Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SIDANG Kabinet memutuskan untuk kembali memotong anggaran kementerian dan lembaga, serta transfer ke daerah.
Beratnya kondisi keuangan negara di masa depan membuat pemerintah harus lebih realistis, sehingga penghematan menjadi langkah yang perlu dilakukan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kita harus menerima kenyataan bahwa kondisi perekonomian di masa depan berat.
Perlambatan ekonomi global membuat harga komoditas andalan kita menurun tajam.
Akibatnya, kondisi sektor riil kita ikut terpukul.
Bagi negara, dampaknya sangat terasa dengan penerimaan pajak jauh di bawah target.
Kondisi itu sudah kita rasakan sejak dua tahun terakhir.
Pada 2014, penerimaan pajak Rp100 triliun di bawah target.
Tahun lalu, penerimaan pajak bahkan Rp248,9 triliun di bawah target.
Diperkirakan, tahun ini penerimaan pajak pun kurang Rp219 triliun dari target.
Dengan kondisi seperti itu, tidak ada jalan lain kecuali mengurangi pengeluaran.
Kita tidak mungkin hidup lebih besar pasak daripada tiang.
Pemotongan anggaran perlu dilakukan untuk memberikan pesan kepada pasar bahwa anggaran negara kita terkendali dan kredibel.
Jangan sampai kita dipaksa melakukan penyesuaian anggaran karena dinilai tidak kredibel oleh pasar.
Memang pahit, dalam waktu satu bulan anggaran sudah dikoreksi lagi.
Namun, kita tidak mungkin membiarkan defisit anggaran membengkak karena perekonomian kita berbeda dengan India, misalnya.
Jika dilihat dari ukuran kesehatan anggaran, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia memang hanya 2,5% dari produk domestik bruto, sementara defisit India mencapai 6%.
Namun, kita harus sadar, India mempunyai sistem keuangan lebih baik.
Meski defisit neraca transaksi berjalan 6%, mereka bisa menutupi dari dana dalam negeri karena dana pensiun dan asuransi mereka kuat.
Kita, meski defisit neraca transaksi berjalan hanya 2,5%, menutupnya harus dari aliran dana luar negeri.
Ketika kepercayaan kepada anggaran negara baik, pemerintah tidak akan kesulitan mendapatkan aliran dana masuk.
Namun, ketika APBN dianggap tidak kredibel, bukan hanya aliran dana yang sulit diperoleh, melainkan dana asing yang sudah masuk Indonesia pun akan ke luar.
Kita pernah alami, ketika kepercayaan kepada kemampuan anggaran kita terpuruk pada 2011, tekanan kepada perekonomian kita meningkat.
Banyak dana asing yang keluar Indonesia dan kita melihat bagaimana nilai tukar rupiah anjlok sampai menembus Rp14 ribu per dolar AS.
Sekarang ini, bukan tidak ada orang yang menunggu kondisi seperti itu.
Kenaikan indeks harga saham gabungan kini boleh dikatakan tidak biasa.
Kenaikannya dalam dua pekan terakhir ini terlalu tajam.
Kita menangkap ada tangan-tangan nakal yang mencoba mengambil keuntungan ketika anggaran negara dianggap tidak kredibel.
Atas dasar itu, kita mengapresiasi langkah Menteri Keuangan untuk lebih awal mengantisipasi pemburukan ekonomi di masa depan.
Pemotongan anggaran merupakan upaya untuk membuat APBN tetap kredibel dan menutup peluang bagi orang untuk bisa mengail di air keruh.
Kita tentu tidak perlu kecil hati dengan langkah pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah.
Yang penting, kita mau belajar dari pengalaman dua tahun terakhir ini bahwa kita perlu lebih realistis ketika menyusun anggaran.
Jangan sampai kita terjebak dalam utopianisme, sehingga alpa untuk menangkap perkembangan ekonomi di dunia.
RAPBN 2017 yang akan disampaikan Presiden Joko Widodo harus dibuat lebih membumi agar sesuai dengan kondisi yang tengah terjadi.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved