Manuver Gerindra

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
23/1/2020 05:10
Manuver Gerindra
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menerima dua nama baru calon wakil gubernur DKI Jakarta, Nurmansjah Lubis dari Partai Keadilan Sejahtera dan Riza Patria dari Partai Gerindra, pada Selasa (21/1).

Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria sebenarnya bukanlah nama baru dalam politik. Nurmansjah pernah dua periode menjabat di DPRD DKI, sedangkan Riza Patria saat ini merupakan anggota DPR RI.

Dua nama itu selanjutnya diserahkan Anies kepada DPRD DKI Jakarta untuk dipilih. Pemilihan tidak bisa segera dilaksanakan, sebab DPRD Jakarta periode 2019-2024 belum memiliki tata tertib. Pengesahan tata tertib sudah diagendakan pada 28 Januari.

Tata tertib DPRD yang mengatur pemilihan pengganti Sandiaga Uno itu harus memenuhi ketentuan Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Pemilihan dilakukan dalam rapat paripurna DPRD.

DPRD terlebih dulu membentuk panitia pemilihan. Dua calon itu akan menyampaikan visi dan misi dalam rapat paripurna. Meski demikian, visi dan misi yang disampaikan tentu tidak boleh berseberangan dengan visi dan misi Anies-Sandi saat kampanye 2017. Visi mereka ialah Jakarta kota maju, lestari, dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan, dan kesejahteraan semua.

Rapat itu memenuhi kuorum jika dihadiri setengah plus satu anggota DPR DKI sebanyak 106 orang. Jadi, rapat dianggap kuorum jika dihadiri minimal 54 anggota.

Bagaimana menentukan suara sah? Penentuan suara sah itu bersifat politis. Sejauh ini ada dua opsi yang berkembang di kalangan anggota dewan. Pertama, calon terpilih berdasarkan suara terbanyak dari rapat pemilihan saat itu.

Opsi kedua, wagub terpilih harus mendapat suara setengah plus satu dari jumlah anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna pemilihan. Jika anggota Dewan yang hadir sebanyak 54 orang, calon harus mendapatkan minimal 28 suara untuk dapat terpilih.

Kalau tidak ada calon yang mendapatkan suara setengah plus satu, tentu saja dua-duanya tidak terpilih. Partai pengusung harus mengajukan calon baru lagi.

Bagaimana peluang Nurmansjah Lubis dan Riza Patria? Anggota DPRD mestinya memilih berdasarkan visi dan misi yang disampaikan kedua calon. Akan tetapi, itu hanya teori yang ada dalam literatur ilmu politik.

Politik praktis di Indonesia berjalan jauh sekali dari literatur. Kekuasaan itu sepenuhnya ada di tangan partai, anggota DPRD hanyalah pion dalam permainan catur politik. Tidak tunduk pada putusan partai, siap-siap angkat kaki dari DPRD.

Dengan demikian, menebak wagub terpilih tidak susah-susah amat. Cukup melihat konstalasi kekuatan politik di pusat. Ada partai politik yang tergabung dalam pemerintahan dan ada partai politik yang berada di luar pemerintahan.

Ada 10 partai politik penghuni Kebon Sirih, markas DPRD DKI. Mereka ialah PDIP dengan 25 kursi, Gerindra (19), PKS (16), Partai Demokrat (10), PAN (9), PSI (8), NasDem (7), Golkar (6), PKB (5), dan PPP memiliki satu kursi.

Dari 10 partai itu, tiga partai yang saat ini berada di luar pemerintahan, yaitu PKS, Demokrat, dan PAN. Ketiga partai itu, jika bersatu, hanya mengantongi 33% jumlah kursi di DPRD DKI Jakarta, atau sebanyak 35 kursi dari 106 kursi yang ada. Adapun partai yang berada dalam pemerintahan sebanyak 71 kursi.

Konstalasi politik di tingkat pusat itulah yang antara lain menyebabkan berhentinya pemilihan wagub DKI sejak Agustus 2019. Saat itu, semua nama calon berasal dari PKS, Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Hubungan antara Gerindra dan PKS masih mesra, tapi keduanya minoritas di DPRD sehingga tak kunjung terlaksana rapat pimpinan gabungan DPRD DKI.

Manuver Gerindra memunculkan nama baru calon wagub tentu saja kurang menguntungkan PKS. Sebab, sejak awal, jatah kursi Wakil Gubernur DKI digadang-gadang sebagai milik PKS.

Posisi calon wagub yang diusung Gerindra, Riza Patria, saat ini di atas angin karena partai besutan Prabowo Subianto itu sudah bergabung dalam pemerintahan.

PKS yang mengusung Nurmansjah Lubis sangat memahami peta kekuatan politik di DPRD DKI. Karena itulah Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Mohammad Arifin meminta kepada aparat penegak hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi, agar ikut mengawasi pemilihan wagub di DPRD DKI.

Siapa pun Wagub DKI Jakarta yang terpilih, tentulah dia yang terbaik buat warga Jakarta dan bisa bekerja sama dengan gubernur.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.