Pak Guru Samuel Paty

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
03/11/2020 05:00
Pak Guru Samuel Paty
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

JEPANG menyerah kepada sekutu setelah Amerika mengebom Hiroshima dan Nagasaki pada 1940-an. Kaisar Hirohito mengumpulkan para
jenderalnya. Kepada para jenderal, Kaisar bertanya berapa jumlah guru yang masih hidup. Kaisar ingin membangun kembali peradaban Jepang yang porak-poranda akibat kalah perang. Kaisar kiranya sadar peradaban seharusnya bertumpu pada guru, bukan pada kekuatan pasukan. Kaisar Hirohito kiranya menganggap guru prajurit peradaban.

Saat gempa dan tsunami Aceh 2004, Indonesia menangis kehilangan sekitar 2.500 guru. Kita membayangkan pendidikan di Aceh bakal  terhenti total dan sulit bangkit kembali. Banyak orang mendaftar menjadi guru sukarelawan bagi Aceh. Sejumlah lembaga internasional seperti Pasiad Turki, Usaid Amerika, dan Unicef, fokus membantu memulihkan pendidikan di sana. Media Group, penerbit harian ini, fokus membantu memulihkan pendidikan di Aceh dengan mendirikan tiga sekolah.

Guru, di berbagai negara, termasuk golongan warga negara pertama yang mendapat vaksin covid-19 secara gratis. Itu disebabkan peran atau manfaat sosial (social utility) guru sangat penting. Peran sosial itu serupa dengan yang ditunjukkan Kaisar Hirohito, mengajarkan kita membentuk peradaban.

Guru kiranya sosok yang kita kehendaki selamat atau diselamatkan dalam berbagai bencana, baik perang, bencana alam seperti tsunami, maupun bencana nonalam semisal pandemi covid-19. Oleh karena itu, kita tak habis pikir ketika ada orang yang malah membunuh dan memenggal kepala Samuel Paty, guru di Prancis.

Samuel Paty mengajar sejarah di College du Bois d’Aulne di Conflans Sainte-Honorine, barat laut Paris, Prancis. Muridnya datang dari  berbagai latar belakang ras dan agama. Sebagian besar murid berkulit putih dan dari keluarga kelas menengah.

Paty tipe guru kreatif yang ingin pelajaran yang diberikannya menyenangkan, tidak membosankan. Paty, misalnya, sering kali menugasi murid-muridnya membuat ilustrasi Liberte, Egalite, Fraternite. Kebebasan, Kesetaraan, Persaudaraan moto resmi negara Prancis yang pertama kali digaungkan saat Revolusi Prancis. Para murid biasanya berbisik satu sama lain untuk mendiskusikan ilustrasi yang pas.

Sebagian murid mengilustrasikan ‘Kesetaraan’ sebagai tubuh atau wajah dengan dua bagian yang sama, laki-laki dan perempuan, hitam dan putih. Sebagian murid mengilustrasikan ‘Persaudaraan’ dengan gambar dua belah tangan berwarna hitam dan putih berbentuk hati melingkari bola dunia.

Akan tetapi, para murid sering kali kesulitan mengilustrasikan‘Kebebasan’. Beberapa murid mengilustrasikannya dengan gambar patung Liberty bersayap serupa malaikat.

Saat mengajar kebebasan berbicara yang merupakan bagian kurikulum nasional Prancis, Paty suka menunjukkan murid-muridnya dua karikatur Nabi Muhammad dari majalah Charlie Hebdo. Paty menerangkan hukum Prancis melindungi kebebasan berekspresi, termasuk berekspresi melalui karikatur yang ‘mengejek’ agama-agama.

Sejumlah murid mendebatnya. Paty hati-hati menjelaskan argumen kebebasan berpendapat melalui karikatur Muhammad itu kepada murid-muridnya. Ia di awal pelajaran senantiasa mengingatkan para muridnya, terutama yang muslim, untuk mengalihkan pandangan dari karikatur Muhammad jika karikatur itu bakal menyinggung mereka.

Paty dan para murid selalu terlibat dalam diskusi yang saling menghargai di setiap materi yang ia ajarkan. Selama bertahun-tahun cara  mengajar Paty, termasuk dengan menunjukkan karikatur Muhammad, tak menimbulkan masalah.

Namun, Oktober lalu, sejumlah orangtua murid muslim keberatan. Seorang di antaranya melaporkan Paty ke polisi. Orangtua murid itu juga mengunggah video di Facebook untuk memobilisasi orangtua lain, mengidentifikasi identitas sang guru. Paty dikatakan mengidap fobia Islam dan menyerang Islam.

Lelaki berusia 18 tahun asal Chechnya membunuh Paty. Ia memenggal kepala Paty. Si pembunuh mengunggah ke Twitter gambar kepala Paty yang terpisah dari tubuhnya, tergeletak di jalan.

Kita semestinya menangisi kematian tragis Pak Guru Paty. Presiden Prancis Emamnuel Macron membela Paty. Majalah The Economist edisi 24 Oktober-30 Oktober 2020 menurunkan obituarium Patty. Mirip dengan Kaisar Hirohito yang menganggap guru prajurit peradaban, The Economist menyebut Paty prajurit kebebasan (liberty’s foot-soldier). Membunuh Paty sama artinya membunuh peradaban dan kebebasan.

Kita selayaknya mengecam dengan kecaman paling keras pembunuhan Paty, juga pembunuhan di satu gereja di Nice, Prancis. Sejumlah tokoh muslim Prancis mengutuk pembunuhan Paty. Mereka mengatakan membunuh orang yang tak berdosa seperti Paty ialah kebiadaban.

Presiden Jokowi mengecam kekerasan di Prancis. Bagus seandainya Presiden Jokowi secara khusus mengecam pembunuhan Paty sebagai bentuk pembelaan dan penghormatan kepada guru dan peradaban.
 



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.