Standar Toilet

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
12/10/2015 00:00
Standar Toilet
(ANTARA/DION )
KEMENTERIAN Pariwisata menyelenggarakan penilaian toilet bandara.

Hasilnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta meraih penghargaan tertinggi Sapta Pesona Toilet Umum Bersih 2015 di Bandara.

Pentingkah toilet bandara dikonteskan?

Dari sudut pandang Menteri Pariwisata tentu penting.

Kalau tak penting, mengapa pula kementeriannya repot-repot melakukan penilaian toilet?

Seperti dikutip pers, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan toilet umum bersih di bandara, selain menciptakan citra positif destinasi, menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global yang saat ini berada di ranking ke-50 dan akan meningkat menjadi ranking ke-30 dunia dalam lima tahun ke depan.

Toilet memang bagian tak terpisahkan dari higienitas dan hospitality (kesukaan menerima tamu).

Contoh gampang, untuk tahu derajat kebersihan sebuah restoran, lihatlah toiletnya.

Bila toiletnya jorok, apalagi buntu, meluber pula, tinggalkanlah restoran itu.

Apakah kebersihan toilet berkorelasi dengan enaknya hidangan?

Jawabnya, tidak selalu.

Ada restoran bertoilet bersih, tetapi bumbu masakannya pun terasa steril alias hambar.

Sebaliknya, ada rumah makan bertoilet kotor banget, tapi masakannya? Ya ampun, nikmatnya.

Tentu, ada restoran bertoilet jorok dan makanannya pun tak layak telan. Yang dicari pasti bersih dan sedap.

Bandara internasional jelas merupakan salah satu elemen strategis dalam industri pariwisata, penghasil devisa.

Seperti restoran, toilet bandara internasional pun menjadi petunjuk, apakah destinasi yang dikunjungi jorok atau bersih.

Karena itu, dapatlah dipahami bahwa Menteri Pariwisata menjadikan standar toilet sebagai salah satu ukuran penting sehingga dikonteskan.

Akan tetapi, dipandang dalam perspektif besar, memprihatinkan.

Tujuh puluh tahun merdeka, kita masih berada di level paling dasar, yaitu standar toilet.

Sampai kapan?

Mudah-mudahan, sebelum masa pemerintahan Jokowi-JK berakhir 20 Oktober 2019, toilet di semua bandara internasional telah memenuhi standar dunia.

Akan tetapi, toilet bersih saja tak cukup.

Kualitas sebuah bandara juga ditentukan kecepatan menangani bagasi.

Bandara Soekarno-Hatta tergolong sangat lelet.

Contoh, sebulan lalu seorang penumpang mengeluh karena 40 menit sejak keluar dari imigrasi barulah conveyor belt bagasi mulai jalan.

"Berapa lama lagi untuk koper saya keluar?" Keluhan itu dimuat pada Jumat, 11 September 2015, pukul 23.17, di rubrik Pasangmata Detik.com.

Masih di bandara yang sama, di tempat kedatangan di Terminal 2, di dekat conveyor belt, tersedia ruang tunggu khusus untuk penumpang kelas bisnis Garuda, lengkap dengan minuman dan bacaan.

Buat apa?

Jelaslah untuk memperpanjang kesabaran penumpang kelas bisnis menunggu koper yang lama keluar.

Bagaimana dengan kelas ekonomi?

Bukan salah bunda mengandung, memang suratan nasib harus tabah terus berdiri menatap ke conveyor belt, entah berapa lama, sampai koper muncul.

Jadi, selain melakukan penilaian atas toilet, sebaiknya Kementerian Pariwisata juga membuat penilaian atas kecepatan penanganan bagasi.

Standarnya jelas, yaitu barang lebih dulu tiba, sebelum penumpang tiba di conveyor belt.

Toilet bersih perlu dan penting, tetapi tak ada wisatawan bersedia berlama-lama di toilet nan indah sekalipun gara-gara menanti bagasi.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.