Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KITA menghargai langkah pemerintah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Menteri BUMN Erick Thohir yang menjadi ketua pelaksananya bertugas menyelaraskan tugas yang sudah lebih empat bulan dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan upaya menggerakkan perekonomian masyarakat.
Akhir bulan lalu di kolom ini, kita mengusulkan kepada pemerintah membentuk gugus tugas ekonomi. Organisasi itu diperlukan agar bisa cepat mengeksekusi berbagai kebijakan pemulihan ekonomi nasional yang sudah ditetapkan pemerintah. Kita membutuhkan orang yang bisa berkonsentrasi penuh menggerakkan perekonomian nasional tanpa harus terbebani urusan pemerintahan sehari-hari.
Kita tahu wabah covid-19 tidak hanya memengaruhi kesehatan masyarakat, tetapi juga memukul kegiatan ekonomi. Keharusan untuk tetap tinggal di rumah dan menjaga jarak membuat kegiatan ekonomi praktis terhenti. Dampak dari upaya kita membatasi penyebaran covid-19 antara lain menurunnya angka penjualan dan penerimaan, terkurasnya arus modal perusahaan, dan kemudian meningkatnya pemutusan hubungan kerja.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo berulang kali mengingatkan, penanganan ekonomi masyarakat tidak kalah penting untuk diperhatikan di samping upaya penanganan covid-19 sendiri. Ada dua alasan setidaknya yang mendasarinya. Pertama, PHK akan membuat masyarakat kehilangan pendapatan dan pekerjaan. Tanpa adanya pendapatan, kemampuan untuk memperoleh makanan yang bergizi akan berkurang dan itu akan memengaruhi imunitas. Tanpa memiliki pekerjaan, orang juga akan depresi serta panik dan itu juga akan berdampak kepada penurunan imunitas.
Kedua, PHK akan membuat orang merasa tidak memiliki harapan. Kalau tidak segera dibantu untuk menyelesaikan persoalannya, orang itu akan terjebak dalam situasi frustrasi. Kita tidak boleh lupa, orang yang lapar akan mudah untuk menjadi marah, a hungry man become an angry man.
Dengan adanya Komite Pemulihan Ekonomi Nasional, diharapkan, ada orang yang diserahi tanggung jawab untuk memikirkan bagaimana perekonomian masyarakat bisa kembali digerakkan. Seperti Ketua Gugus Tugas Doni Monardo, ia harus siap 24 jam menyediakan waktunya untuk menginventarisasi masalah dan mencari jalan keluarnya. Bahkan dalam tiga bulan pertama Doni tidak pernah pulang ke rumah untuk memikirkan cara mengendalikan penyebaran covid-19 di Indonesia.
Kondisi yang kita hadapi sekarang ini jauh dari menggembirakan. Di samping angka penularan covid-19 yang masih tinggi, perekonomian masih bergeming. Meski pemerintah menyediakan stimulus fi skal hampir Rp700 triliun, pemanfaatannya belum optimal. Termasuk suntikan dana Rp30 triliun yang disalurkan melalui empat bank BUMN.
Kita harus bergerak cepat karena setiap hari keadaan bisa semakin memburuk. Kita masih harus menunggu sampai awal Agustus nanti seberapa dalam perlambatan ekonomi yang terjadi pada kuartal II lalu. Presiden Joko Widodo sudah memberikan indikasi, perekonomian kita akan bisa tertekan sampai minus 4,3%.
Sekarang ini yang perlu dilakukan bagaimana menyediakan anggaran yang mencukupi untuk mengendalikan penyebaran covid-19. Kedua, menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi masyarakat miskin yang terdampak covid-19, dengan memberikan dana bantuan tunai. Ketiga, memberikan bantuan modal kerja kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan besar agar mereka bisa tetap berproduksi dan memberikan lapangan pekerjaan kepada lebih banyak orang.
Komite Pemulihan Ekonomi Nasional harus mampu memiliki database tentang jumlah usaha mikro, kecil, menengah, dan besar yang terdampak covid-19 di seluruh Indonesia. Terutama, usaha-usaha yang mampu menampung tenaga kerja dalam jumlah yang besar, harus diketahui kebutuhannya untuk bisa bergerak kembali kegiatan usahanya. Bahkan, harus dirumuskan skema tentang cara mendapatkan modal kerja itu dan bagaimana kemudian menggembalikannya.
Kemampuan untuk cepat mengambil keputusan, tidak pilih kasih, namun tetap menerapkan sikap prudent merupakan hal yang perlu dimiliki Komite Pemulihan Ekonomi. Kemauan untuk terbuka kepada masukan, mau berkoordinasi, dan mampu untuk mengajak semua komponen bangsa untuk ikut memikirkan cara keluar dari situasi krisis dan kritis ini tidak kalah pentingnya.
Pengalaman Ketua Gugus Tugas Doni Monardo menarik dijadikan pelajaran. Ia menerapkan apa yang disebut dengan 5S dan 1T. Doni menyadari, penanganan covid-19 tidak mungkin dilakukan sendirian. Oleh karena itu, dia membangun struktur, menetapkan sistem, merumuskan strategi, memanfaatkan skill dari para pakar, dan cepat dalam mengambil keputusan. Dari sanalah kemudian ditetapkan target yang ingin dicapai.
Sesudah empat bulan wabah covid-19 melanda Indonesia, tantangan tetap tidak mudah. Kita tetap harus menghindarkan agar jangan sampai masyarakat terpapar covid-19, tetapi secara bersamaan jangan sampai terkapar oleh virus PHK. Pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tidak terlepas dari keinginan kita untuk membuat masyarakat bisa tetap produktif, tetapi secara bersamaan bisa aman dari ancaman virus korona.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved