Manfaat B-30

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
27/12/2019 05:10
Manfaat B-30
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PERESMIAN penggunaan biodiesel B-30 oleh Presiden Joko Widodo memberi banyak arti bagi kita sebagai bangsa. Pertama, kita bisa menyatukan langkah untuk menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa ini.

Selama ini kita merasakan betapa sulitnya untuk bisa bersatu. Semua selalu berpikir kepentingan sendiri. Namun, dalam penggunaan B-30, semua mau saling mendukung. Sejak ide B-30 diluncurkan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia bersepakat ikut terlibat.

Tujuh agen tunggal pemegang merek menyediakan kendaraan untuk mengetes penggunaan B-30. Pada jenis mobil pribadi, tes perjalanan dilakukan untuk jarak 50.000 km. Untuk jenis truk, tes perjalanan menempuh jarak 40.000 km.

Dukungan Gaikindo sangatlah penting karena merekalah yang kelak menggunakan produk B-30. Ternyata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan hasil tes perjalanan menunjukkan penggunaan B-30 masih dalam toleransi baik untuk kemampuan mesin ataupun perawatannya.

Dengan lampu hijau yang diberikan Gaikindo, manfaat kedua yang bisa kita dapatkan ialah penghematan devisa akibat impor solar. Selama ini penggunaan solar setiap tahun sekitar 15 juta kiloliter. Dengan 30% berasal dari biofuel, berarti ada sekitar 4,5 juta kiloliter yang kita gunakan dari produk terbarukan asal dalam negeri.

Penghematan itu nilainya tidak kecil. Setidaknya Rp20 triliun devisa yang bisa dihemat. Di sinilah manfaat ketiga bisa kita petik, yakni ada devisa sebesar Rp20 triliun yang bisa memutar kegiatan ekonomi di dalam negeri. Setidaknya pengusaha, petani, dan mereka yang bekerja di perkebunan kelapa sawit dan produsen biofuel bisa mendapatkan pekerjaan.

Sekarang ini produksi biofuel di dalam negeri sekitar 11,6 juta kiloliter setiap tahun. Selama ini mereka kesulitan mengekspor biofuel karena terkena tuduhan dumping. Dengan 40% terserap di dalam negeri, berarti kepastian pemasarannya membuat para produsen bisa bernapas.

Manfaat keempat yang bisa kita petik ialah kita lebih percaya diri dalam menghadapi boikot negara-negara Uni Eropa. Presiden Jokowi sudah menegaskan untuk melawan tindakan diskriminatif UE. Bahkan, Presiden memerintahkan menyewa pengacara terbaik untuk melawan perlakuan yang tidak adil dari UE tersebut.

Kekompakan yang kita perlihatkan di dalam negeri merupakan kunci untuk menghadapi turbulensi di dunia sekarang ini. Apabila kita bisa terus bersatu dan mau melihat persoalan dari aspek yang lebih luas, kita akan lebih resilient menghadapi gejolak perekonomian global.

Inilah yang kita harapkan bisa terus dilakukan pemerintah. Pemerintah harus berada di depan untuk menentukan arah besar yang ingin kita kerjakan. Semua itu didasari kepentingan nasional, bukan oleh agenda-agenda bangsa lain.

Kita tidak boleh menjadi bangsa yang sekadar menjadi pembebek. Kita ikut saja agenda orang lain tanpa mau memahami apa persoalan yang sebenarnya kita hadapi.

Kita harus sadar negara ini masih tergolong negara berkembang. Yang kita butuhkan sekarang ialah bagaimana membuat lebih banyak warga bangsa ini mempunyai pekerjaan. Setelah itu, baru secara bertahap kita memperbaiki diri untuk menjadi negara industri maju.

Tidak ada negara yang langsung melompat menjadi negara maju. Negara-negara Eropa pun bisa menjadi sekarang juga melalui perjalanan sangat panjang. Mereka bahkan sudah merusak lingkungannya agar bisa menjadi negara maju.

Sekarang baru mereka berteriak-teriak soal lingkungan. Mereka manfaatkan lembaga swadaya masyarakat menjadi kelompok penekan. Kita tentu tidak berniat juga merusak lingkungan. Akan tetapi, jangan pula kita ditekan untuk tidak boleh meraih kemajuan dengan ditakut-takuti soal lingkungan.

Presiden kadang harus turun tangan sendiri untuk membuat semangat Indonesia Incorporated itu berjalan. Pengalaman untuk mendorong penggunaan B-30 merupakan bukti bahwa dengan pengawalan yang ketat, tidak ada yang tidak mungkin dikerjakan bangsa ini.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.