Si Mbak di Taiwan

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
16/11/2015 00:00
Si Mbak di Taiwan
(ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
KINI ada peluang pembantu rumah tangga (PRT) asing yang bekerja di Taiwan, termasuk PRT asal Indonesia, mendapat perpanjangan izin kerja dari 12 menjadi 14 tahun.

Peraturan itu dikeluarkan Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Rabu (11/11). Syaratnya, asalkan PRT dapat meraih rating 60 poin untuk kombinasi 'pelatihan profesional' dan 'pembelajaran mandiri'.

Di Taiwan, si mbak (kebanyakan PRT perempuan) harus terus belajar seperti jamaknya pekerja profesional.

Hal itu diatur dalam kategori pelatihan profesional, yaitu si mbak mendapat 10 poin bila telah mengikuti kelas pelajaran 'urus dan asuh' (caregiving) lebih 90 jam dan 15 poin bila meraih sertifikat nasional.

Si mbak harus pula mampu mengembangkan diri dalam kemampuan bahasa, kemampuan bekerja, serta menghasilkan kinerja.

Mereka meraih 30 poin jika majikan mereka dapat membuktikan bahwa si mbak mampu berbahasa Mandarin dasar, dialek Minnan, dialek Hakka dalam bekerja dan kehidupan sehari-hari.

Poin lebih tinggi, yaitu 35, diberikan kepada si mbak yang kecakapan berbahasanya diakui dengan mendapat sertifikat dari pemerintah atau telah mengikuti pelajaran kelas bahasa tingkat nasional lebih 120 jam.

Bagaimana dengan rating kemampuan bekerja? Jawabannya sangat realistis. PRT tidak bermutu pasti tidak ada yang mau memakainya. Masa kerja menjadi ukuran rating.

Bekerja 1-3 tahun mendapat 10 poin, bekerja 3-6 tahun (15 poin), bekerja 6-9 tahun (20 poin), bekerja lebih 9 tahun meraih 25 poin.

Tentu mutu kerja pun dinilai. Penilaian majikan sekarang atau mantan majikan atas kinerja khusus mendapat 20 poin.

Jika penilaian itu dibuktikan pemerintah setempat, si mbak memperoleh 25 poin.

Si mbak yang telah bekerja 11 tahun, memiliki rating 60 poin, dapat mengajukan permohonan perpanjangan izin kerja sampai 14 tahun.

Begitulah, tidak ada profesionalisme lahir dengan sendirinya, turun dari langit. Tak terkecuali profesi pembantu rumah tangga.

Di dunianya, si mbak pun harus bekerja dan belajar, belajar dan bekerja, meningkatkan kompetensi sebagai PRT.

Pemerintah Taiwan mengaturnya dengan jelas dan terbuka.

Taiwan merupakan negara industri kelas menengah yang perekonomiannya berkembang sejak 1970-an.

Kebijakan mempromosikan tenaga kerja berkeahlian lebih tinggi menarik kaum perempuan mereka keluar rumah, masuk ke pasar kerja, meninggalkan dunia domestik.

Kekosongan itulah yang diisi mbak-mbak kita.

Bukan saja karena kita memiliki jutaan si mbak, tapi juga karena Indonesia dikenal sebagai pemasok tenaga kerja upah murah.

Semua itu menjadikan Indonesia negara dominan pengirim si mbak ke Taiwan yang jumlahnya mencapai 155.000 orang.

Berperan dominan mestinya memiliki posisi tawar untuk merundingkan upah.

Namun, itu baru sedikit bergigi kalau si mbak kita yang latih, bukan pemerintah Taiwan yang berinvestasi dalam pengembangan SDM.

Selain itu, ribuan si mbak menguatkan posisi tawar bila mereka efektif terorganisasikan. Sebuah perkara yang tidak mudah.

Filipina bangga dengan kemampuan mereka mengekspor PRT, pekerja profesional di mancanegara, penghasil devisa.

Kita mestinya mampu menjadi pesaing Filipina di pasar PRT dunia.

Apa yang dilakukan pemerintah Taiwan, kiranya dapat dipersiapkan pemerintah kita di negeri sendiri dan dimodifikasi agar kiranya juga dapat diterapkan untuk mengisi keperluan PRT di negara-negara lain.

Mampu bekerja 14 tahun di negeri orang, di rumah orang asing, secara profesional, jelas membanggakan.

Di negeri sendiri, di rumah anak bangsa sendiri, sangat langka punya si mbak setia, bertahan selama itu, atau berkarier PRT sepanjang itu.

Umumnya, pulang mudik, usai Lebaran, usai pula hubungan.

Diam-diam, dadah majikan....


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.