Kesalahan Teknis

16/7/2015 00:00
Kesalahan Teknis
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

SEORANG rekan pada Rabu (8/7) pukul 10.01 WIB mengirim multimedia messaging service (MMS) berisi pertanyaan mengejutkan. Apakah telah terjadi perubahan nomenklatur BIN dari Badan Intelijen Negara menjadi Badan Intelijen Nasional?

Bersama pertanyaan itu dikirim pula foto sepucuk undangan sebagai fakta pendukung. Undangan itu berasal dari Menteri Sekretaris Negara.

Isinya 'Mengharap dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu/Saudara pada acara Pelantikan Kepala Badan Intelijen Nasional dan Panglima Tentara Nasional Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia hari Rabu, tanggal 8 Juli 2015, pukul 12.45 WIB bertempat di Istana Negara, Jakarta'.

Pada hari itu juga pukul 14.51, kembali melalui MMS, rekan tadi mengirim siaran pers yang dikeluarkan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Djarot Sri Sulistyo.

Isinya (1) Kementerian Sekretariat Negara setelah menyadari adanya kesalahan teknis penulisan pada undangan pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI secepatnya telah menarik dan menggantinya dengan penulisan yang benar.

(2) Penulisan yang benar ialah Kepala Badan Intelijen Negara, sesuai dengan undangan yang telah kami kirimkan kembali pada tamu/pejabat yang diundang.

(3) Kementerian Sekretariat Negara memohon maaf atas hal tersebut.

Kementerian Sekretariat Negara akan berupaya meningkatkan kualitas layanan administrasi di Lembaga Kepresidenan.

Begitulah isinya antara lain memohon maaf. Besok Lebaran, mari bermaaf-maafan, lahir dan batin. Isi lainnya, janji meningkatkan kualitas layanan administrasi di lingkungan lembaga kepresidenan, tentu sangat membesarkan hati.

Akan tetapi, menyebut kesalahan penulisan Badan Intelijen Negara menjadi Badan Intelijen Nasional sebagai kesalahan teknis, kiranya layak dipersoalkan. Mengapa?

Kesalahan teknis sering dijadikan kambing hitam gampangan dan apologi ampuh. Lagi pula, apakah kesalahan teknis masih sahih dijadikan alasan di zaman kemajuan teknologi informasi?

Untuk menjawabnya saya iseng memasukkan 'bin' ke dalam mesin Google. Seketika di layar paling atas tampil Badan Intelijen Negara (BIN) dan persis di bawahnya www.bin.go.id. Karena itu, kesalahan teknis bukan pangkal persoalan. Lalu di mana duduk persoalan?

Maaf, saya khawatir terjadi kemalasan berpikir. Yang malas berpikir mengira 'Nasional' pada TNI lebih hebat daripada 'Negara'. Karena itu, penulisan 'Nasional' dalam Tentara Nasional Indonesia yang dijadikan patokan, sehingga terjadilah penulisan Badan Intelijen Nasional yang jelas salah. Kemalasan berpikir bisa juga menyangkut referensi sejarah.

TNI tidak dilahirkan oleh negara, tapi oleh pemuda-pemuda bersenjata yang memperjuangkan kemerdekaan secara militan. Karena itu, yang lahir bukan Tentara Negara Indonesia, melainkan Tentara Nasional Indonesia. Sebaliknya BIN, memang dibentuk negara. Karena itu, kepanjangannya Badan Intelijen Negara.

Bila penilaian kesalahan berpikir dianggap berlebihan, kiranya yang terjadi keteledoran dalam mikromanajemen. Bukan urusan presiden mikromanajemen. Namun bila kesalahan pidato menyebut kelahiran Bung Karno di Blitar, disusul kesalahan penulisan BIN, disusul entah kesalahan apa lagi diproduksi di lingkungan lembaga kepresidenan, semua itu bisa menggerus wibawa pemimpin nasional. Karena itu, janganlah menyepelekan mikromanajemen.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima