SBY-Jokowi

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
27/4/2015 00:00
SBY-Jokowi
(Grafis/SENO)
BANGSA ini memerlukan model hubungan presiden dan mantan presiden yang berbeda dengan yang terjadi selama ini. Hubungan terburuk dalam sejarah Republik dialami Bung Karno dan Pak Harto. Hingga akhir hayatnya, Bung Karno dijadikan tahanan politik oleh Pak Harto. Ia tidak pernah diadili, juga tak pernah dinyatakan bebas hingga dimakamkan di Blitar. Sebaliknya, Pak Harto sempat diadili, tapi karena alasan kesehatan, pengadilannya terhenti begitu saja. Dalam sisa hidupnya, ia mengalami empat presiden (BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY), tetapi hingga dimakamkan di Astana Giribangun status tersangkanya tak pernah dicabut.

Cukuplah dua presiden itu mengalami nasib tersandera dan hanya bebas karena campur tangan Tuhan menjemput mereka. Ditambah Gus Dur, cukuplah pula tiga presiden yang diturunkan di tengah jalan dari kursi kekuasaan. SBY sendiri mengakhiri kekuasaannya dengan cantik. Ia presiden terlama di zaman pemilihan langsung. Dalam konteks hubungan presiden dan mantan presiden, setidaknya ada tiga hal yang perlu dikedepankan. Pertama, ia berinisiatif menampilkan enam lukisan presiden mulai Bung Karno hingga SBY yang terpasang di ruang pertemuan utama Istana Bogor.

Mestinya sekarang telah pula terpasang lukisan presiden ke-7 Jokowi. SBY bahkan membangun Museum Kepresidenan Balai Kirti di Istana Bogor dan Istana Yogyakarta. "Generasi bangsa perlu mengetahui jejak perjalanan hidup dan perjuangan para presiden, sekaligus memahami semangat dan tantangan zaman yang dihadapi setiap presiden itu serta kontribusi mereka kepada bangsa dan negara," katanya pada acara peresmian di Istana Bogor (18/10/2014). SBY berpandangan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, setiap presiden berupaya memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Kedua, SBY membuka komunikasi dengan presiden terpilih Jokowi. Hal serupa juga terjadi antara menteri dan Rumah Transisi. Hal itu berkaitan dengan APBN yang masih dalam kewenangan pemerintahan SBY. Ketiga, setelah Jokowi-JK resmi dilantik MPR, keduanya datang berkuda disambut SBY di Istana. Semua itu bentuk kesantunan SBY dan respek kepada lembaga kepresidenan. Sekarang, setelah enam bulan SBY menjadi mantan presiden, perlu dan penting ditambahkan fakta keempat. SBY tegas bersikap pemerintahan Jokowi wajib didukung agar bisa bertugas dengan baik. "Jangan diganggu. Kita berharap, selama lima tahun ini pemerintahan Presiden Jokowi bisa mencetak prestasi supaya rakyat senang," ujarnya dalam Rapat Pimpinan Nasional ke-2 Insan Muda Demokrat Indonesia, Jumat (24/4).

Apa sikap yang mesti diambil Presiden Jokowi? Ia diharapkan tidak menyalahkan kebijakan presiden pendahulunya. "Termasuk pemerintahan yang saya pimpin," ujar SBY. Habibie menyebut Pak Harto gurunya. Namun, hubungan keduanya berakhir buruk. Megawati dan SBY tak bertegur sapa. SBY-Jokowi kiranya bisa menjadi model tersendiri. Klise mengatakan tak ada presiden sempurna. Lagi pula menyalahkan merupakan pekerjaan paling gampang. Bukan kelasnya seorang pemimpin negara berkambing hitam. Bukankah memercik air di dulang tepercik muka sendiri?


Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima