Zohri, Teruslah Berlari

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
17/7/2018 05:30
Zohri, Teruslah Berlari
()

ZOHRI, teruslah berlari. Dari siang hingga dini hari. Dari pelosok Pamenang, Lombok Utara, hingga pantai cantik Mandalika. Dari lintasan di Senayan hingga Finlandia. Dari ruang-ruang sepi puja-puji hingga menggema di dunia.

Kita terpana sebab tak menyangka ada oasis di padang gersang prestasi dunia berlari, dan itu bernama Lalu Mohammad Zohri. Pemuda dari keluarga bersahaja, tapi punya elan yang bergelora. Ia tundukkan pelari kuat dari banyak negara. Prestasi itu jadi bukti betapa banyak jalan terjal ia lalui.

Zohri kini milik semua jadinya. Begitulah galibnya: sukses punya banyak indung dan bapaknya. Membanjirlah bonus dan hadiah. Hidupnya tentu akan berubah. Itu biasa, asal jangan terlena. Fulus dan nikmat disanjung bisa jadi madu yang menguatkan sekaligus racun yang melumpuhkan. Ia masih muda usia, butuh peneguh yang setia.

Zohri, berita baik itu datang ketika kita tengah tak percaya pada diri sendiri. Ketika kita saling menjatuhkan dan ada rasa sukacita seusai saling menghabisi. Kita terbelah karena kebenaran sejati tak terus dicari, tapi dihakimi dan dicabik-cabik dengan jahat oleh nafsu loba sendiri-sendiri.

Lama kita merendahkan diri seolah hanya bersiap sebagai pecundang di sabana harapan abadi. Bukan pemenang yang mengejar dengan bukti. Itu yang kau lawan. Kesabaran memang ada batasnya, tapi bara semangat menyapu tapal-batas itu.

Beruntunglah di sekolah menengahmu ada guru Rosida. Perempuan-pendidik sang mata zaman. Kompas menunjuk arah ke mana langkahmu harus ditambatkan. Tak sekali dua kali kabarnya ia membujukmu berlari. Kau tunduk akhirnya. Kita berharap sangat ada banyak Rosida di lain tempat.

Zohri, teruslah berlari setiap hari dalam kegaduhan (politik) ini.

Dengan kesungguhan berlari, semoga mereka akan menyadari sia-sialah dihabistumpahkan banyak energi setiap hari. Jangan lelah untuk memotivasi sebab masa depan milikmu, Zohri. Bukan milik kami lagi.

Kita percaya kau tak larut dalam arus ini. Arus yang bisa menarik-narikmu dalam pusarannya. Jangankan prestasi dunia, kini bunyi cicak pun bisa jadi rebutan untuk ditafsirkan. Berteguh saja dalam dunia mulia: berlari. Ibu segala cabang olahraga. Berlari setiap hari, berlari sepanjang napas masih berembus-berisi.

Tak usah diambil hati soal bendera yang terlambat datang setelah menang dan akhirnya jadi debat panjang. Tak usah dirasa soal siapa yang memberi biaya yang kini jadi senjata untuk saling menghina. Kau sudah membuka semua. Mestinya seluruh mata melihatnya.

Zohri, teruslah berlari. Syukuri saja setiap noktah apresiasi. Puncak tertinggimu belum kau gapai. Jejak di Finlandia pastilah menggumpalkan harapan. Tapi itu baru perjalanan menuju, belum menjadi. Belum sampai. Masih panjang jalanmu. Masih tinggi kaki langitmu. Masih kuat tarikan gelombang di lautmu berlayar....

Jika ada yang menawari janji menjadi itu-ini, syukuri saja itu kebajikan hati. Tapi tak usah tergoda kecuali untuk terus berlari. Kita butuh banyak pelari untuk membangkitkan jiwa-jiwa mati di negeri ini.

Teruslah berlari, Zohri. Jangan berhenti!

 



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.