Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
APAKAH bermain golf baik buat kesehatan kantong pejabat negara? Jangan berburuk sangka. Bukan di sini, di mata Partai Komunis Tiongkok, bermain golf tidak sehat bagi kekuasaan. Kenapa? Golf membuka pintu korupsi. Karena itu, mulai 21 Oktober lalu, Partai Komunis Tiongkok melarang 85 juta anggota mereka bermain golf.
Padang golf nan hijau ditengarai bukan saja tempat memasukkan bola kecil putih ke lubang yang juga kecil, menggunakan tongkat mahal, melainkan juga padang bagi transaksi besar di balik pintu.
Di padang golf berjumpa pebisnis dengan orang-orang berpengaruh dalam lingkaran kekuasaan negara. Klub golf bukan dipenuhi orang-orang kecil bernama caddy, melainkan orang-orang besar bernama kader partai.
Majalah The Economist mengutip Mao Zedong yang membahasakan golf sebagai olahraga jutawan, sport for millionaires. Bermain golf bukanlah perilaku korupsi, tetapi kader partai hanya bisa membayar ongkosnya berkat korupsi.
Pada 2013 saja, lebih 180 ribu pengurus Partai Komunis Tiongkok dihukum partai karena korupsi.
Apakah Mao tak lagi berpengaruh?
Mao masih sumber legitimasi, tetapi tak lagi sepenuhnya. Sabdanya dinilai tinggal '70% baik'.
Kiranya hanya kaum proletar tulen menilai ajaran Mao tetap '100% baik'.
Sisanya '30% baik' tak lagi berbekas di dalam kehidupan kaum kaya baru, yang tumbuh pesat seiring dengan hebatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang puluhan tahun tertinggi di dunia.
Di tengah 1,3 miliar lebih penduduk Tiongkok, diperkirakan ada 1,09 juta warga dengan kekayaan per orang 10 juta yuan (US$1,6 juta).
Sebanyak 67 ribu orang memiliki aset di atas 100 juta yuan (US$16 juta) per orang. Lebih banyak pemilik miliaran dolar AS di Tiongkok (596 orang) daripada di AS (537).
Anak-anak mereka menggunakan mobil impor berharga lebih dari US$1 juta. Presiden Xi Jinping mengingatkan anak orang kaya itu untuk mengekang hedonisme, berpikir dari mana kekayaan berasal, menjadi patriotis.
Nyatanya, mereka tetap gemar berpesta, membeli mobil baru, sekalipun sekarang menahan diri ke luar rumah memakai mobil lebih 'murah' BMW 7 Series daripada Aston Martin.
Setelah Mao wafat (1976), bukan hanya ekonomi Tiongkok bertumbuh dan berubah, melainkan juga sawah menjadi padang golf.
Sebutannya disamarkan, tidak eksplisit padang golf, tetapi 'resor alami'. Orang kaya baru itu jatuh hati pada golf.
Siapa mereka?
Hanya yang punya koneksi kuat dengan kekuasaan politik yang dapat menciptakan uang supergendut.
Ada pakar melukiskan, setelah 30 tahun pasar bebas, tak ada lagi doktrin tunggal mempersatukan Tiongkok.
Tak ada lagi melodi sentral hendak dibawa ke mana dan menjadi negara apa Tiongkok.
Tak mengherankan, Presiden Xi Jinping berkemauan keras hendak mengontrol masa depan Tiongkok.
Ke luar, belum lama ini, ia melawat ke AS bertemu Obama dan ke Inggris bersua Ratu Elizabeth II dan PM David Cameron.
Ke dalam, ia keras menghajar korupsi, antara lain melarang anggota partai bermain golf.
Apakah ide tersebut dapat diterapkan partai politik di Republik ini?
Jangan harap.
Itu nanti bisa dinilai melanggar hak asasi.
Lagi pula, sekalipun perintah partai komunis kepada kader mereka lebih hebat daripada hukum negara, di Tiongkok sana pun, belum tentu larangan bermain golf itu sepenuhnya dilaksanakan.
Siapa tahu, setelah Xi Jinping wafat, larangan itu tinggal '30% baik'.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved