Palembang

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
16/2/2019 05:30
Palembang
()

DI atas kereta ringan di Palembang Senin (11/2), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggelar diskusi bersama pimpinan daerah Sumatra Selatan untuk membahas manfaat yang dirasakan atas kehadiran transportasi publik tersebut. Ada beberapa pandangan yang selalu menyebutkan, pembangunan infrastruktur sebagai kemubaziran karena pemanfaatannya yang rendah.

Wali Kota Palembang Harnoj¬oyo bersyukur kotanya dijadikan model pembangunan transportasi publik berbasis rel. Sejak mulai dimanfaatkan untuk Asian Games XVIII, LRT menjadi ikon baru bagi Palembang. Itu ternyata menjadi daya tarik baru bagi para pelancong.

Hotel-hotel dan restoran merasakan langsung manfaat meningkatnya kedatangan wisatawan ke Palembang. Hal itu berdampak juga terhadap Pendapatan Asli Daerah Palembang. Pada 2019 ini PAD Palembang ditetapkan naik Rp500 miliar, sehingga akhir tahun nanti diharapkan bisa menyumbang Rp1,6 triliun kepada anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Harnojoyo melihat, kontribusi pemberian subsidi sebesar Rp21 miliar yang dikeluarkan pemerintah kotanya bagi operasional LRT tidak menjadi beban karena Pemerintah Kota Palembang mendapatkan langsung manfaatnya. Harga-harga tanah di sekitar jalur LRT meningkat tajam, sehingga penerimaan pajak bumi dan bangunan meningkat 100%.

Masyarakat pun mulai merasakan manfaat dari LRT. Dengan tarif Rp7.000 yang dikenakan untuk perjalanan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin hingga Jakabaring, masyarakat bisa lebih menghemat biaya transportasi mereka.

Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, setiap bulan pertumbuhan pengguna LRT mencapai 13,86% dan yang menarik peningkatan terjadi pada hari kerja. Artinya, harapan terjadinya perpindahan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik sudah mulai terasa.

Pemerintah sekarang membentuk Badan Pengelola KA Ringan Sumatra Selatan agar pengelolaan LRT lebih profesional. Ke depan, pendapatan dari LRT tidak hanya akan bertumpu kepada penjualan tiket, tetapi juga dari penjualan iklan baik di dalam LRT maupun di stasiun, serta penyewaan ruangan yang ada di dalam stasiun.

Pembangunan sistem transportasi publik kota di Indonesia merupakan suatu keharusan. Tidak mungkin kota-kota yang berkembang begitu pesat, transportasinya hanya mengandalkan kendaraan pribadi. Terbatasnya infrastruktur kota akan menimbulkan kemacetan total apabila masyarakatnya tidak didorong menggunakan transportasi publik.

Jakarta sudah merasakan kemacetan yang luar biasa akibat bertambahnya terus kendaraan pribadi. Padahal, setiap hari lebih dari 1 juta orang sudah menggunakan kereta listrik. Kehadiran mass rapid transit yang akan mulai dioperasikan pada Maret mendatang diharapkan bisa membantu mempercepat pergerakan masyarakat.

Tantangan kita selanjutnya ialah membangun sebuah sistem transportasi umum yang terintegrasi. Kita pantas belajar kepada Singapura yang memiliki sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara.

Memang tidak murah investasi yang dilakukan untuk membangun sistem transportasi publik seperti itu. Pemerintah Singapura sejak 2010-2015 menginvestasikan anggaran sampai S$14 miliar. Bahkan, periode 2016-2026 mereka menganggarkan investasi tambahan sebesar S$26 miliar.

Agar transportasi publik itu bermanfaat, tidak cukup hanya infrastruktur yang disediakan. Pemerintah Singapura memperhatikan keterjangkauannya oleh masyarakat. Kalau masyarakat diharuskan membayar tiket sesuai dengan nilai investasinya, niscaya tidak akan terjadi perpindahan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Untuk itulah Pemerintah Singapura setiap tahun menganggarkan juga subsidi hingga S$4 miliar. Subsidi lebih dari Rp40 triliun tentunya besar. Namun, Singapura mendapatkan benefit lainnya, yakni kota yang lebih teratur, kemacetan yang berkurang, serta tingkat polusi udara yang bisa ditekan.

Subsidi untuk transportasi massal publik bukanlah sesuatu yang dilarang. Semua negara di dunia melakukan itu sebagai bagian kewajiban negara menyediakan alat transportasi publik yang aman, nyaman, dan memberi manfaat bagi kegiatan ekonomi negara yang lebih besar.

Kota-kota di Indonesia akan terus berkembang menjadi kota maju dan modern. Kita pantas bangga putra-putra Indonesia sudah mampu membuat sendiri alat transportasi publik seperti LRT di Palembang. Pekerjaan rumah kita bersama selanjutnya ialah bagaimana membangun sistem transportasi publik yang andal sehingga bisa membuat masyarakat semakin cinta kepada kotanya.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.