Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

26/1/2026 05:00
Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan. Ketika pengawasan hanya menjadi dekorasi birokrasi, korupsi menemukan ruang nyaman di daerah. Buktinya sangat telanjang. Belum setahun dilantik, sebanyak delapan pemimpin daerah terseret oleh kasus rasuah.

Delapan kepala daerah itu dilantik serentak pada 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta. Enam di antaranya ditangkap KPK sepanjang 2025. Dua lainnya menyusul pada pertengahan Januari 2026. Kasus terbaru ialah penangkapan Wali Kota Madiun dan Bupati Pati pada 19 Januari 2026. Daftar itu menyimpulkan bahwa sistem pencegahan korupsi di daerah tidak bekerja. Mati suri.

Kesimpulan itu diperkuat oleh data Indonesia Corruption Watch (ICW). Sepanjang 2010-2024, tercatat 356 kepala daerah terjerat oleh korupsi. Angka itu bukan sekadar statistik kejahatan, melainkan juga potret kegagalan pengawasan yang dibiarkan berulang dari satu rezim kekuasaan ke rezim kekuasaan berikutnya.

Ironisnya, lembaga pengawasan sebenarnya tidak pernah absen. Di luar pemerintah ada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Di dalam pemerintahan terdapat APIP yang mencakup BPKP, inspektorat jenderal kementerian, serta inspektorat provinsi dan kabupaten/kota. Namun, keberlimpahan lembaga tidak otomatis menghadirkan efektivitas pengawasan.

Laporan BPK kerap berakhir di laci DPR. Sementara itu, pengawasan internal justru berubah fungsi menjadi arena kompromi. Pengawasan tidak mencegah kebocoran, tetapi ikut menikmati alirannya. Tak jarang objek pengawasan diperebutkan untuk dijadikan ATM berjalan.

Harus diakui secara jujur, APIP belum efektif mencegah kebocoran keuangan negara. Di banyak daerah, inspektorat bahkan menjadi bagian dari masalah. Lembaga itu kerap dijadikan tempat parkir aparatur sipil negara yang dianggap bermasalah atau tidak sejalan dengan kepala daerah. Dengan cara itu, kepala daerah sengaja melemahkan pengawasan mereka sendiri demi memuluskan niat jahat menggarong anggaran.

Masalahnya bersifat struktural. APIP daerah berada di bawah sekretaris daerah yang merupakan orang kepercayaan kepala daerah. Rekomendasi pengawasan pun berhenti di meja sekda tanpa daya paksa dan tanpa kemauan politik untuk ditindaklanjuti. Dalam kondisi seperti itu, mustahil berharap APIP berfungsi independen. Pengawas berada di bawah kendali pihak yang diawasi, ada konflik kepentingan.

Membubarkan lembaga pengawasan jelas bukan solusi. Yang dibutuhkan ialah perombakan desain. ICW mendorong perancangan ulang fungsi pengawasan internal agar terpisah dari kekuasaan pemerintah daerah. Tujuannya jelas, yaitu membebaskan pengawasan dari konflik kepentingan.

Pandangan serupa disampaikan oleh KPK. Ketua KPK Setyo Budiyanto menilai posisi inspektorat daerah di bawah sekretaris daerah tidak ideal untuk menjalankan fungsi pengawasan yang efektif dan independen. KPK merekomendasikan penguatan inspektorat daerah melalui restrukturisasi, baik dengan penarikan ke pusat maupun dukungan langsung dari pemerintah pusat, agar inspektorat tidak lagi berada di bawah intervensi pihak yang diawasi.

Idealnya, APIP daerah ditarik ke pusat. Secara hierarki, APIP dapat ditempatkan di bawah Kementerian Dalam Negeri. Namun, jika menimbang fungsi dan independensi, penempatan di bawah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi lebih masuk akal. Di bawah kementerian itu, penguatan kelembagaan dan profesionalisme APIP dapat dilakukan tanpa subordinasi politik kepada kepala daerah.

Wacana menarik APIP ke pusat sebenarnya sudah lama. Sayangnya, ia berulang kali berhenti di ruang rapat koordinasi antarkementerian dan KPK. Negara mengetahui masalahnya, tetapi ragu mengambil keputusan dan korupsi jalan terus.

Korupsi bukan semata soal moral kepala daerah, melainkan juga kegagalan desain pengawasan. Selama pengawas ditempatkan di bawah kuasa yang diawasi, negara hanya berpura-pura hadir. Selama kepura-puraan itu dibiarkan, korupsi akan terus tumbuh, bahkan ikut dilantik bersama kepala daerah baru.

 



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.