Box Office

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
07/12/2015 00:00
Box Office
(Grafis Seno)
TONTONAN paling asyik pekan lalu ialah tayangan <>live sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Dapatlah dipahami bila di hari-hari itu, film Indonesia di berbagai bioskop di Tanah Air tidak laku karena kalah seru, kalah dramatis. Hari ini kiranya tontonan tambah seru dengan tampilnya aktor utama, Setya Novanto.

Publik perlu mencermati skenario membela Setya Novanto. Yang telah terjadi, ada upaya mengalihkan pokok perkara menjadikan sang pengadu, Menteri ESDM Sudirman Said, sebagai tersangka, pesakitan. Mereka menafikan kapasitas pengadu selaku penyelenggara negara, yang tugasnya memang mengurus energi dan sumber daya mineral, sesuai pokok masalah.

Untunglah Menteri Sudirman Said, yang pernah berkiprah di Masyarakat Transparansi Indonesia, cukup cool menghadapinya. Ia pun mematuhi perintah Presiden Jokowi, sesama menteri tidak berpolemik. Terus terang, bila bukan Sudirman Said yang menjadi menteri ESDM, kasus pencatutan kekuasaan Presiden dan Wakil Presiden belum tentu terbongkar.

Skenario menjadikan pesakitan juga diterapkan terhadap Maroef Sjamsoeddin, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Padahal, dia saksi mahkota, terlibat dalam pembicaraan dengan Setya Novanto dan Muhammad Riza. Bahkan, dialah yang merekam pembicaraan, bukti utama.

Akan tetapi, ia pun diperlakukan bak tersangka. Keduanya, Sudirman Said dan Maroef Sjamsoeddin, dipojokkan dengan pertanyaan dan pernyataan tidak relevan, di luar konteks. Hal yang sebetulnya memalukan DPR karena sedikit atau banyak menunjukkan buruknya tertib berpikir. Semua itu demi membela Setya Novanto.

Karena itu, layaklah dicermati, skenario macam apa bakal dimainkan hari ini. Skenario pertama, mungkin sidang dihujani interups sehingga sidang macet. Sidang bakal diskors berkali-kali. Bukan mustahil pengeras suara di ruang sidang mati mendadak.

Skenario kedua, mungkin sidang terus berlangsung dengan waktu sidang diborong pembela Setya Novanto. Para pembela omong panjang lebar, ke sana ke mari, yang intinya menyatakan bahwa apa yang dilakukan Setya Novanto clean and clear tidak melanggar kehormatan DPR. Buktinya, tidak sepatah kata pun keluar dari mulut Setya Novanto minta saham.

Dalam skenario itu, Setya Novanto tidak perlu-perlu amat menjawab karena memang tidak ada pertanyaan substansial ditujukan kepadanya. Dia hanya perlu duduk manis atau manggut-manggut penuh kearifan seorang pemimpin, Ketua DPR.

Skenario ketiga, mungkin kebanyakan bahkan semua anggota MKD sadar benar martabat DPR tengah dipertaruhkan. Martabat DPR tidak diperjualbelikan, harga berapa pun, termasuk dengan saham Freeport.

Martabat bukan martabak, sekalipun istimewa pakai tiga telur bebek. Karena itu, hari ini Setya Novanto diadili imparsial, dengan ketajaman pikiran dan kejernihan hati nurani anggota MKD. Skenario itu mungkin terlalu ideal, tetapi sah diharapkan terjadi.

Apa pun ceritanya, tontonan hari ini sangat menarik, bahkan bersejarah, pertama kali Ketua DPR diadili anggotanya secara terbuka. Bukan pula tontonan hari terakhir karena masih ada tiga nama lagi perlu ditonton, yaitu Muhammad Riza, Luhut Pandjaitan, dan Darmo. Si Darmo ini, menurut Setya Novanto dalam rekaman,

"Apa yang kita inginkan bisa, presentasi ke Presiden tiap hari." KPK bahkan perlu mengusut Darmo, karena masih menurut Setya Novanto, "Makanya Bung Riza begitu tahu Darmo di-maintaince, dibiayai terus itu Darmo habis-habisan supaya belok." Darmo ditengarai ialah Darmawan Prasodjo, Deputi Kepala Staf Kepresidenan.

Saking serunya, bukan mustahil film Papa Minta Saham bakal menjadi box office, dari segi banyaknya penonton melalui breaking news.

Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.