Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA tokoh balihonya seakan ada di mana-mana. Mereka ialah Airlangga Hartarto dan Puan Maharani.
Partai Golkar menyatakan tak dapat diganggu gugat bakal mencalonkan ketua umumnya, Airlangga, pada Pilpres 2024. Tak dapat diganggu gugat karena itu putusan dan mandat Musyawarah Nasional.
Bukan pertama kali Partai Golkar bersikap politik seperti itu. Ketika JK menjadi Ketua Umum Golkar, dia pun menjadi capres (2009). Hasilnya yang menang SBY.
Sejauh ini, belum ada seorang ketua umum partai politik berhasil dipilih rakyat secara langsung menjadi presiden. Amien Rais gagal. Hamzah Haz gagal. Megawati Soekarnoputri gagal. Prabowo gagal. Ketika SBY terpilih menjadi Presiden pada 2004, yang menjadi Ketua Umum Partai Demokrat ialah Subur Budhisantoso. Ketika SBY terpilih kembali pada 2009, ketua umumnya ialah Hadi Utomo. Jokowi jelas bukan ketua umum partai. Megawati bahkan membahasakannya sebagai petugas partai.
Konstitusi mengatur partai politik atau gabungan partai politik yang berhak mencalonkan presiden/wakil presiden. Untuk itu, UU Pemilu mensyaratkan perolehan 20% kursi DPR atau 25% suara rakyat. Golkar tak bisa sendirian mengusung capres. Dia harus bergabung dengan partai lain. Dengan penuh hormat kepada Airlangga, apakah partai politik lain bersedia bergabung mencalonkan dirinya?
Prabowo juga disebut kembali bakal diusung partainya, Gerindra, untuk ketiga kali maju capres. Partai ini pun tak bisa sendirian. Apakah PKS atau PAN atau keduanya masih mau mengulangi sejarah? Itu urusan mereka.
Yang jelas, sejarah bukan semata tentang masa lalu. Ada yang berkeyakinan sejarah dibuat hari ini untuk masa depan. Dalam hal pilpres, yang namanya 'hari ini' belum jelas. Wong kapan pemilu, negara (pemerintah, DPR, KPU) belum memutuskan apakah diselenggarakan 21 Februari 2024 atau 15 Mei 2024.
PDI Perjuangan satu-satunya partai politik yang dapat sendirian mengusung capres. Apakah baliho Puan di mana-mana itu pertanda dia bakal dicalonkan menjadi presiden? Apakah itu tidak 'ketinggian'? Mungkin menjadi cawapres. Menjadi capres atau cawapres, itu pun urusan mereka.
Tentu ada yang menyuarakan Ganjar Pranowo. Buktinya namanya selalu nongol di dalam berbagai hasil survei. Dia kader PDI Perjuangan. Apakah dia akan bersaing dengan Puan? Atau malah berpasangan? Kata 'bersaing' dengan Puan mungkin tak pas untuk 'kultur' PDI Perjuangan.
Tentu saja terbuka kemungkinan ada partai politik yang menimbang serius hasil survei. Ganjar boleh jadi tak sempat dibiarkan menjadi seperti layang-layang putus karena ada partai politik yang seperti tak mau ketinggalan sepur ingin menangkapnya.
Baiklah publik bebas membaca makna pertemuan Airlangga-Ganjar di Klaten, Jawa Tengah, (24/9). Baiklah pula publik melihat Ganjar atau tokoh-tokoh lain dengan pikiran terbuka dan pintu terbuka. Kiranya orang perlu mengingat kembali peristiwa berpasangannya Jokowi dengan Ma'ruf Amin, bukan dengan Mahfud MD yang terjadi seperti 'seketika'.
Kendati ada buku berjudul Man of Contradictions mengenai Jokowi, kiranya Jokowi bakal konsisten tak akan mau dicalonkan kembali menjadi presiden untuk ketiga kali. Sebaiknyalah konstitusi tidak diubah semata untuk kepentingan politik kontemporer.
Siapakah capres 2024? Siapa pun boleh digadang-gadang, termasuk AHY, Andika Perkasa, Anies Baswedan, Erick Thohir, Khofifah, Moeldoko, Ridwan Kamil, dan Sandiaga Uno. Siapa menyusul? Makin ramai bursa, makin baik. Itu berarti kita tidak kekurangan pemimpin untuk masa depan.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved