Titik Balik

28/10/2015 00:00
Titik Balik
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

KITA harus menerima kenyataan perekonomian Indonesia sedang berada dalam tekanan. Sejak 2012, kita menghadapi perlambatan ekonomi. Bahkan, di dua kuartal pertama 2015, perlambatan kian dalam. Karena itu, kita lega ketika di kuartal III perekonomian kita mengalami pembalikan.

Badan Pusat Statistik baru akan mengeluarkan data pertumbuhan ekonomi kuartal III pada awal November. Namun, data yang disampaikan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyebutkan pertumbuhan kuartal III diperkirakan 4,85%.

Pembalikan itu penting untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa perlambatan ekonomi sudah mencapai titik dasar. Sekarang kita menghadapi kebangkitan kembali pertumbuhan ekonomi kita.

Momentum itu harus dimanfaatkan pemerintah. Dua bulan terakhir harus didorong seoptimal mungkin untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kita berharap pada kuartal IV pertumbuhan bisa menembus 5%. Dengan itulah kita bisa lebih optimistis menghadapi 2016.

Belanja pemerintah kini pun mulai berjalan baik. Itulah yang berkontribusi pada pembalikan ekonomi. Namun, itu harus juga dibarengi belanja masyarakat. Kontribusi belanja masyarakat terhadap pertumbuhan ekonomi kita lebih dari 60%.

Pemerintah sudah mengeluarkan lima paket deregulasi. Namun, titik beratnya masih pada mendorong investasi. Kita memang butuh investasi. Namun, investasi perlu dukungan pasar. Tidak ada manfaatnya meningkatkan produksi kalau tidak bisa terserap pasar. Ketika pasar ekspor masih lesu akibat perlambatan global, yang masih berada dalam kendali pemerintah untuk bisa dipacu ialah pasar domestik.

Khusus upaya peningkatan investasi, kita menunggu janji pelaksanaan deregulasi pemerintah. Seperti dikatakan pengamat ekonomi Lana Soelistianingsih dalam acara Economic Challenges, ada lima kendala bagi Indonesia dalam meningkatkan investasi, yakni korupsi, ketersediaan infrastruktur, lamanya perizinan, penghormatan terhadap kontrak, dan tingginya cost of fund.

Walaupun dalam deregulasi pemerintah mencoba menyederhanakan, pelaksanaannya masih harus ditunggu. Sikap dan perilaku birokrat harus berubah. Kalau mau membuat perizinan di kawasan industri selesai dalam 3 jam, tanpa upaya melaksanakan paket itu, semua jadi janji kosong.

Paket deregulasi V pekan lalu memang baik untuk meningkatkan aset perusahaan. Akan tetapi, itu hanya bagus di dalam neraca keuangan perusahaan dan bagus apabila perusahaan mau melepas saham di lantai bursa atau ketika membutuhkan dana bagi pengembangan usaha. Namun, dari sisi arus kas atau cash flow tidak bermanfaat.

Padahal, dalam situasi sekarang cash flow is the king. Revaluasi aset baik untuk window dressing. Namun, perusahaan harus bayar pajak penghasilan, yang ditetapkan 3% apabila dilakukan 2015 ini, 4% apabila dilakukan semester I tahun depan, dan 6% apabila dilakukan di semester II 2016.

Demi menggerakkan perekonomian nasional, semua paket deregulasi tentunya baik. Hanya, akan lebih baik apabila ditopang arus kas yang lebih sehat, dan yang bisa membantu memperbaiki arus kas ialah ketika pasar mampu menyerap produk perusahaan-perusahaan itu. Seperti kata Presiden Joko Widodo, paket deregulasi akan terus digulirkan. Bila perlu, akan ada 200 paket deregulasi untuk menggerakkan perekonomian. Kita berharap paket selanjutnya menyentuh daya beli masyarakat. Itulah yang akan kian membuat pasar domestik, yang menurut pengusaha Sudhamek sudah tumbuh, akan kian menggeliat.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima