Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA kampanye telah berakhir. Sekarang masa tenang. Tinggal dua hari lagi orang mencoblos di TPS.
Di masa tenang, orang dapat dengan tenang menimbang siapakah yang layak menjadi wakil rakyat dan siapakah pula yang layak dipercaya menjadi presiden untuk memimpin negeri ini lima tahun ke depan.
Menimbang ialah memikirkan baik-baik untuk menentukan baik buruknya. Tidak hanya memikirkan, tapi juga merasakan baik-baik untuk menentukan baik buruknya.
Dalam tenang kiranya orang bertemu dengan dirinya. Dalam khusyuk itulah orang yang jujur dapat merasakan Indonesia yang baik sekarang ini, lalu melepaskan imajinasinya membayangkan Indonesia di masa depan yang hebat.
Dengan produk kebatinan macam itu dipastikan orang tidak akan golput. Orang tidak akan tergoda 'wani piro', terbeli suaranya. Orang pun tidak datang ke TPS gara-gara iming-iming bodoh.
Kualitas menimbang macam itulah yang diharapkan mekar dan bertumbuh di dalam diri warga yang memiliki hak pilih. Hasilnya ialah sebuah keputusan politik yang jernih di TPS.
Pemilu 2019 ialah pemilu terakhir bagi pemenuhan ambisi elite-elite lama untuk dirinya sendiri. Megawati kiranya tidak akan mencalonkan presiden lagi. Amien Rais tutup buku, tutup harapan untuk menjadi presiden. Rasanya pun Wiranto, JK, dan Akbar Tandjung telah mengakhiri gairah mereka menjadi capres.
Konstitusi tidak mengizinkan SBY untuk menjadi presiden ketiga kali. Hal serupa pun bakal terjadi pada Jokowi jika ia terpilih kedua kali.
Maaf, bila Prabowo tidak terpilih menjadi presiden, saya pikir dia pun bakal mengubur keinginannya untuk menjadi RI-1. Setelah duduk sebagai wakil presiden, juga maaf, hemat saya pada 2024 Ma'ruf Amin terlalu sepuh untuk diusung menjadi capres.
Dari tinjauan tersebut, jelaslah Pemilu 2019 ini menjadi sangat penting untuk dua perkara. Perkara pertama menghasilkan presiden yang rekam jejaknya sangat meyakinkan dapat membawa Indonesia baik sekarang ini menjadi lebih hebat dalam lima tahun ke depan. Setelah itu, pada 2024, terbukalah pintu bagi lahirnya calon presiden baru entah siapa.
Perkara kedua ialah menghasilkan partai politik yang mengusung calon presiden pada Pemilu 2024. Dalam perkara ini, pada 17 April 2019 ini, sejumlah survei menunjukkan akan ada partai yang sendirian dapat mencalonkan presiden. Akan tetapi, dia tidak cukup besar untuk sendirian bertarung di DPR. Karena itu, dalam perspektif paham kebangsaan, jangan bikin partai itu besar sendirian. Kita perlu penyederhanaan jumlah partai, dan serentak dengan itu kita perlu beberapa saja partai yang kuat.
Kita berharap keputusan politik yang dieksekusi di TPS itu tak hanya menghasilkan beberapa partai yang kuat, yang membawa orang-orang berintegritas di DPR, tapi juga menghasilkan presiden yang mampu membuat Indonesia yang sekarang baik menjadi hebat.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved