Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
APAKAH Indonesia kiamat kalau Jokowi dan Prabowo tidak bertemu? Jangan menambah masalah, apalagi membesar-besarkan masalah.
Kenapa? Karena kita sebagai bangsa dan negara tidak kekurangan masalah, kecil ataupun besar.
Salah satu masalah yang dibesar-besarkan itu ialah rekonsiliasi. Di ruang publik elite berbusa-busa bicara makhluk yang satu ini seakan Indonesia bakal kiamat kalau Jokowi dan Prabowo tidak ketemuan.
Ketemuan bukan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Itu bahasa orang muda di WA. "Ketemuan, yuk!" Setelah waktu dan tempat disetujui, percakapan ditutup dengan kalimat superpendek, "C u...." (See you, sampai jumpa).
Apakah Jokowi bisa bilang 'ketemuan, yuk' kepada Prabowo? Apakah Prabowo bisa juga bilang 'ketemuan, yuk' kepada Jokowi? Timbal balik, kalau keduanya bisa bilang 'ketemuan, yuk', kiranya dengan mudah pula keduanya dapat bersepakat tentang waktu dan tempat pertemuan. Lalu ditutup dengan gaya milenial 'c u...'
Saya memilih Jokowi dalam pilpres. Saya percaya dia bisa bilang 'ketemuan, yuk' kepada Prabowo. Sejujurnya saya tidak tahu apakah Prabowo bisa bilang 'ketemuan, yuk' kepada Jokowi. Mungkin yang dapat membantu menjawab Amien Rais atau Fadli Zon.
Apa kunci untuk bisa bilang 'ketemuan, yuk'? Hemat saya dalam ajakan itu terkandung nada rileks. Santai. Tidak ada hambatan psikologis dan struktural.
Suasana kebatinan rileks membuat orang dapat memandang dunia dalam keceriaan. Bukan seakan dunia bakal kiamat. Batin yang rileks membawa orang berpikir positif sehingga berkemampuan mengurai masalah berat yang ruwet bertali-temali (complicated) menjadi terang benderang dalam kesederhanaan.
Dalam perspektif itulah kiranya orang memaknai konsep KISS (keep it simple stupid), temuan Kelly John, enginer kepala, pencipta antara lain Lockheed U-2, pesawat Amerika bermesin jet-tunggal. Kebanyakan sistem bekerja yang terbaik jika dibikin sederhana dan dijaga tetap sederhana jika dibanding dengan sistem yang ruwet (complicated). Karena itu, kesederhanaan haruslah menjadi salah satu tujuan kunci dalam desain dan keruwetan yang tidak perlu haruslah disingkirkan.
Demikianlah, make it simple merupakan pintu solusi. Bukan simplifikasi.
Apakah hasilnya bila dalam menghadapi persoalan ruwet, orang berpikir ruwet, dan hatinya pun ruwet? Hasilnya bertambah ruwet. Einstein ialah
pemikir besar yang merumuskan hal besar energi dan massa dalam rumus yang sangat sederhana, yakni lima karakter saja.
'Ketemuan, yuk' ajakan sederhana dibanding 'rekonsiliasi' yang mengekspresikan adanya keruwetan dalam berbangsa dan bernegara. Dalam
ajakan 'ketemuan, yuk' tidak ada ego, gengsi, formalitas. Yang ada ialah orang yang merdeka batinnya, yang saling menghargai, lalu memberi salam kehangatan 'c u...'.
Jika toh 'ketemuan, yuk' itu tidak terjadi karena satu dan lain hal, cukup dijawab dengan santai 'kita reschedule, ya'. Bila toh pertemuan terjadi, harap kedua pemimpin tidak bicara bisnis atau politik transaksional untuk bergabung dalam koalisi. Demi tegaknya kontrol di DPR, hemat saya Prabowo dan partainya sebaiknya tetap di pihak oposisi.
Dipikir lebih dalam pandangan take it easy, be happy, mengandung kebajikan, yakni pandanglah dunia ini dengan sukacita (ketemuan, yuk),
bukan dengan keruwetan (rekonsiliasi).
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved