Jual Beli WTP

Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group
29/4/2022 05:00
Jual Beli WTP
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SIAPA yang tak suka dengan yang mulus-mulus? Kulit mulus, mobil mulus, dan suami atau istri mulus adalah idaman semua orang. Bahkan untuk mendapatkan yang mulus-mulus, tidak sedikit yang berani menggelontorkan banyak fulus.

Itulah kodrat manusia. Di ranah penyelenggaraan negara pun, pejabat suka yang mulus-mulus. Kinerja mereka ingin terlihat mulus. Termasuk soal tata kelola keuangan dan pemerintahan.

Karena itu, opini termulus dari auditor negara bernama Badan Pemeriksa Keuangan menjadi incaran mereka. Di situs www.bpk.go.id disebutkan ada empat opini yang biasa diberikan BPK dari hasil pemeriksaan atas laporan keuangan lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Pertama ialah WTP. Wajar tanpa pengecualian. Istilah kerennya unqualified opinion. Opini ini menyatakan bahwa laporan keuangan entitas yang diperiksa menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Kedua, WDP atau wajar dengan pengecualian (qualified opinion).

Ketiga, TW alias tidak wajar (adversed opinion). Keempat, TMP, yakni tidak memberikan pendapat (disclaimer opinion).

Dari keempat jenis opini tersebut, WTP yang paling mulus, paling apik, paling glowing. Ia menjadi dambaan setiap pejabat. Saking kesengsemnya pada predikat WTP, ada yang nekat menempuh cara tercela untuk memetiknya. Membeli, itulah yang dilakukan. Kebetulan ada yang menjual. Itulah, profesi sampingan, profesi menyimpang dari pemeriksa BPK. Klop sudah untuk sama-sama berbuat rasuah.

Jual beli WTP bukan mitos lagi. Ia fakta. Buktinya kembali mengemuka dengan ditangkapnya Bupati Bogor Ade Yasin oleh KPK, Selasa (26/4). Ditersangkakan pula Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam, Kasubbid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah, dan PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik.

Dari BPK Perwakilan Jawa Barat, empat orang juga jadi pesakitan KPK. Mereka ialah Anthon Merdiansyah, Arko Mulawan, Hendra Nur Rahmatullah Karwita, dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah, selaku pemeriksa.

Tuduhan kepada mereka jelas. Ade Yasin dan anak buahnya disangka menyuap Anthon dan kawan-kawan terkait dengan pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor tahun anggaran 2021. Mereka ingin membeli opini WTP. Uang yang dibelanjakan Rp1,9 miliar. Jumlah yang tak sedikit.

Bukan kali ini saja jual beli WTP terjadi. Pada 2017, pejabat di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melakukan hal yang sama. Irjen Kemendes saat itu, Sugito, dan pejabat eselon III Jarot Budi Prabowo ditangkap KPK karena menyuap auditor BPK, Rochmadi Sapto Giri dan Ali Sadli. Keduanya membeli WTP untuk laporan keuangan Kemendes 2016 seharga Rp240 juta.

Begitulah, pemeriksaan BPK yang semestinya menjadi dasar penerapan prinsip good governance dan clean governance malah dijadikan komoditas. Penjual memanfaatkan hasrat tinggi pembeli untuk mendapatkan WTP. Bukan tak mungkin pula, pedagang dari BPK memaksa pembeli dengan macam-macam alasan.

Begitu memikatkah WTP? Tentu saja. Ia kebanggaan setiap kepala daerah, setiap pemimpin institusi negara. Ia punya banyak manfaat.

Predikat WTP membuat citra kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah baik, yang tentu juga berdampak baik bagi pemimpinnya. Dengan WTP, mereka bisa dianggap berhasil menjalankan roda pemerintahan. Itulah modal berharga untuk terus berkuasa atau naik pangkat.

Opini WTP pun menjadi sarana pamer diri bahwa pejabat telah menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dari KKN. Padahal, predikat itu bukanlah jaminan bahwa institusinya steril dari korupsi.

WTP diburu kepala daerah, juga untuk memenuhi salah satu syarat dalam mendapatkan insentif dari pusat. Kiranya pembeli WTP memegang teguh prinsip ekonomi. Tidak apa-apa keluar uang, yang penting dapat cuan.

Tidak ada yang salah dari manfaat WTP. Yang salah ialah mereka yang menginginkannya dengan cara yang salah. Dengan cara membeli, dengan menyuap, bukan dengan mengelola keuangan dan melaporkannya dengan baik.

Yang mulus terkadang memang membuat orang lupa diri. Ade Yasin dan kawan-kawan contohnya. Terpaksa deh mereka berlebaran di Rutan KPK.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.