Megawati, Prabowo, dan Puan

Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
26/11/2021 05:00
Megawati, Prabowo, dan Puan
Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

TIGA pimpinan partai politik, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan Puan Maharani, bertemu di Istana Negara. Itu terjadi Rabu (17/11), saat seremoni pelantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Pertemuan berlangsung di salah satu ruang VVIP. Tak ada di situ Presiden Jokowi. Apa yang mereka bicarakan? Kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, pertemuan itu membahas seputar politik kebangsaan dan berbagai dinamika politik nasional.

Pertemuan itu dikritik Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng. Katanya, Istana Negara tidak boleh dijadikan sebagai tempat pertemuan politik kepartaian. Dia heran pertemuan yang mengagendakan politik itu bisa terjadi di Istana Negara, tanpa ada Presiden Jokowi.

"Bagaimana mungkin ada orang-orang yang bukan presiden menjabat, melakukan pertemuan politik kepartaian di Istana Presiden. Presiden saja tidak pantas melakukannya. Apakah sudah mendapat izin Presiden?"

Pernyataan Andi itu disertai pula dengan sebuah perbandingan bahwa di masa Presiden SBY, Istana Kepresidenan tidak pernah digunakan untuk pertemuan politik dengan pimpinan partai.

Suara Andi Mallarangeng itu jelas mengekspresikan suara partai oposisi. Akhir-akhir ini Partai Demokrat bersuara lebih keras terhadap Istana, khsususnya ditujukan kepada Kepala Staf Presiden Moeldoko yang oleh kongres luar biasa partai itu dipilih sebagai ketua umum menggantikan AHY, tetapi tidak disahkan Kemenkum dan HAM.

Pertemuan Mega, Prabowo, dan Puan di Istana itu dibahasakan sebagai 'kebetulan'. Kebetulan karena mereka hadir di acara pelantikan Panglima TNI. Bukan pertemuan yang direncanakan, yang diagendakan. Kebetulan bertemu sekalipun, kiranya apakah yang akan dibicarakan bila Ketua Umum PDI Perjuangan dan Ketua DPR RI dari partai yang sama bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga berkedudukan sebagai menteri? Apakah yang akan dibicarakan mengingat kedua partai politik itu pernah bergabung untuk mengusung pasangan capres Megawati dan cawapres Prabowo pada Pilpres 2009?

Betapa pun enaknya nasi goreng masakan Ibu Megawati dua tahun yang lalu, yang bikin ngiler Prabowo ketika dijamu di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019), rasanya pertemuan yang 'kebetulan' di Istana itu tidak dipakai untuk mengenang nikmatnya nasi goreng masakan Ibu Megawati. Sekalipun bertemu secara kebetulan, kiranya tak bijak untuk dilewatkan begitu saja atau semata diisi dengan perbincangan basa-basi.

Hemat saya, tiga tokoh nasional itu bukan tokoh yang suka berbasa-basi. Lagi pula bukankah di ruang publik sedang hangat diperbincangkan hasil survei mengenai calon presiden 2024? Bukankah ada yang telah mendeklarasikan pasangan Prabowo dan Puan?

Pandemi hampir dua tahun membuat para pemimpin partai politik terhalang untuk bertemu lebih dekat dan lebih kerap. Adalah kesempatan langka bila bisa bertemu, kebetulan sekalipun. Kenapa tidak dimanfaatkan untuk bicara serius urusan negara? Apa yang salah bila dalam pertemuan kebetulan itu terjadi 'percakapan awal' yang singkat dan padat untuk perkara-perkara besar seperti pilpres yang tentu memerlukan 'percakapan lanjutan' yang panjang dan solid?

Bagi partai politik yang telah memiliki 'gambaran' tentang sosok capres/cawapres, tentu lebih baik bila koalisi dapat lebih cepat terbentuk. Dua partai besar papan atas, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra, patut punya 'gambaran' itu. Logis punya 'gambaran' itu.

Sebaliknya tentu masih merupakan 'kemewahan' bagi partai papan tengah seperti Partai Demokrat untuk bicara capres/cawapres, kendati punya 'gambaran' bernama AHY.

Publik tidak tahu apa persisnya yang Megawati, Prabowo, dan Puan bicarakan. Tulisan ini pun mengandung spekulasi mengenai hal itu. Apa pun yang mereka bicarakan di Istana itu, kiranya publik senang elite partai politik akur dan rukun. Kiranya publik juga senang ada elite partai politik yang mengingatkan bahwa Istana Kepresidenan tidak elok digunakan untuk pertemuan politik dengan pimpinan partai. Di sana senang, di sini senang--dengan makna 'senang' berbeda--itulah lagu yang cocok untuk pertemuan Megawati, Prabowo, dan Puan.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.