Pemburu Kenyamanan

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
02/4/2022 05:00
Pemburu Kenyamanan
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ADA 'pertandingan' yang amat tidak sepadan antara wakil rakyat dan rakyat yang diwakili, dalam sepekan ini. Itulah pertandingan kepentingan. Rakyat berkepentingan teringankan dari beban kenaikan dan penaikan harga-harga, wakil rakyat berkehendak menambah kenyamanan atas fasilitas yang ada.

Dua kepentingan itu berpacu, berebut waktu selekas-lekasnya untuk dipenuhi. Hampir pasti, pemenang adu cepat itu ialah para wakil rakyat. Tahapan pencapaiannya bahkan sudah jelas: wakil rakyat tingkat pusat segera mendapatkan gorden pengganti superwah untuk rumah dinas mereka di Kalibata, Jakarta, wakil rakyat di DKI Jakarta segera mendapatkan seragam dinas superadem.

Sementara itu, rakyat sudah jelas kian keteteran. Saat harga-harga kebutuhan pokok seperti daging, tempe, tahu, minyak goreng, serta telur belum jelas kapan akan turun, mulai 1 April dipaksa lagi menerima beban baru berupa penaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dan harga bahan bakar minyak (BBM).

Untuk BBM, kasusnya sama dengan minyak goreng, yakni yang jenis nonsubsidi ikut harga keekonomian, sedangkan yang kategori subsidi harganya memang tetap, tapi barangnya susah didapat. Di sejumlah wilayah, BBM solar bersubsidi, misalnya, sangat minim, bahkan cenderung kosong. Antrean mengular berjam-jam.

Akan halnya untuk kebutuhan wakil rakyat, pagu anggaran Rp48,7 miliar sudah tersedia, tender pengadaan pun sudah dibuka. Anggaran pakaian dinas 212 setel sebesar Rp1,74 miliar juga telah ada. Bahan kain jenis wol dan katun telah pula tersedia, lengkap dengan puring dan ongkos jahitnya.

Anggaran baju DPRD DKI Jakarta pada APBD 2022 ditetapkan sebesar Rp1,74 miliar. Adapun pengadaannya akan menggunakan mekanisme lelang. Tiap-tiap anggota dewan mendapatkan lima potong (pakaian), salah satunya yang menjadi ciri khas daerah, baju Betawi. Soal aturan, jangan khawatir. Pengadaan tersebut 'sudah sesuai' dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017.

Berdasarkan PP Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD pasal 12 disebutkan pakaian dinas dan atribut pimpinan dan anggota DPRD terdiri dari lima jenis. Lima jenis pakaian itu, yakni pakaian sipil harian sebanyak dua pasang dalam satu tahun dan pakaian sipil resmi satu pasang dalam satu tahun.

Kemudian, pakaian sipil lengkap dua pasang dalam lima tahun, pakaian dinas harian lengan panjang sebanyak satu pasang dalam satu tahun, dan pakaian yang bercirikan khas daerah satu pasang dalam satu tahun. Namun, yang disorot publik bukan pada perlu atau tidaknya pakaian dinas, sudah sesuai atau tidak dengan beleid yang ada.

Publik mempertanyakan tingkat kepantasan angkanya. Masak iya, untuk mengganti gorden rumah dinas, tiap-tiap rumah mendapat jatah Rp80 juta? Apa pantas, untuk pakaian dinas yang tiga setel di antaranya hanya akan digunakan satu tahun, harga per setel pakaian hingga hampir Rp2,5 juta? Tidakkah cukup anggaran dan tetek bengek biaya yang mengikuti dijatah sepertiganya saja?

Para wakil rakyat seyogianya belajar dari sejarah para pemimpin dan pejabat negeri ini tempo dulu. Tidak usah repot-repot mencari sejarahnya hingga ke Museum Leiden, Belanda, misalnya. Pemikir kebangsaan Yudi Latif telah merekamnya dalam buku berjudul Mata Air Keteladanan: Pancasila dalam Perbuatan.

Dari buku itu, jika wakil rakyat mau mencari bagaimana sosok Perdana Menteri M Natsir yang begitu pensiun dari PM harus mencari rumah kontrakan, misalnya, ada. Mau cari pejabat yang jasnya sudah kumal dan ada beberapa tambalan, ada juga. Mau mencari pemimpin yang menolak fasilitas negara saat hendak menunaikan ibadah haji, tersedia pula.

Bagi para tokoh itu, haram hukumnya memupuk kenyamanan di tengah perekonomian rakyat yang morat-marit. Tidak pantas kiranya bagi mereka mematut diri, di tengah rakyat yang pontang-panting setengah mati menghidupi keluarga dan dirinya. Alih-alih memburu kenyamanan, para tokoh itu rela berkorban hidup cukup, bahkan pas-pasan.

Mereka autentik. Makanya, mereka dipercaya, pula dicintai. Perlombaan antara rakyat dan pemimpinnya kala itu ialah pertandingan mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa. Sama-sama berebut untuk berkorban, paling depan dalam perjuangan.

Kini, era telah berbeda. Perlombaan antara wakil rakyat dan rakyat yang diwakili ialah yang satu memburu kenyamanan, satunya memburu jalan untuk melonggarkan pernapasan dari bertumpuk-tumpuk beban. Zaman memang berubah. Rakyat harus terus ikhlas berpuasa, wakilnya sudah berhari raya. Selamat berpuasa. *



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.