Masela di Darat

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
30/3/2016 05:30
Masela di Darat
(ANTARA/WIDODO S JUSUF)

PRESIDEN Joko Widodo memutuskan pengolahan gas Blok Masela dilakukan di darat. Keputusan yang disampaikan di Pontianak itu mengakhiri polemik yang terjadi sekaligus merevisi keputusan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2010. Ketika itu pemerintah menyetujui plan of development (PoD) dilakukan di laut, dekat sumber gas ditemukan.

Pilihan pengelolaan di darat dilakukan untuk mendorong pembangunan di Maluku. Proyek dengan investasi US$16 miliar atau sekitar Rp200 triliun--menurut hitungan Kemenko Maritim--tersebut akan memberikan efek ekonomi luar biasa bagi daerah, apalagi jika benar ada yang mau berinvestasi di industri lanjutan (pabrik pupuk) di sana.

Menarik menyimak tanggapan masyarakat Maluku terhadap rencana kehadiran proyek raksasa itu di program Bedah Editorial Media Indonesia di Metro TV, Jumat (25/3). Mereka mengapresiasi keputusan pengolahan liquefied natural gas di darat. Persoalan tidak berhenti pada keputusan. Kini, yang harus dilakukan ialah musyawarah dengan pimpinan daerah serta tokoh-tokoh berpengaruh Maluku. Intinya bagaimana proyek itu dilihat sebagai proyek bersama dan bermanfaat bagi seluruh rakyat. Musyawarah itu akan mengarah kepada lokasi yang akan digunakan. Jangan sampai ada kecemburuan antardaerah. Bahkan, bupati harus bisa menjamin tersedianya lahan 800 hektare.

Persoalan teknis penetapan lokasi juga tak bisa diabaikan. Selain membutuhkan struktur tanah padat, dibutuhkan pula kedalaman laut yang cukup. Bagaimanapun lalu lintas LNG butuh pelabuhan memadai, ditopang kedalaman laut yang memungkinkan kapal besar bisa bersandar. Hal kedua yang penting dilakukan ialah penyiapan sumber daya manusia. Pembangunan pengolahan LNG membutuhkan keterampilan tinggi karena menuntut presisi tinggi. Demikian pula ketika pengelolaan dijalankan saat proyek beroperasi pada 2024. Kalau masyarakat Maluku ingin jadi bagian pembangunan dan pengelolaan, enam tahun ini harus dipakai untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Hal lain yang harus menjadi perhatian ialah pelaksanaan seluruh proyek. Kini operator Blok Masela, Inpex Corporation dan Shell, harus membuat ulang PoD. Rencana pengembangan ini akan diikuti pembuatan front-end engineering and design (FEED) yang akan menjadi acuan pengadaan barang dan konstruksi fasilitas pengilangan LNG. Semua biaya, mulai pengadaan tanah, pembangunan pelabuhan, sampai konstruksi, memang akan dibayar terlebih dahulu oleh kontraktor. Namun, semua pengeluaran itu harus dibayar kembali oleh negara dan biasanya diperhitungkan dari pendapatan yang diperoleh dari penjualan LNG kelak.

Terakhir, yang harus menjadi perhatian, akan digunakan untuk apa LNG yang dihasilkan kelak? Ada sekitar 7,5 juta ton per tahun LNG yang akan dihasilkan Blok Masela. Berbeda dengan minyak yang produksinya bisa disimpan sehingga tidak bergantung pada pembeli, LNG harus jelas dulu terkait dengan pembelinya sebelum diproduksi. Proyeksi kebutuhan energi harus bisa kita petakan. Kita harus mempunyai gambaran kebutuhan gas dalam negeri enam tahun ke depan. Pemanfaatan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat tidak hanya diukur dari devisa yang diperoleh, tetapi juga ketika sekarang kita menjadi net importir. Penggunaan sebesar-besarnya untuk kebutuhan dalam negeri merupakan keuntungan bagi seluruh rakyat. Itulah pekerjaan rumah kita ke depan.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.