum di depan mahasiswa Universitas Indonesia mengingatkan, persoalan berat yang kita hadapi ialah kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan. Ketiga hal itu hanya bisa dipecahkan apabila melakukan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif.

Tugas pemerintah sekarang, bagaimana mendorong kegiatan pembangunan yang lebih berorientasi kepada pembukaan lapangan pekerjaan. Karena peran itu terutama berada di pundak para pengusaha, pemerintah harus bisa mendorong dunia usaha untuk memperluas lapangan pekerjaan. Dari sanalah kita bisa mengharapkan terjadinya penurunan angka kemiskinan dan akhirnya mengurangi kesenjangan.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima