Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KITA harus menerima kenyataan perekonomian Indonesia sedang berada dalam tekanan. Sejak 2012, kita menghadapi perlambatan ekonomi. Bahkan, di dua kuartal pertama 2015, perlambatan kian dalam. Karena itu, kita lega ketika di kuartal III perekonomian kita mengalami pembalikan.
Badan Pusat Statistik baru akan mengeluarkan data pertumbuhan ekonomi kuartal III pada awal November. Namun, data yang disampaikan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyebutkan pertumbuhan kuartal III diperkirakan 4,85%.
Pembalikan itu penting untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa perlambatan ekonomi sudah mencapai titik dasar. Sekarang kita menghadapi kebangkitan kembali pertumbuhan ekonomi kita.
Momentum itu harus dimanfaatkan pemerintah. Dua bulan terakhir harus didorong seoptimal mungkin untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kita berharap pada kuartal IV pertumbuhan bisa menembus 5%. Dengan itulah kita bisa lebih optimistis menghadapi 2016.
Belanja pemerintah kini pun mulai berjalan baik. Itulah yang berkontribusi pada pembalikan ekonomi. Namun, itu harus juga dibarengi belanja masyarakat. Kontribusi belanja masyarakat terhadap pertumbuhan ekonomi kita lebih dari 60%.
Pemerintah sudah mengeluarkan lima paket deregulasi. Namun, titik beratnya masih pada mendorong investasi. Kita memang butuh investasi. Namun, investasi perlu dukungan pasar. Tidak ada manfaatnya meningkatkan produksi kalau tidak bisa terserap pasar. Ketika pasar ekspor masih lesu akibat perlambatan global, yang masih berada dalam kendali pemerintah untuk bisa dipacu ialah pasar domestik.
Khusus upaya peningkatan investasi, kita menunggu janji pelaksanaan deregulasi pemerintah. Seperti dikatakan pengamat ekonomi Lana Soelistianingsih dalam acara Economic Challenges, ada lima kendala bagi Indonesia dalam meningkatkan investasi, yakni korupsi, ketersediaan infrastruktur, lamanya perizinan, penghormatan terhadap kontrak, dan tingginya cost of fund.
Walaupun dalam deregulasi pemerintah mencoba menyederhanakan, pelaksanaannya masih harus ditunggu. Sikap dan perilaku birokrat harus berubah. Kalau mau membuat perizinan di kawasan industri selesai dalam 3 jam, tanpa upaya melaksanakan paket itu, semua jadi janji kosong.
Paket deregulasi V pekan lalu memang baik untuk meningkatkan aset perusahaan. Akan tetapi, itu hanya bagus di dalam neraca keuangan perusahaan dan bagus apabila perusahaan mau melepas saham di lantai bursa atau ketika membutuhkan dana bagi pengembangan usaha. Namun, dari sisi arus kas atau cash flow tidak bermanfaat.
Padahal, dalam situasi sekarang cash flow is the king. Revaluasi aset baik untuk window dressing. Namun, perusahaan harus bayar pajak penghasilan, yang ditetapkan 3% apabila dilakukan 2015 ini, 4% apabila dilakukan semester I tahun depan, dan 6% apabila dilakukan di semester II 2016.
Demi menggerakkan perekonomian nasional, semua paket deregulasi tentunya baik. Hanya, akan lebih baik apabila ditopang arus kas yang lebih sehat, dan yang bisa membantu memperbaiki arus kas ialah ketika pasar mampu menyerap produk perusahaan-perusahaan itu. Seperti kata Presiden Joko Widodo, paket deregulasi akan terus digulirkan. Bila perlu, akan ada 200 paket deregulasi untuk menggerakkan perekonomian. Kita berharap paket selanjutnya menyentuh daya beli masyarakat. Itulah yang akan kian membuat pasar domestik, yang menurut pengusaha Sudhamek sudah tumbuh, akan kian menggeliat.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved