Nama

03/9/2015 00:00
Nama
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

NAMANYA Tuhan. Umurnya 43, pekerjaannya tukang kayu di Banyuwangi, Jawa Timur. Seperti nama lainnya, namanya pun ditulis dengan awal huruf besar, 't' besar. Nama itu ramai dibahas di media sosial karena tak lazim.

Ada juga orang bernama Saiton, 36, guru di Palembang. Nama itu pun dengan 's' besar. Kalau mereka duduk berdampingan, bersahabat, terjadilah Tuhan berteman dengan Saiton. Hubungan manusiawi karena keduanya memang manusia, anak bangsa Indonesia.

Yang bernama Tuhan itu bukanlah Tuhan Allah, Sang Pencipta Langit dan Bumi. Yang bernama Saiton pun bukan setan penggoda Hawa hingga terlempar dari firdaus. Nama itu sekadar nama, tiada hubungan dengan Tuhan dan setan.

Di Spanyol, dengan mayoritas pemeluk Katolik, lazim orang bernama Jesus. Sebutlah Jesus Navas Gonzalez, pemain Manchester City. Nama itu tidak bermaksud menggantikan Jesus dari Nazareth, yang lahir dari kandungan Bunda Maria. Di sana nama itu bukan masalah.

Sebaliknya, bayangkanlah di negeri ini, ada orang bernama Jesus Hutabarat, jemaat HKBP pula. Saya yakin, beramai-ramai orang Batak, khususnya sesama Hutabarat, meminta ganti nama. Saya pun percaya pendeta HKBP enggan membaptisnya. Orangtuanya bisa-bisa dicap 'gila'.

Seseorang diberi nama, umumnya, sesuka orangtuanya. Ada karena kebiasaan. Dahulu, kabarnya, ada kebiasaan puak tertentu memberi nama sesuai apa yang dilihat ayahnya ketika sang jabang bayi lahir ke bumi.

Bila ayah sedang melihat bangku, anak itu diberi nama Bangku. Kalau sedang melihat roti, ya, si Roti-lah namanya. Bagaimana kalau melihat lalat? Masak diberi nama Lalat?

Itu kiranya lebih baik daripada ketika baru lahir diberi nama panjang dan hebat, Jujur Patriot Harapan Bangsa, tetapi di masa depan, setelah menjadi pejabat publik, ditangkap KPK karena korupsi.

Orang Inggris, yang katanya berperadaban tinggi, pun sesukanya memberi nama. Contoh, Danny Drinkwater, alias Danny Minumair, pemain klub Leicester City.

Drinkwater pertama kali bermain untuk timnas Inggris umur di bawah 18 dan mencetak gol kedua dari kemenangan 2-0 saat melawan Ghana. Di Eropa sana, nama itu bukan soal. Namun, di sini?

Cobalah beri nama anak Minumair, bahkan lebih keren Minumsusu atau Minumjus, anak itu bakal putus sekolah karena tak sanggup menghadapi cemoohan dan olok-olok temannya.

Apalah artinya sebuah nama?

William Shakespeare bisa salah, bisa benar. Salah karena nama mengandung makna.

Sebuah nama bahkan bisa jadi hasil kajian numerologi, yakni studi mengenai angka, seperti angka pada tanggal dan tahun kelahiran serta pengaruhnya pada kehidupan.

Tentu saja ada yang setelah dewasa datang ke pengadilan negeri untuk mengubah nama pemberian orangtuanya karena membawa sial. Tak usah pula heran, ada yang setelah terkenal mengubah nama panggilannya menjadi nama selebritas dan komersial.

Kembali ke nama Tuhan dan Saiton, dalam hal ini kiranya Shakespeare benar, apalah artinya sebuah nama.

Mawar tetaplah mawar, apa pun nama lainnya, selama tetap harum.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.