Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA dua soal ujian untuk siswa SMP yang membuat viral di media sosial. Kedua soal itu terkesan memuja sosok yang satu dan menyudutkan tokoh publik lainnya.
Soal pertama, “Pak Anies ialah gubernur hasil Pemilihan Gubernur 2017. Ia tidak menyalahgunakan jabatan yang dimilikinya untuk memperkaya diri dan keluarga. Sebaliknya, ia gunakan jabatannya untuk menolong rakyat yang mengalami kesusahan. Perilaku Pak Anies adalah contoh sikap….”
Soal pilihan ganda itu disertai dengan empat jawaban: jujur, amanah, istiqomah, dan qona’ah. Jawaban yang benar ialah amanah. Soal ini sesungguhnya tidak memicu polemik.
Pemicu polemik ialah soal kedua. “Anies selalu diejek Mega karena memakai sepatu yang sangat kusam. Walaupun demikian, Anies tidak pernah marah. Perilaku Anies merupakan contoh….” Ada empat jawaban yang disediakan, yaitu pemaaf, istiqomah, sabar, dan ikhlas. Jawaban yang benar ialah sabar.
Anies dan Mega yang disebutkan dalam soal itu dipersepsi publik sebagai Anies Baswedan yang saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Megawati Soekarnoputi, Ketua Umum DPP PDIP. Anies dalam soal itu diberi bingkai sosok yang amanah dan sabar, sedangkan Mega dikesankan sebagai tukang ejek.
Boleh-boleh saja guru pembuat soal, Sukirno, mengaku tidak ada maksud lain di balik nama tokoh dalam soal yang dibuatnya. “Demi Allah Pak, saya tidak punya niat apa-apa,” ujar Sukirno saat rapat bersama Komisi E DPRD DKI, Selasa (15/12).
Sebaliknya, juga boleh-boleh saja Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi berencana melaporkan Sukirno ke polisi karena menganggap soal ujian itu berbahaya lantaran bernada provokasi. “Saya akan melaporkan Bapak ke Polda Metro Jaya,” kata kader PDIP itu dalam rapat tersebut.
Kalimat ‘Anies selalu diejek Mega’ dikait-kaitkan publik dengan pernyataan Megawati sebelumnya. Setidaknya dua kali Mega menyoroti kepemimpinan Anies di Jakarta.
Ketika memberikan pengarahan kepada calon kepala daerah pada 19 Februari, Mega mengkritik keputusan Anies yang menggelar balapan mobil listrik atau Formula E di Monas.
Mega mengatakan Monas ialah cagar budaya. “Jangan pula saya dibenturkan sama Pak Anies, tetapi saya ngomong, Monas itu adalah sudah pasti peraturannya merupakan cagar budaya. Artinya, tidak boleh dipergunakan untuk apa pun juga,” kata Mega.
Kembali Mega kritik Anies pada 10 November. Mega menilai Jakarta kini menjadi kota yang amburadul. “Persoalannya sekarang saya bilang Jakarta ini menjadi amburadul,” kata Mega saat menanggapi penghargaan Kota Mahasiswa atau City of Intellectual berdasarkan hasil riset yang dipimpin oleh Ketua Senat dan Guru Besar UNJ Hafi d Abbas.
Meski disebut sebagai kota yang amburadul, Jakarta pada Oktober justru memenangi Sustainable Transport Award (STA) 2021 atas program integrasi antarmoda transportasi publik yang terus dikembangkan. Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang memenangi penghargaan STA mengalahkan kota-kota besar lainnya.
Eloknya, guru tetap profesional dalam menyusun soal ujian tanpa memasukkan preferensi politik. Pembelahan politik pada Pilgub DKI Jakarta jangan sampai tetap terbawa di alam bawah sadar para guru di Jakarta. Politik boleh berguncang-guncang, guru tetap profesional dalam menjalankan tugasnya.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mendefenisikan guru sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, menurut Pasal 20 UU 14/2005, guru berkewajiban merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; meningkatkan dan mengembangkan kualifi kasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Kewajiban guru lainnya ialah bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran; menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilainilai agama dan etika; dan memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
Soal ‘Anies selalu diejek Mega’, langsung atau tidak langsung, bertentangan dengan kewajiban guru untuk memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
Pembuat soal itu kiranya perlu mengingat kembali Sumpah Guru Indonesia yang salah satu butirnya berbunyi, “Bahwa saya akan melaksanakan tugas saya serta bertanggung jawab yang tinggi dengan mengutamakan kepentingan peserta didik, masyarakat, bangsa dan negara serta kemanusiaan.” Kepentingan bangsa itu yang kini kian menjauh.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved