Noel Tabola-bale Sidak, Pemerasan

25/8/2025 05:00
Noel Tabola-bale Sidak, Pemerasan
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

CERDAS atau dungu seseorang bisa dilihat dari kesalahan yang dibuatnya. Orang cerdas membuat kesalahan baru, sedangkan orang dungu melakukan kesalahan itu-itu saja, korupsi misalnya. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Emmanuel Ebenezer alias Noel menampilkan kesalahan yang mana?

Noel sebagai pembantu presiden ke-15 yang terjerat oleh kasus korupsi terhitung sejak pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Mestinya, menteri/wakil menteri (wamen) menjauhi korupsi, keledai saja tidak masuk lubang yang sama.

Jujur diakui bahwa Noel ialah sosok yang fenomenal. Kariernya melejit dari semula pengemudi ojol menjadi wamenaker dan berujung di KPK. Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Noel dari jabatan wamenaker pada 22 Agustus 2025.

Noel ditangkap KPK bersama 13 orang lainnya pada 20 Agustus 2025. Barang bukti yang disita cukup fantastis, selain uang tunai, 15 kendaraan roda empat dan tujuh kendaraan roda dua. KPK menyebut Noel menerima Rp3 miliar dari hasil pemerasan.

Selama menjabat wamenaker sekitar 10 bulan, Noel dikenal sebagai pendekar isu-isu keselamatan kerja. Ironisnya, ia disangkakan melakukan pemerasan terkait dengan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Noel gagal menata keselamatan dirinya yang berujung di rumah tahanan KPK.

Sejauh ini KPK belum membeberkan perusahaan-perusahaan yang diperas Noel. Publikasi kegiatan Noel selama ini lebih banyak terkait dengan sidak (inspeksi mendadak) ke perusahaan di berbagai daerah. Sidak yang mestinya menjadi solusi malah membuka lorong-lorong gelap menuju pemerasan.

Peran spesifik Noel diungkap KPK pada konferensi pers 22 Agustus 2025. Noel disebut mengetahui praktik korupsi di kementeriannya dan secara sadar membiarkannya terus berjalan, hingga akhirnya turut meminta bagian dari hasil kejahatan. Ia memerankan diri seolah-olah pendekar buruh, tapi demi rupiah.

Wamen sejatinya menyelesaikan persoalan, menghadirkan solusi. Untuk dapat menyelesaikan persoalan, wamen harus mengetahui duduk persoalan sesungguhnya dengan hadir dan melihat langsung ke lapangan. Dalam bahasa yang populer sekarang, pejabat negara harus gemar sidak.

Sidak bukanlah terminologi yang sama sekali baru. Sering dipakai pada masa Orde Baru selain turba, turun ke bawah. Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, mereka memakai istilah blusukan. Sidak, turba, blusukan bagian dari incognito mode (mode penyamaran).

Makna incognito mulai bergeser sejak presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Incognito dijadikan sebagai instrumen pembentukan citra positif pejabat publik. Sidak tidak lagi dilakukan secara diam-diam untuk menemukan masalah kemudian dicarikan solusinya. Pejabat melakukan sidak dengan membawa wartawan sehingga lebih heboh sidak ketimbang solusinya.

Kegiatan sidak yang dilakukan Noel dimuat di akun Youtube Immanuel Ebenezer Official. Ada 264 video diunggah di sana. Sekitar 18 jam sebelum ditangkap KPK, Noel mengunggah video berjudul Sidak Pabrik Odol Depok, Buruh Terima Cek Bodong.

Pabrik tersebut diduga memberi cek palsu kepada karyawan untuk membayar gaji mereka. Tampak dalam video saat Noel berkunjung ke pabrik dan menemui para buruh. Noel juga sempat menelepon salah satu pejabat perusahaan tersebut untuk menyampaikan protes.

Kini, Noel sudah ditetapkan sebagai tersangka. KPK menggunakan Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal 12 menyebutkan ancaman dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Ancaman maksimal yang menanti Noel ialah penjara seumur hidup. Tentu saja Noel maju tak gentar karena dirinya pernah mendukung hukuman mati untuk koruptor.

Seusai dipanggil Prabowo pada 15 Oktober 2024, Noel yang mengaku sebagai aktivis 98 itu tidak ingin pemerintahan Prabowo dirusak para koruptor. “Kami tidak mau pemerintahan awal Prabowo dirusak oleh 'Brutus', para klepto.”

Brutus dikenal terkait dengan pengkhianatan politik. Noel pun dikenal sebagai pendukung garis keras Joko Widodo saat mencalonkan diri sebagai presiden. Ia sempat mendukung calon presiden Gandjar Pranowo sebelum berlabuh di kubu Prabowo.

Kini, Noel mengkhianati cita-cita Prabowo memerangi korupsi. Apakah dia menjadi 'Brutus'? Dia ialah anggota Kabinet Merah Putih yang pertama ditangkap KPK terkait dengan korupsi.

Jabatan dan kekuasaan memang menggoda, sangat menggoda. Pilihan selama menjabat ialah harta atau nama baik. Rupanya Noel memilih mengumpulkan harta ketimbang menjaga nama baik meski kekayaannya sudah mencapai sekitar Rp17 miliar.

Bukan Noel namanya jika tidak memantik kontroversi atas lisan dan tindakannya. Ketika tangannya diborgol, Noel sempat nangis lalu tersenyum kemudian mengepalkan tangan. Masih sempat-sempatnya ia meminta amnesti kepada Presiden Prabowo.

Lisan dan tindakan pejabat hendaknya selaras, jangan lisan sein kiri, tapi tindakan belok kanan. Aturannya akal pejabat selalu mendahului lisan dan tindakan. Noel bikin aturan itu tabola-bale (terbolak-balik), menyatukan sidak dan pemerasan.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.