Langkahi Mayatku

30/7/2015 00:00
Langkahi Mayatku
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

JUDUL itu bukan kalimat saya. Itu jawaban Sri Sultan Hamengku Buwono IX kepada Belanda. Dalam menghadapi provokasi Belanda agar ia turun takhta, Sultan antara lain mengumumkan bahwa ia siap mati membela keraton agar tidak diacak-acak seperti Gedung Kepatihan.

"Langkahi mayatku," kata Sultan.

Hal itu dapat dibaca dalam biografi Sultan, A Prince in a Republic, karya John Monfries. Tebal 376 halaman, terbit di Singapura (2015), buku itu berasal dari tesis doktor di Australian National University dan menjadi biografi politik pertama Sultan dalam bahasa Inggris.

Pengarangnya pernah bertugas di Kedutaan Australia di Indonesia (1969-1971), menjadi konsul di Belanda dan Brunei, serta beristrikan kerabat Yogyakarta.

Ia fasih bahasa Belanda, Indonesia, dan mengerti Jawa, ditambah jaringan, membuat dia mampu mengakses sumber dan dokumen sehingga, menurut Profesor Emeritus Virginia Hooker dalam kata pengantar, Dr Monfries berhasil mengungkapkan kompleksitas tindakan dan keputusan Sultan selaku seorang raja di dalam sebuah Republik.

Belanda tidak menyangka setelah menjadi sultan, Dorojatun sangat keras membela Republik melawan Belanda. Semasa sekolah HBS di Bandung, Dorojatun, misalnya, mondok di keluarga tentara Belanda, Lt Col de Boer. Ayahnya, Sultan Hamengku Buwono VIII, menginstruksikan ia diperlakukan sebagai anak orang biasa.

Ketika mendaftar di Universitas Leiden, ia hanya memakai nama Dorodjatoen, bukan nama ningrat RM Dorodjatoen. Selama studi di fakultas indologi di Leiden, Dorojatun pun tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis. Karena itu, Belanda mengira setelah menjadi sultan, ia bersikap kompromistis.

Belanda keliru besar. Untuk pertama kali negosiasi kontrak politik Belanda dan keraton menelan waktu berbulan-bulan. Sangat lancar berbahasa Belanda dan paham manner Belanda, Dorojatun tahu dan paham betul isi kontrak. Sang Raja telah belajar berbagai ilmu di universitas hebat dengan mayor ekonomi.

Di tahun-tahun terakhir studinya, ia bahkan menyukai hukum konstitusional dan hukum administrasi. Lawan berundingnya Gubernur Lucien Adam, 49, pejabat senior yang juga belajar di Universitas Leiden bahkan meraih doktor hukum. Sebagai sesama intelek dari Leiden, mereka saling meminjam buku.

Dalam benak Adam perundingan bakal produktif. Ternyata alot dan keras. Bahkan, tak ada foto resmi sang gubernur dengan Sultan Hamengku Buwono IX. Padahal, di masa itu lazim raja dan gubernur berfoto resmi bak foto pasangan perkawinan dengan posisi, dipandang dari kamera, gubernur di sisi kanan.

Menurut Dr Monfries, jika pada 1940 dibuat daftar 20 nama tokoh menduduki posisi penting, lalu daftar sama dibuat pada 1970, hanya nama Sultan Hamengku Buwono IX muncul di dua zaman berbeda.

Itu menunjukkan besarnya peran Sultan. Di tengah ketidakpercayaan elite militer kepada pemimpin sipil, Sultan dihormati keduanya. Itu kiranya faktor penting membuat Soeharto menjadikannya wakil presiden.

Sebagai wapres, Sultan berperan besar memulihkan ekonomi yang remuk berat. Contoh lain, pada 1950, Hatta (perdana menteri) dan Sultan (menteri pertahanan) membentuk cikal bakal badan intelijen dengan mengirim 10 orang muda mengikuti pelatihan CIA di Amerika.

Di tengah kemelut politik di parlemen disusul pecahnya Peristiwa 17 Oktober 1952 yang melibatkan tentara, Sultan bersuara keras agar mendahulukan prioritas nasional, bukan kepentingan partai.

Berbicara melalui radio di Yogyakarta, seperti diberitakan koran Kedaulatan Rakyat (2/1/1953), Sultan mengatakan siapa yang menyebut dirinya pemimpin agar belajar mengendalikan diri dan menjauhi emosi.

Seruan itu relevan hingga kini, di tengah lenyapnya heroisme 'langkahi mayatku' dari kebanyakan jiwa dan raga yang disebut pemimpin.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima