Kepala Daerah Disandera Cukong

10/11/2025 05:00
Kepala Daerah Disandera Cukong
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

BELUM genap setahun sejak dilantik, tiga kepala daerah sudah ditangkap KPK. Mengapa para kepala daerah yang baru menjabat sejak 20 Februari 2025 justru menceburkan diri ke dalam kubangan korupsi?

Ketiganya ialah Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, Gubernur Riau Abdul Wahid, dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Mereka terjaring dalam operasi tangkap tangan oleh KPK.

Semakin panjang saja daftar kepala daerah terlibat dalam korupsi. Data KPK menyebutkan sudah ada 171 bupati dan wali kota yang terjerat oleh kasus korupsi, untuk gubernur sudah ada 30 orang.

Data itu juga mengonfirmasi adanya kondisi darurat korupsi di daerah. Tidak main-main, sekitar 51% kasus yang ditangani KPK saat ini terkait dengan korusi di daerah.

Akar masalahnya sangat jelas, yaitu biaya pilkada yang terlampau mahal. Kepala daerah yang menjabat seumur jagung itu melakukan korupsi untuk mengisi kembali pundi-pundi kekayaan yang dikuras habis guna membiayai pemenangan pilkada.

Ibarat peribahasa besar pasak daripada tiang. Biaya yang dikeluarkan untuk memenangi pilkada melebihi batas kemampuan. Hasil penelitian KPK 2017 menyebut 82,3% calon kepala daerah dibantu pendanaan sponsor.

Kajian Kemendagri 2015 menyebutkan biaya yang dikeluarkan untuk menjadi bupati/wali kota sekitar Rp20 miliar-Rp30 miliar, gubernur sekitar Rp20 miliar-Rp100 miliar. Padahal, pendapatan rata-rata gaji kepala daerah hanya sekitar Rp5 miliar selama satu periode.

Pos pengeluaran saat pilkada dimulai dari pencalonan di tingkat partai seperti biaya konsolidasi, biaya mahar, dan menyewa konsultan untuk pencitraan diri. Ada biaya kampanye, biaya saat pemilihan, termasuk beli suara dan biaya saksi. Setelah pilkada, masih ada biaya jika terjadi perselisihan untuk membayar pengacara.

Fakta yang disodorkan dari hasil penelitian KPK menyebutkan terdapat calon kepala daerah mengeluarkan dana pilkada melebihi harta kas dan total harta kekayaan. Kekurangan dana itu ditanggung cukong yang besarannya melebihi 50% dari total biaya yang dikeluarkan saat pilkada.

Tidak ada makan siang gratis, tidak ada sumbangan cukong tanpa mengharapkan balasan. Pada titik itu terjadi pemufakatan jahat. Sebagian besar calon kepala daerah memenuhi permintaan cukong terkait dengan perizinan bisnis, kemudahan untuk ikut serta tender, dan keamanan dalam menjalankan bisnis.

Modus korupsi yang paling sering, pertama, pemerasan dalam proses mutasi dan promosi. Kedua, benturan kepentingan dalam proses pengadaan barang dan jasa, terutama infrastruktur.

Yang terkait dengan korupsi infrastruktur, menurut studi Bank Dunia, ialah mark-up yang sangat tinggi mencapai 40%. KPK mencatat, dalam sebuah kasus korupsi infrastruktur, dari nilai kontrak 100%, ternyata nilai riil infrastruktur hanya tinggal 50%, sisanya lenyap di tangan para pemburu rente.

Korupsi infrastruktur sudah terjadi dari tahapan perencanaan, proses pengadaan, hingga pelaksanaan. Di tahap perencanaan, koruptor sudah mencari celah terkait dengan kepastian anggaran, fee proyek, atau cara mengatur pemenang tender. Pada pelaksanaan, terjadi manipulasi laporan pekerjaan atau pekerjaan fiktif, menggerogoti uang negara.

Sejatinya para kepala daerah terjebak dalam lingkaran pemodal, yang kemudian menuntut imbal balik berupa proyek. Itulah akar dari banyak kasus korupsi di daerah. Kepala daerah tidak lagi melayani rakyat, tapi mengabdi kepada cukong politik mereka.

Korupsi kepala daerah bukan lagi sekadar kegagalan moral individu, melainkan juga konsekuensi sistem politik mahal yang memaksa pejabat publik berutang sejak sebelum berkuasa.

Selama pilkada ditanggung modal raksasa, kepala daerah akan terus terseret dalam jerat cukong. Pemenang pilkada sejati ialah pemodal, kepala daerah cuma boneka yang dipaksa korupsi untuk menutup utang politik mereka.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.