Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BEREDAR kabar Ratna Sarumpaet dianiaya tiga orang tidak dikenal. Beredar pula kabar Ratna Sarumpaet tidak melapor ke polisi karena tidak percaya bakal diproses. Kabar, bukan berita. Ternyata bohong. Ratna Sarumpaet berada di kubu oposisi dan pendukung capres Prabowo. Pilihan yang sah dalam demokrasi dan patut dihormati.
Saya berbeda pilihan dengan Ratna Sarumpaet. Saya suka dan kagum Jokowi. Ini pun pilihan yang sah dalam demokrasi dan patut dihormati. Selebihnya kita percaya bahwa rakyatlah yang menentukan pada 17 April 2019. Penentuan siapa presiden terpilih yang kiranya final di tangan rakyat, tidak perlu sampai ke tangan Mahkamah Konstitusi.
Menang atau kalah di tangan rakyat ialah urusan kuantitas di akhir pertandingan. Akhirnya angkalah penentu final. Namun, demokrasi juga urusan kualitas, urusan mutu proses berdemokrasi. Hemat saya, yang terpokok di dalam proses itu ialah menempatkan manusia sebagai manusia dalam maknanya yang terdalam.
Saya berbeda pilihan dengan Ratna Sarumpaet, tetapi dengan ini saya bela haknya untuk berbeda. Kemampuan untuk berbeda dan menghormati perbedaan hakiki hanya milik manusia. Simpanse yang cerdas sekalipun tidak memilikinya. Karena itu, memprihatinkan bahwa menghormati perbedaan rupanya belum menjadi karakter.
Penganiayaan Ratna Sarumpaet ternyata pembohongan publik yang kemarin diakuinya sendiri. Ini contoh buruk. Tentu saja Ratna Sarumpaet tidak melaporkan penganiayaan dirinya ke polisi karena semua itu bohong. Menurut polisi, yang terjadi dia melakukan operasi plastik. Kendati demikian, satu perkara perlu ditegakkan, tidak elok tidak percaya kepada Polri.
Perbuatan pembohongan publik telah menjadi pengetahuan publik. Polri wajib mengusutnya, seperti juga Polri wajib mengusutnya bila yang terjadi Ratna Sarumpaet benar dianiaya. Saya berbeda pilihan dengan Ratna Sarumpaet dalam pilpres, tetapi saya protes bila benar terjadi pembiaran penganiaya Ratna Sarumpaet bebas berkeliaran. Ternyata bohong. Tentu juga tidak boleh terjadi pembiaran atas pembohongan publik yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Negara ini negara hukum.
Terus terang saya tidak suka dengan cara Ratna Sarumpaet mengekspresikan pendapatnya terhadap kekuasaan. Akan tetapi, haknya untuk berpendapat harus saya hormati. Saya berbeda pilihan dengan Ratna Sarumpaet, tetapi pilpres bukan pertandingan hidup atau mati, melainkan pertandingan menang atau kalah dengan riang gembira, dengan terhormat, dengan dignity. Bukan dengan penganiayaan atau pembohongan publik.
Kenapa? Karena siapa pun yang terpilih menjadi Presiden RI, dia presiden kita bersama. Meminjam bahasa kegembiraan dalam pertandingan bulu tangkis, bukankah dalam pilpres yang terjadi all Indonesian final? Demokrasi ialah keindahan berbangsa dan bernegara yang kiranya dapat kita jalani dengan lemah lembut dan kasih sayang (bukan dengan kekerasan atau pembohongan publik) dari dan untuk siapa pun sesama anak bangsa.
Saya berharap Ratna Sarumpaet cepat sembuh dari luka penganiayaan (ternyata tidak benar) atau operasi plastik (bila benar), atau sembuh dari pembohongan publik (benar, diakui sendiri) dan kita semua, siapa pun pilihannya dalam pilpres, sama-sama mengerahkan energi dan kasih sayang untuk saudara-saudara kita di Palu dan Donggala.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved