IHSG

IHSG
02/1/2016 00:00
IHSG
(Grafis Seno)
TAHUN baru telah tiba. Optimisme pantas untuk kita gaungkan agar kita lebih bersemangat. Namun, kita perlu bekerja keras menggapai harapan yang lebih baik, karena tantangan yang kita hadapi di 2016 tidak lebih mudah dibandingkan tahun lalu. Kita sudah merasakan bagaimana kesulitan yang kita hadapi tahun lalu. Kegiatan bisnis untuk pertama kalinya merasakan pertumbuhan yang negatif dalam 10 tahun terakhir. Hal itu terefleksi dari kinerja di pasar modal. Bursa Efek Indonesia selama 6 tahun terakhir selalu menjadi pasar modal yang memberikan return terbaik di kawasan Asia Pasifik.

Pada 2014, indeks harga saham gabungan tumbuh di atas 20% dan berada pada peringkat kelima terbaik di Asia Pasifik. Pada penutupan 30 Desember 2015, untuk pertama kalinya IHSG tumbuh negatif. Apabila pada penutupan 2014, IHSG bisa bertengger di angka 5.226,95, pada penutupan kemarin terperosok ke angka 4.593,01. Tidak tanggung-tanggung penurunannya lebih dari 12%. Hal ini merupakan cerminan perekonomian kita yang menciut. Hampir di semua bidang usaha mengalami kontraksi. Apalagi untuk bidang usaha berbasis komoditas yang harganya mencapai titik terendah tahun lalu.

Tidak usah heran apabila nilai ekspor 2015 juga merosot dan akibatnya keuntungan pun menurun. Beruntung nilai impor menurun lebih tajam sehingga pada 10 bulan pertama 2015 kita masih mengalami surplus perdagangan. Indikator lain yang bisa dilihat ialah tidak tercapainya target penerimaan pajak. Memang untuk pertama kalinya penerimaan pajak menembus Rp1.000 triliun. Namun, itu bukan dari kegiatan bisnis, tetapi upaya Direktorat Jenderal Pajak untuk  mengais-ngais penerimaan. Beberapa perusahaan diminta untuk melakukan pembetulan surat pajak tahunan agar ada penambahan pembayaran yang bisa dilakukan.

Demikian pula pembayar pajak perorangan diperiksa agar ada tambahan yang diterima. Dengan itu pun penerimaan pajak 2015 diperkirakan tetap kurang sekitar Rp200 triliun dari target. Ini tentunya memberi tekanan kepada APBN yang sangat diandalkan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut tahun ini. Setidaknya sampai semester I 2016 kita perlu kerja ekstrakeras. Harapan Presiden Joko Widodo bahwa sejak Januari proyek infrastruktur bisa berjalan, benar-benar mampu direalisasikan. Berbagai tender yang sudah dilakukan November lalu, langsung bisa dilaksanakan.

Delapan paket kebijakan yang sudah dikeluarkan tahun lalu harus bisa dijalankan. Berbagai kemudahan yang dijanjikan harus diberikan agar dunia usaha bisa bergerak. Dengan itu, investasi diharapkan bisa melengkapi kontribusi belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat dalam mendorong pertumbuhan. Memang ada yang mengingatkan, ketika pasar dunia masih tertekan, itu sulit untuk mengharapkan investasi dalam nilai yang besar karena ekspor sulit diandalkan sebagai penyerap produksi. Di sinilah diharapkan pemerintah menjadikan pasar dalam negeri sebagai kompensasinya.

Untuk itu diperlukan kejelian pemerintah untuk menyeimbangkan antara upaya meningkatkan penerimaan pajak dan mendorong konsumsi masyarakat. Apabila pemerintah terlalu berambisi mengejar penerimaan pajak, seperti pengalaman tahun lalu, konsumsi masyarakat tertekan. Pemerintah perlu memberikan kelonggaran terlebih dulu agar bisnis bergerak daripada mementingkan penerimaan negara. Sekali lagi kondisi dunia masih diliputi ketidakpastian.
Meski ada tanda-tanda pemulihan, perekonomian AS, Eropa, Jepang, dan Tiongkok sebagai partner dagang utama kita, masih diliputi ketidakjelasan.  Dalam kondisi seperti ini, kita harus menyelamatkan perekonomian kita terlebih dulu dan pasar serta konsumen dalam negeri sebagai andalannya.


Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima