Steakhouse dan Gratifikasi

Saur Hutabarat/Dewan Redaksi Media Group
01/2/2016 05:00
Steakhouse dan Gratifikasi
Najib Tun Razak/Perdana Menteri Malaysia(AFP/TIMOTHY A. CLARY)

RUMOR menerpa Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak.

Melalui sebuah blog anonim, dilansir kabar PM Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, makan malam di steakhouse terkemuka menghabiskan RM19.284,80 atau sekitar Rp60 juta.

Mereka menikmati 2 kg matsusaka wagyu, marinade, sayuran, kentang, dan buah. Di Jepang, daging sapi matsusaka merupakan satu dari tiga top brand.

Kabar yang dilansir Minggu (24/1) itu juga memuat sebuah daftar makanan yang dipersiapkan di Sri Perdana, kediaman resmi perdana menteri, pada 21 Januari.

Informasi itu 'disantap' 14 ribu pengunjung Facebook.

Para netizen mengkritik perilaku bersantap sang PM dan istri di tengah kenaikan biaya hidup yang harus ditanggung rakyat. Tentu saja kabar itu dibantah Me'nate Steak Hub yang menyesalkan kenapa restorannya ikut dipolitisasi.

Yang bukan rumor ialah mengenai uang US$681 juta, atau Rp9 triliun lebih, masuk ke rekening pribadi Najib.

Jaksa Agung Malaysia Mohamed Apandi Ali mengumumkan uang itu tidak berkaitan dengan Najib selaku PM. Uang itu bukan gratifikasi, bukan pula hasil korupsi.

Uang itu masuk ke rekening pribadi Najib sebelum Pemilihan Umum 2013. Itu pemberian pribadi keluarga Raja Saudi, yang tidak ada urusan dengan kapasitas Najib sebagai perdana menteri.

Apa kata Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC), KPK-nya Malaysia? Ketua MACC Abu Kassim Mohamed menyatakan tidak mempersoalkan keputusan Jaksa Agung (The Straits Times, 27/1).

Kenapa? Karena menurut konstitusi, Jaksa Agung satu-satunya pemilik kekuasaan penuntutan. Jaksa Agung punya hak diskresi untuk tidak menuntut.

PM Najib diterjang isu korupsi sejak koran Wall Street Journal pada Juli tahun lalu membongkar perihal uang US$700 juta di rekening pribadinya. Uang itu ditengarai hasil korupsi di badan usaha milik negara, Malaysia Development Berhad.

Kasus itu hendak diusut Abdul Gani Patail, jaksa agung kala itu, yang kemudian terhenti karena PM Najib langsung mencopotnya (2015).

Patail menjadi jaksa agung 13 tahun. Dialah yang membawa ke pengadilan kasus sodomi Anwar Ibrahim (1998). Ia digantikan Mohamed Apandi Ali.

Kini terbukti, jaksa agung baru, atas nama konstitusi, dapat melindungi aliran dana yang masuk ke rekening perdana menteri. Di situlah letak perbedaannya dengan Indonesia.

Di negeri ini, KPK tidak ada dalam konstitusi, tetapi kekuasaannya lebih menakutkan ketimbang jaksa agung. KPK juga memiliki kekuasaan penuntutan, menyebabkan kejaksaan bukan lagi satu-satunya pemilik kekuasaan penuntutan.

Semua itu gara-gara dahsyatnya korupsi di negeri ini, tergolong terparah di dunia, sehingga perlu superbodi untuk memberantasnya. Penegak hukum yang ada dinilai tak berdaya.

Penilaian itu segera berubah, apabila Kejaksaan Agung terbukti bertindak keras dan tegas terhadap Setya Novanto dalam kasus 'papa minta saham'.

Kasus uang pemberian keluarga Raja Saudi ke rekening pribadi Najib membuat saya meragukan posisi Malaysia dalam indeks persepsi korupsi, yang selalu lebih bagus daripada Indonesia.

Yang terbaru, Malaysia menempati peringkat ke-54, sedangkan Indonesia di peringkat ke-88 dari 167 negara. Kiranya tidak berlebihan mengatakan indeks persepsi korupsi Malaysia itu lebih indah daripada aslinya.

Jikalau kasus uang pemberian keluarga Raja Saudi itu terjadi di negeri ini, Rp9 triliun masuk ke rekening pribadi siapa pun yang menjadi presiden, sekalipun sebelum pilpres, bisa dipastikan istana didemo besar-besaran dan habis-habisan.

KPK menunjukkan taringnya yang tertajam di bumi. DPR riuh rendah bersidang. Presiden pun bakal dilengserkan. Semua itu jikalau.

Untung Najib memimpin Malaysia, jika di sini, 'selesai' dia.

Terus terang, dalam pemberantasan korupsi, Indonesia ternyata masih lebih baik.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima