Heboh Online

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
26/3/2016 06:00
Heboh Online
(Foto Istimewa)

SELASA (22/3) lalu, Jakarta nyaris lumpuh. Ribuan pengemudi taksi berunjuk rasa memprotes pemerintah yang membiarkan taksi online bebas beroperasi. Unjuk rasa itu tak hanya melumpuhkan jalan utama Jakarta, tetapi juga berubah menjadi anarkistis. Apa yang membuat para pengemudi taksi mengamuk? Penyebabnya karena periuk nasi mereka terganggu. Ketika ada hal yang mengancam kehidupan keluarga, orang bisa bertindak irasional. Seberapa besar pendapatan pengemudi taksi berkurang? Kata mereka sekitar 30% sejak taksi online hadir. Pengguna taksi beralih karena tarif taksi online lebih murah. Bagi pengusaha, penurunan pendapatan hanya memengaruhi besarnya keuntungan.

Namun, bagi pengemudi, penurunan sepertiga pendapatan mengganggu kelangsungan hidup keluarga mereka. Pada tempatnya apabila pemerintah turun tangan mengayomi rakyatnya. Rakyat bukan hanya mereka yang membutuhkan angkutan nyaman dan murah, melainkan juga para pengemudi taksi dan pengusaha taksi. Tugas pemerintah menciptakan persaingan setara dan adil. Penetapan tarif taksi yang lebih murah harus didasarkan pada efi siensi, bukan karena yang satu harus membayar biaya uji kendaraan dan pajak, sedangkan yang lain tidak. Di banyak negara, taksi online menimbulkan persoalan karena mereka masuk industri pelayanan jasa angkutan umum dengan menggunakan identitas berbeda. Baik Uber maupun Grab mengaku sebagai perusahaan pemberi layanan online, bukan perusahaan taksi.

Mereka memang tidak memiliki mobil yang ditawarkan kepada konsumen. Mobil dimiliki individu-individu yang bergabung di bawah Uber atau Grab. Baik Uber maupun Grab mempertemukan pemilik mobil dengan konsumen yang membutuhkan melalui aplikasi yang mereka miliki. Sebagai individu, pemilik mobil tidak perlu harus mendaftarkan diri sebagai kendaraan umum. Mereka merasa tidak perlu melakukan uji kelaikan angkutan umum karena mobilnya sudah standar pabrikan. Mereka merasa tidak perlu memiliki surat mengemudi kendaraan umum karena hubungan dengan pengguna lebih bersifat pribadi. Ketika semua berjalan baik dan tidak ada kecelakaan, tidak ada persoalan dalam transaksi pelayanan tersebut. Namun, ketika ada musibah yang tidak diinginkan, persoalan akan timbul. Bagaimana tanggung jawab perusahaan pelayanan jasa tersebut kepada konsumennya? Itulah yang membuat beberapa negara melarang keberadaan taksi online. Mereka mewajibkan taksi online untuk mendaftar sebagai perusahaan taksi apabila ingin menawarkan jasa pelayanan angkutan umum.

Pemerintah gamang menghadapi protes pengemudi taksi karena dalam kasus Go-Jek, Presiden Jokowi sempat menganulir kebijakan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Dengan alasan Go-Jek dibutuhkan masyarakat, Presiden meminta penerapan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tidak kaku. Salah satu tugas pemerintah ialah menciptakan keamanan dan ketertiban. Tidak mungkin pemerintah mengajari rakyat tidak patuh aturan. Jika pemerintah terus-menerus menerabas aturan, berarti pemerintah mengajarkan ketidakpatuhan kepada publik. Rupanya pemerintah menyadari kekeliruannya. Hanya, pemerintah meyadari mereka tak bisa juga melawan perkembangan teknologi. Kebijakan menetapkan moratorium sambil mengharuskan taksi online terdaftar sebagai perusahaan pelayanan jasa angkutan umum merupakan jalan tepat. Kita tidak boleh menutup kompetisi. Kita juga tidak bisa menghalangi kemajuan teknologi. Namun, negara harus menciptakan persaingan sehat. Ini momentum bagi kita melakukan transformasi dari ekonomi berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi berbasis jasa.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.