Menyelamatkan Kaum Difabel

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
05/8/2021 05:00
Menyelamatkan Kaum Difabel
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PANDEMI covid-19 jangan sampai memperdalam ketidaksetaraan yang sudah ada sebelumnya terhadap penyandang disabilitas. Kesetaraan itu nyata dalam program vaksinasi bagi penyandang disabilitas.

Program vaksinasi bagi penyandang disabilitas diumumkan dalam konferensi pers bertajuk Disabilitas Bisa Vaksin pada 2 Agustus. Pemerintah menargetkan vaksinasi covid-19 untuk 225 ribu kaum difabel. Mereka akan disuntik vaksin Sinopharm yang dihibah Uni Emirat Arab. Setiap penyandang disabilitas mendapat dua dosis vaksin Sinopharm.

Pemerintah diharapkan untuk memperluas akses vaksinasi bagi kaum difabel. Karena itu, pendataan yang dilakukan secara terbuka dan akurat sangat dibutuhkan. Terus terang, persoalan pendataan paling buruk di negeri ini. Tengoklah data pemilih saban pemilu bermasalah, data penerima bansos juga bermasalah.

Data statistik khusus penyandang disabilitas di Indonesia belum ada. Kementerian Sosial memperkirakan jumlahnya 28 juta. Data Survei Ekonomi Nasional 2018, sebanyak 30,4 juta jiwa. Ketiadaan data dan perbedaan data itu berakibat sebagian penyandang disabilitas tidak mendapatkan bantuan pemerintah.

Penyandang disabilitas termasuk kelompok rentan terdampak pandemi covid-19. Jangankan ada pandemi, dalam situasi normal saja, mereka dimarginalkan. Mereka terpinggirkan dari akses pendidikan, lapangan pekerjaan, dan perlindungan sosial.

Kemauan baik pemerintah sudah ada. Presiden Joko Widodo saat memperingati Hari Disabilitas Internasional 2020 sudah mengumandangkan tidak boleh ada penyandang disabilitas yang tertinggal dari berbagai program pemerintah.

Payung hukum juga sudah ada, yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Sedikitnya ada enam peraturan pemerintah diluncurkan sejak 2019, dari PP tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial bagi Penyandang Disabilitas sampai PP tentang Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan.

Jujur dikatakan bahwa program dan peraturan terkait dengan penyandang disabilitas di negeri ini sudah memadai, tetapi implementasinya masih butuh bukti, termasuk soal vaksinasi.

Vaksinasi khusus penyandang disabilitas untuk memenuhi hak kesehatan diatur dalam Pasal 12 UU 8/2016. Salah satu cakupan hak kesehatan ialah memperoleh informasi dan komunikasi yang mudah diakses dalam pelayanan kesehatan.

Pada umumnya kaum difabel itu tidak proaktif, butuh diajak. Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia, membenarkan akses informasi dan komunikasi menjadi salah satu tantangan, terutama saat pandemi.

Ia berharap para penyandang disabilitas dan mereka yang memiliki anggota keluarga difabel bisa mendapatkan informasi untuk mengikuti vaksinasi ini. Angkie pun menggandeng 98 komunitas penyandang disabilitas untuk menyukseskan vaksinasi di Jawa-Bali.

Penyandang disabilitas di Jawa-Bali bisa datang langsung ke sentra vaksinasi yang tersebar di 3.402 puskesmas atau bisa memanfaatkan pendaftaran daring yang bisa diakses lewat situs Http://menembusbatas.id/.

Belum semua penyandang disabilitas ramah teknologi digital untuk melakukan pendaftaran daring. Data Susenas 2018 mengungkapkan bahwa akses informasi penyandang disabilitas dalam penggunaan ponsel atau laptop hanya 34,89%. Adapun akses internet penyandang disabilitas 8,50%.

Setelah melaksanakan vaksinasi di Jawa-Bali Agustus hingga September, baiknya pemerintah fokus vaksinasi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Sulawesi Selatan dengan jumlah penyandang disabilitas dewasa 33,6% dan Sulawesi Tengah (40,6%) atau hampir 2 kali lipat dari proporsi penyandang disabilitas dewasa nasional.

Kelompok penyandang disabilitas dewasa (usia 18-59 tahun) terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data BPS 2018, jumlahnya sebanyak 22% dari seluruh penduduk usia 18-59 tahun. Sementara itu, penyandang disabilitas dari kelompok anak-anak (5-17 tahun) berjumlah 3,3%. Lagi-lagi Sulawesi Tengah merupakan provinsi dengan proporsi penyandang disabilitas anak tertinggi, mencapai 7,0%.

Eloknya, pemerintah melancarkan vaksinasi ketuk pintu untuk kaum difabel. Langkah yang ditempuh Menteri Sosial Tri Rismaharini patut diapresiasi. Ia menginstruksikan seluruh balai yang dimiliki Kemensos untuk menyediakan tempat pelaksanaan vaksinasi serta layanan pendampingan penyandang disabilitas ke pusat vaksinasi mulai penjemputan hingga pemulangan.

Persoalan jarak menjadi perhatian Risma. Dia mencontohkan, ada kaum difabel di Manggarai, NTT, yang harus menempuh perjalanan selama empat hari untuk mendapatkan vaksin. "Masalahnya tidak sekadar bagaimana mereka bisa vaksin, tapi juga akses mereka mendapatkan vaksin itu."

Kewajiban negara dan seluruh anak negeri ini untuk menyelamatkan penyandang disabilitas dari keganasan korona, virus pencabut nyawa. Menyelamatkan penyandang disabilitas dari covid-19 ialah panggilan kemanusiaan.

Ingat, dalam sejarah dunia, banyak kaum difabel yang mengukir prestasi spektakuler melebihi kemampuan normal. Ada Thomas Alva Edison yang menciptakan lampu listrik atau Ludwig Van Beethoven, sang komponis legenda musik klasik. Indonesia perlu memberikan kesempatan kepada kaum difabel unjuk prestasi, jangan pula mereka dimarginalkan.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.