Merajut Asa

Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group
15/10/2019 05:30
Merajut Asa
Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group(MI/Tiyok)

TIDAK ada yang menyangkal bahwa kondisi ekonomi global sedang menghadapi perlambatan. Mantan Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri bahkan memperkirakan kondisi ini akan berlangsung lama. Kita harus bersiap untuk menghadapi kondisi seperti ini sekitar lima tahun ke depan.

Tentu yang namanya analisis ekonomi bukan berarti pasti akan terjadi. Ada keterbatasan dalam memperkirakan apa yang akan terjadi di depan kita. Faktor-faktor itu yang biasa disebut sebagai ceteris paribus.

Oleh karena manusia itu makhluk berpikir, selalu ada respons yang dilakukan terhadap kondisi yang bisa merugikan kehidupannya. Dalam kasus perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok, kedua negara terus berupaya untuk mencari jalan keluar terbaik. Baik Washington maupun Beijing mencoba mencapai keseimbangan baru untuk mencegah jangan sampai kedua bangsa kemudian menjadi korban.

Dalam buku Merajut Asa yang ditulisnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengambarkan secara terperinci tantangan yang dihadapi oleh bangsa ini. Setelah reformasi, industri tidak lagi menjadi andalan utama pendorong pertumbuhan ekonomi. Padahal di era Orde Baru, pertumbuhan industri yang selalu double digit membawa Indonesia menjadi salah satu negara industri baru di Asia.

Industrialisasi harus dihidupkan karena merupakan jalan bagi bangsa ini mencapai kemajuan. Melalui industrialisasi, bangsa ini akan meraih kesejahteraan. Jalan untuk itu sangat terbuka dengan kehadiran ekonomi internet. Apalagi kalau bisa menerapkan industri 4.0, kita akan bisa menciptakan efisiensi untuk menghasilkan produk yang lebih murah, lebih berkualitas, dan memanfaatkan pasar yang terbuka.

Kunci untuk bisa mencapai itu ialah menyiapkan sumber daya manusia. Tidak harus semua orang mengecap pendidikan tinggi, tetapi yang lebih penting setiap orang memiliki kompetensi dan kapasitas untuk mengembangkan diri. Kebijakan pemberian insentif pajak untuk vokasi dan juga riset harus bisa berjalan di lapangan.

Peran serta dunia usaha sangat diharapkan untuk bisa tetap menggerakkan perekonomian. Situasi berat sekarang ini harus memacu pengusaha untuk tetap mau berinvestasi. Airlangga melihat minat investasi di industri petrokimia masih tetap tinggi. PT Chandra Asri, misalnya, tengah membangun pabrik keduanya dengan nilai investasi US$4 miliar. Ada dua investor asing dari Korea Selatan dan Taiwan yang juga akan berinvestasi di industri petrokimia.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil melihat peran dunia usaha sangat penting dalam mendorong pembangunan ekonomi. Hal itu karena dunia usaha mempunyai semua prasyarat untuk bisa maju, dari manajemen, teknologi, akses ke sektor keuangan, hingga akses ke pasar.

Sayangnya di Indonesia jumlah dunia usaha yang seperti itu masih sangat terbatas. Hampir 99% pengusaha kita masuk ke kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah. Akibatnya, banyak yang secara manajemen lemah, tidak mempunyai teknologi, terbatas aksesnya ke perbankan, juga tidak mempunyai jaringan pasar.

Langkah yang perlu dilakukan agar pengusaha UMKM bisa terintegrasi dengan ekonomi yang lebih besar ialah melalui koperasi. Kalau kita bisa mendorong koperasi dikelola secara profesional seperti di negara-negara Eropa, UMKM kita bisa menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bentuk koperasi modern yang memberi manfaat kepada anggotanya sebenarnya ada di depan kita. Gojek merupakan koperasi modern yang berhasil dikembangkan putra-putra Indonesia. Sekarang bagaimana kita melahirkan lebih banyak Nadiem Makarim yang bisa menarik banyak warga untuk berperan serta.

Masa depan perekonomian bangsa ini memang tergantung bagaimana kita mau melihatnya. Ia akan menjadi sesuatu yang memiliki prospek baik apabila kita melihat dengan kacamata yang optimistis. Sebaliknya, perekonomian bangsa ini akan terlihat kelabu apabila kita melihatnya dengan kacamata yang pesimistis.

Airlangga Hartarto mengajak kita untuk tetap menghidupkan harap­an itu sebab ekonomi internet yang berkembang sekarang ini telah menghasilkan nilai perdagangan sampai US$40 miliar. Sekitar 10 tahun mendatang nilainya bahkan akan meningkat menjadi US$133 miliar.
Yang perlu kita lakukan sekarang ialah mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang lebih prospektif. Kita harus berlomba-lomba untuk menjadi manusia yang produktif, bukan sebaliknya menjadi masyarakat yang destruktif.

Teringat pesan yang disampaikan kolumnis Fareed Zakaria ketika berbicara di depan lulusan Universitas Harvard. Kita harus terus menjaga nilai-nilai baik yang ada di tengah masyarakat. Kita harus menjadi pribadi yang mengutamakan intelektualitas, kerja keras, disiplin, berani, serta memiliki rasa cinta dan juga iman.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.