Terminator Politik

SAUR HUTABARAT/Dewan Redaksi Media Group
03/8/2015 00:00
Terminator Politik
(MI/SUMARYANTO)
KURSI Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak kian panas. Gara-gara tuduhan skandal di Malaysia Development Berhard (1MDB), Najib, menurut mantan Wakil PM Musa Hitam, bakal dapat dilengserkan Mahathir Mohamad.

Didirikan 2009, dengan cepat 1MDB berutang 49 miliar ringgit, antara lain 4 miliar ringgit dari dana pensiun. Sebanyak 42 juta ringgit ditengarai berpindah-pindah melalui beberapa perusahaan perantara, sebelum masuk ke rekening pribadi PM Najib. Koran Wall Street mengungkap besarnya US$700 juta. Najib menepis. Katanya, 1MDM memiliki aset 51,4 miliar ringgit lebih besar daripada utang. Aset itu antara lain lahan 28 ha di Bukit Bintang yang akan menjadi pusat keuangan Tun Razak Exchange (TRX) dan 202 ha lahan di Kuala Lumpur selatan yang bakal menjadi stasiun kereta api cepat dari Singapura. "Jika saya orang kaya, saya akan beli lahan di area terbaik itu karena saya tahu nilainya dalam 20 tahun," ujar Najib.

Tak hanya Mahathir melalui blognya dan Wall Street membongkar skandal 1MDB. New York Times mempertanyakan bagaimana Riza Aziz, belum 40, membiayai gaya hidup mewah. Riza anak tiri PM Najib, anak istrinya, Datin Seri Rosmah Mansor dari perkawinan sebelumnya. Ia berpartner dengan Jho Low dalam pembiayaan sejumlah film. Cikal bakal 1MDB ialah perusahaan investasi di Trengganu yang didirikan Jho Low, kemudian melalui PM Najib diambil alih dan diberi status lebih beken, berlevel nasional, dengan nama besar 1Malaysia Devolpment Berhard.

Atas pertanyaan New York Times itu Kantor Perdana Menteri menjawab bahwa kekayaan Riza berasal dari legacy family assets. Jawaban itu mengundang reaksi keras empat saudara laki-laki PM Najib, bahwa ayah mereka, mantan PM Tun Razak, dikenal sederhana dan teguh berintegritas. Melalui pernyataan ditandatangani berempat, mereka mengancam siapa pun menodai nama besar ayah mereka, apa pun motifnya. Seorang dari mereka itu, Datuk Sri Nazir Razak, Chairman CIMB Group, bank investasi tergolong terbesar di Asia Pasifik.

PM Najib telah merombak kabinet, mencopot Wakil PM Muhiyiddin Yassin yang mengkritiknya terbuka dan Jaksa Agung Abdul Gani Patail yang disebut-sebut membuat draf tuduhan untuk PM Najib yang kemudian dimuat situs Sarawak Report. Namun, menurut Mahathir, perombakan kabinet itu lebih banyak mudaratnya. Mahathir terus mendesak PM Najib meletakkan jabatan. "Seluruh dunia tahu tentang Datuk Seri Najib, Jho Low dan 1MDB," katanya.

Musa Hitam mengingatkan publik Malaysia bahwa Mahathir political terminator yang selalu sukses mendepak tokoh yang tak sesuai keinginannya. Dua PM dan dua wakil PM tumbang dibuatnya. Korban pertama Tunku Abdul Rahman. Mahathir menekan PM pertama Malaysia itu sebagai yang bertanggung jawab atas kerusuhan rasial 13 Mei 1969, hingga mundur. Korban kedua, setelah Pemilu 2008, PM ke-5 Tun Abdullah Ahmad Badawi yang dinilai gagal mempertahankan Barisan Nasional menang mutlak di Dewan Rakyat.

Musa sendiri, korban terminator pertama di jajaran wakil PM. Korban kedua, Wakil PM Datuk Sri Anwar Ibrahim, tuduhannya sodomi. Menurut Musa, Mahathir cerdas politik dan pembelajar Seni Berperang Sun Tsu. Kini sang terminator membidik Najib sebagai PM korban ketiga, "Saya pikir dia akan berhasil," kata Musa.

Adakah political terminator di Indonesia? Bung Karno dan Pak Harto diterminasi mahasiswa yang demo ramai-ramai berkepanjangan. Tak seorang pun dapat disebut political terminator. Bung  Hatta mundur sendiri dari jabatan wapres. Satu-satunya political terminator mungkin Amien Rais sewaktu Ketua MPR melengserkan Gus Dur. Itu pun predikat 'ketinggian' karena PAN tak punya cukup kursi untuk bisa sendirian menjatuhkan presiden. Apakah perlu terminator politik? Enyahkan pikiran itu, terlebih dalam umur 90 seperti Mahathir. Apa yang kau cari Palupi?


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.