Ibu Kota Baru

Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group
27/8/2019 05:30
Ibu Kota Baru
Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group(Dok. MI)

PRESIDEN Joko Widodo memastikan ibu kota baru Republik Indonesia. Ibu kota negara ditetapkan berada di antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur. Surat resmi penetapan ibu kota baru akan disampaikan kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendapat persetujuan anggota legislatif. DPR memang harus terlebih dahulu mengubah Undang-Undang Nomor 29/2007 tentang ibu kota negara.

Menurut Presiden, ibu kota baru akan dibangun di atas lahan negara seluas 180 ribu hektare. Pemindahan ibu kota diharapkan akan mengurangi beban DKI Jakarta dan Pulau Jawa yang selama ini menjadi tumpuan utama pembangunan.

Diharapkan dengan pemindahan ibu kota baru, pembangunan Indonesia juga akan lebih merata. Orang tidak lagi menjadikan Jawa sebagai pusat pembangunan, tetapi berani untuk berinvestasi juga di luar Jawa.

Penetapan ibu kota baru merupakan keputusan yang berani. Presiden Soekarno pernah berencana untuk memindahkan ibu kota negara ke Palangka Raya, namun rencana tersebut tidak pernah bisa terealisasi.

Presiden Soeharto pernah juga berencana untuk memindahkan ibu kota negara ke Jonggol, namun pemindahan itu tidak pernah terlaksana. Terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang melemparkan gagasan untuk kembali memindahkan ibu kota negara ke Palangka Raya.

Sekarang yang diperlukan ialah rencana teknis dari pemindahan ibu kota negara tersebut. Maket baru ibu kota negara perlu disosia­lisasikan, agar semua orang ikut merasa memiliki. Bahkan bagaimana pembiayaan pembangunannya perlu dibuka agar tidak menjadi sumber isu baru.

Presiden menjelaskan, pembangunan ibu kota baru akan sekecil mungkin menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara. Artinya, kemungkinan besar pemerintah akan menawarkan aset-aset negara yang ada di Jakarta sekarang ini untuk ditukar-guling dengan pembangunan Istana, kantor lembaga negara, dan kementerian di Kalimantan Timur.

Presiden memang membuka peluang kepada badan usaha milik negara, swasta, dan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha untuk membangun ibu kota negara baru. Aturan main harus dibuat setransparan mungkin agar terhindar dari kemungkinan terjadinya praktik korupsi.

Apalagi belum semua orang sependapat dengan rencana pemindahan ibu kota negara tersebut. Mantan Menteri Ekonomi Prof Emil Salim merupakan salah satu yang meminta agar rencana pemindahan ibu kota negara dipertimbangkan kembali. Sebab, pemerataan pembangunan nasional hanya bisa tercapai dengan pemerataan peningkatan kualitas sumber daya manusia bukan dengan pemindahan ibu kota negara.

Pembangunan ibu kota negara bukan hanya masalah menyediakan infrastruktur kota yang baru. Ibarat membangun sebuah rumah, yang lebih penting membangun jiwanya. Interaksi antara infrastruktur dan manusia yang tinggal di dalam kota baru itu menjadi lebih penting.

Apalagi kelak bukan hanya istana dan kantor-kantor pemerintahan yang akan pindah, tetapi juga pegawai yang bekerja di dalamnya. Ibaratnya akan ada ‘bedol kota’ dari Jakarta ke ibu kota yang baru nanti. Jangan lupa kantor-kantor kedutaan besar pun akan ikut pindah ke ibu kota negara baru, sehingga penjelasan kepada negara-negara sahabat harus dilakukan karena mereka harus mengeluarkan anggaran negara baru untuk kepentingan itu.

Setelah penetapan ibu kota baru negara sekarang ini tentunya tidak lagi ada jalan mundur. Pemerintah harus bersungguh-sungguh merealisasikannya karena kalau tidak, bukan hanya akan menimbulkan ketidakpercayaan publik kepada pemerintah, tetapi gonjang-ganjing yang diakibatkan dari keputusan ini akan merugikan masyarakat.

Kita masih ingat ketika pemerintah merencanakan untuk memindahkan ibu kota negara ke Palangka Raya. Tiba-tiba harga tanah di kota itu melambung tinggi dan masyarakat di kota itu semakin kesulitan untuk memiliki rumah. Ketika rencana pemindahan ibu kota negara tidak terlaksana, masyarakat sudah terlanjur menetapkan harga tanah yang mahal.

Memang bedanya  sekarang, pemerintah tidak akan membeli tanah milik rakyat. Pemerintah akan memanfaatkan lahan yang memang sudah dimiliki negara. Tantangan sekarang bagaimana pemerintahan setelah 2024 nanti akan bisa langsung memanfaatkan ibu kota negara yang baru dan benar-benar bisa memberikan pelayanan lebih baik kepada rakyat.

Harapan kita sejarah baru ibu kota negara nanti akan menjadi sejarah yang baik. Oleh karena itu tugas pemerintah sekarang untuk membuat perencanaan yang benar-benar matang. Hanya dengan itulah kita akan mewariskan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi mendatang, yakni sebuah Indonesia baru yang memberikan masa depan yang lebih cemerlang.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.