Singapura Kedua

06/8/2015 00:00
Singapura Kedua
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

AKHIR pekan ini (9/8) negara tetangga terdekat Singapura berumur 50. Menjelang umur itu, 23 Maret lalu, mereka kehilangan bapak pendiri bangsa, Lee Kuan Yew, dalam usia 91. Hari Minggu ini menjadi National Day pertama dirayakan sepenuhnya generasi penerus, dalam posisi 10 negara terkaya di dunia dengan GDP per kapita US$56.286,8.

Telah terpikirkan oleh mereka bagaimana menciptakan 'Singapura kedua di luar Singapura'. Pikiran itu dilansir Dr Teh Kok Peng, Chairman Ascendas, di halaman opini koran The Straits Times (10/10/2014). Di rubrik itu juga dibahas pentingnya cetak ulang buku The Battle for Merger yang diluncurkan sehari sebelumnya.

Mengapa buku berisi 12 pidato radio Lee pada 1961 perlu dicetak ulang? Jawab koran itu, "Pada 2015, kita merayakan ulang tahun ke-50 Singapura. Ini tonggak sejarah signifikan, khususnya ketika kita mengingat kesulitan dan kegentingan yang dihadapi di masa awal."

Masalah besar kala itu komunis radikal. Kini yang dihadapi dua perkara besar, mentoknya lahan dan pertambahan penduduk akibat migrasi.

Dengan menimbun laut menggunakan pasir impor (terutama pasir dari Tanah Air), Singapura memperluas lahan 24% menjadi 72 ribu hektare. Lahan itu diproyeksikan masih tumbuh 8% atau 5.600 hektare pada 2030. Setelah itu, mentok. Padahal, penghuninya terus bertambah.

Singapura kini berpenduduk sekitar 5,5 juta, dua kali lipat dibanding 30 tahun lalu. Penduduk diperkirakan mencapai 6,5 juta pada 2030. Pada jumlah tujuh juta, negara kota itu penuh sesak. Penyebabnya bukan penduduk sendiri, tetapi pendatang.

Perempuan Singapura enggan beranak. Tingkat kelahiran 1,25 jauh di bawah yang diperlukan untuk melahirkan generasi pengganti.

Pada 2030 pendatang yang tinggal lama bakal mencapai 600 ribu, di luar pekerja asing non-resident dari sekarang 1,6 juta menjadi 2,3 juta. Mereka ialah buruh murah pekerja bangunan hingga bule expats bergaji tinggi (The Economist, 18/7).

Ekonom Paul Krugman 20 tahun lalu, seperti dikutip Dr Teh Kok Peng, menyebut ekonomi Singapura lebih dihela faktor buruh dan kapital, bukan produktivitas. Padahal, bila lahan tetap dan faktor buruh tumbuh melambat, pertambahan modal bakal menghadapi hukum diminishing return, pertambahan dengan hasil semakin berkurang. Karena itu, Singapura memerlukan Singapura kedua di luar Singapura.

Apa wujudnya?

Singapura memiliki tingkat tabungan tinggi, khususnya tabungan pemerintah berupa surplus anggaran negara. Selama ini tabungan itu diinvestasikan di pasar modal di luar negeri.

Dr Teh menyarankan selain terus meningkatkan investasi portofolio, pemerintah Singapura hendaknya mendorong dan membantu perusahaan Singapura ekspansi ke luar negeri.

Jerman dan AS mendapat hasil lebih besar dari perusahaannya di luar negeri ketimbang hasil investasi portofolio. Masih ada 'bentuk' lain, menjadikan Johor Bahru semacam Singapura kedua. Dari Johor yang hanya sepelemparan batu, tiap hari diperkirakan 50 ribu orang Malaysia ulang-alik bekerja di Singapura.

Bila warga Singapura dan pekerja asing melakukan hal sama, bersedia tinggal di Johor dengan tempat tinggal lebih luas dan sewa lebih murah, Singapura bernapas lebih lega.

Pertanyaannya, apakah hubungan mesra di bawah PM Najib Razak bakal diteruskan PM baru Malaysia? Tak ada yang menjamin.

Kepulauan Riau sebetulnya dapat memanfaatkan peluang. Akan tetapi, aksi mogok buruh menakutkan mereka. Agustus ini kita juga merayakan proklamasi, 20 tahun lebih tua daripada Singapura.

Kita diberi kekayaan lahan nan luas. Kita tidak perlu memikirkan 'Indonesia kedua'. Persoalan kita, Indonesia jilid 1 tak rampung-rampung. Kita masih direpotkan pilkada calon tunggal di Kota Surabaya.

Sepertinya tidak ada desain besar, pada hari kemerdekaan ke-100 kita mencapai Indonesia jilid 2, yaitu negara demokratis berkesejahteraan. Misalnya, 90% rumah tangga punya tempat tinggal miliknya sendiri, seperti Singapura sekarang.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima