Ijazah Disita, Ijazah Ditunjukkan

30/10/2025 05:00
Ijazah Disita, Ijazah Ditunjukkan
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SUDAH tiga kali saya menulis dalam forum ini tentang perkara ijazah Pak Jokowi. Mungkin membosankan, tapi apa boleh buat karena kasus sepele itu nyatanya berlarut-larut hingga detik ini. Belum jelas kapan terselesaikan, yang ada malah pembelaan demi pembelaan yang justru menebalkan pertanyaan.

Silang pendapat ihwal asli atau tidaknya ijazah Jokowi sudah berlangsung lama, sangat lama. Tidak cuma hitungan hari, minggu, atau bulan, tapi juga tahunan. Ia boleh jadi bisa disudahi jika Pak Jokowi berbesar hati, menunjukkan ijazah yang dipersoalkan sejumlah kalangan dan mempersilakannya untuk diuji.

Namun, Pak Jokowi belum juga berkenan dengan cara gampang itu. Dia memilih jalur hukum, yang ironisnya prosesnya bak siput lumpuh. Lambat, amat lambat. Tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik yang dia laporkan ke Polda Metro Jaya sudah masuk tahap penyidikan, Juli lalu, tapi hingga kini masih gelap kelanjutannya. Jangankan diserahkan ke kejaksaan, nama-nama tersangkanya belum ditetapkan. Ada apa?

Begitulah, perdebatan asli atau tidaknya ijazah Jokowi terus saja menyesaki ruang publik. Ia masih mendominasi perbincangan dunia maya. Perang kata-kata tak berkesudahan antara pihak yang berseberangan.

Siapa yang benar? Itulah masalahnya. Publik kiranya perlu punya dada jembar untuk menunggu kepastian. Dalam perkara ini, Pak Jokowi masih ogah bersikap negarawan. Penyelesaian secara hukum pun entah kapan.

Yang ada justru masalah baru. Masalah yang dibuat oleh loyalisnya, entah sadar atau tidak, entah sengaja atau kebetulan. Masalah terkini ialah pengakuan para petinggi Projo bahwa mereka telah diperlihatkan ijazah oleh Pak Jokowi.

Projo singkatan dari Pro Jokowi. Sesuai dengan namanya, mereka ialah barisan relawan pendukung Jokowi. Pada Jumat (24/10), mereka sowan ke rumah Jokowi di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta, dipimpin langsung oleh Ketua Umum Budi Arie Setiadi. Dalam kunjungan untuk mengundang Pak Jokowi membuka Kongres ke-3 Projo, 1-2 November nanti, itulah mereka mengaku melihat langsung ijazah sang pujaan.

Wakil Ketua Umum Projo Freddy Alex Damanik bilang, Jokowi menunjukkan langsung ijazahnya kepada pengurus Projo. ''Dari dekat kami lihat sendiri ijazah itu ada dan tidak terbakar seperti isu-isu yang beredar,'' ujarnya. Tak ada alasan lagi untuk meragukan keaslian ijazah yang diterbitkan oleh UGM dan masih dipegang langsung oleh Jokowi itu." Begitu kata dia.

Budi Arie yang belum lama dicopot dari menteri koperasi menguatkan Freddy. Dia memastikan bahwa ijazah yang ditunjukkan Jokowi ialah dokumen asli. Dia meminta publik tak lagi memperdebatkannya.

Betulkah Jokowi menunjukkan ijazahnya ke Projo? Aslikah ijazah itu? Itulah masalahnya. Masalah, karena konon ijazahnya sudah disita polisi. Penyitaan itu dilakukan pada 23 Juli lalu ketika Jokowi menjalani pemeriksaan di Mapolerta Surakarta oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Jokowi sendiri yang menyampaikan penyitaan itu seusai dengan pemeriksaan. Yang disita ijazah SMA dan S-1. Sehari berikutnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengamini. Kalau memang disita, kenapa ijazah kini masih dalam genggaman Jokowi? Bingung, kan?

Begitulah, maunya membela, tapi malah memantik tanda tanya. Maksud hati meyakinkan kebenaran, yang didapat justru menguatnya keraguan. Ada beberapa kemungkinan terkait dengan kisah ijazah Jokowi di depan Projo.

Pertama, memang benar Jokowi memperlihatkan ijazahnya ke Budi Arie dkk. Pertanyaannya, kenapa Jokowi kemudian ogah melakukan hal serupa dalam proses mediasi gugatan citizen lawsuit di PN Kota Surakarta, dua hari lalu. Alasannya, penggugat bukan aparat penegak hukum sehingga tak punya kewenangan untuk meminta ijazah. Karena tak capai kata sepakat, mediasi pun berakhir zonk.

Pertanyaan berikutnya, kenapa ijazah kini ada di Jokowi? Betul bahwa barang bukti sitaan bisa dikembalikan asalkan kepentingan penyidikan dan penuntutan sudah tidak memerlukan lagi. Atau, lantaran perkara tidak jadi dituntut. Atau, karena putusan pengadilan yang memerintahkan pengembalian.

Apakah penyidik Polda Metro Jaya tak lagi membutuhkan ijazah Pak Jokowi? Jika begitu adanya, kapan ijazah dikembalikan? Itulah deretan pertanyaan yang beraroma kecurigaan.

Kemungkinan lainnya, jangan-jangan ijazah Pak Jokowi tidak disita meski pernah dinyatakan disita. Jika itu yang terjadi, memprihatinkan nian penegakan hukum di negeri ini.

Kemungkinan lainnya lagi, jangan-jangan Budi Arie dkk berbohong. Bahwa Jokowi tidak menunjukkan ijazahnya, tapi disebut memperlihatkan. Bahwa ijazah itu sejatinya masih dalam penguasaan polisi, tapi dinarasikan sudah dikembalikan ke Pak Jokowi. Tujuannya, apa lagi kalau bukan untuk menegaskan bahwa Jokowi memang punya ijazah dan asli?

Sebagai loyalis, pendukung kelas berat, wajar-wajar saja mereka mati-matian membela tokoh yang dipuja. Sah-sah pula mereka tak rela sang idola terus dicerca. Namun, apa yang mereka lakukan kali ini kiranya justru sebuah blunder. Setidaknya dari tiga kemungkinan di atas, semua punya konotasi negatif ke Jokowi.

Bicara logika, nyaris tak ada ruang untuk meragukan jaminan UGM bahwa Jokowi memang alumnus Gadjah Mada. Namun, model-model pembelaan seperti itu bisa membuat orang menjadi tak percaya bahwa ijazah Jokowi benar adanya.

 



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.